Kampus-kampus di Indonesia ingin menjadi world class university. Perusahaan telekomunikasi ingin menjadi world class operator. Kemarin saya mencari orang-orang IT (atau bidangĀ teknis lainnya) yang world class. Sebenarnya apa definisi dari world class ya? Dan, apakah kita ini memang world class?
Sebagai contoh, jika Anda memiliki kemampuan programming Java dan PHP, apakah memang kemampuan (skill) programming Anda itu world class? Apa bedanya dengan yang sekedar ikut kursus pemrograman singkat?
Saya tidak ingin meremehkan kemampuan kita-kita. (Saya tahu ada beberapa orang yang memang world class.) Saya justru ingin agar kita percaya diri, tetapi apakah kita ini benar-benar world class? Kan lucu kalau mengaku world class, padahal hanya RT/RW class. he he he.
Bagaimana?


Maret 9th, 2011 at 5:47 pm
It is supposed to mean among the world’s best. Though how that is measured I have no clue. I’ve always tried to be average, which is great isn’t it!
Hal ini seharusnya berarti antara terbaik di dunia. Meskipun cara yang diukur Aku tidak tahu. Aku selalu mencoba menjadi rata-rata, yang besar bukan!
Maret 9th, 2011 at 6:53 pm
word class apa universe class
sepenting apakah? ato sekedar gengsi?
Maret 9th, 2011 at 7:39 pm
Untuk menjadi seseorang “world class” sangat banyak sekali ilmu-ilmu yang harus mereka pelajari.. Dari hal yang paling dasar, sampai kepada intinya… Mungkin orang baru dibilang “world class” jika mereka sudah mampu menguasai bidangnya masing-masing dan banyak pengalamannya. Sekarang ilmu tidak didapat hanya dari teori-teori saja yang kadang-kadang membosankan, tetapi juga dari pengalaman-pengalaman kita di lingkungan..
Kan ada pepatah yang menyatakan begini:
“Jika ingin Pintar kita harus belajar dari guru atau dosen… tetapi jika ingin sukses kita harus belajar dari pengusaha sukses yang pengalamannya sudah banyak… Wong sepuluh orang terkaya di dunia tanpa gelar” Begitu kurang lebih… Hehehehe…
Maret 9th, 2011 at 8:07 pm
Mungkin biar mantep jadi betulan world class, bill/cost-nya kudu world class juga, jangan tarif murah atau paket hemat apalagi disubsidi
Maret 10th, 2011 at 12:08 am
kalimat terakhir itu nusuk pak..
kampus saya ternmasuk yang ngakunya mau wc (word class)
Maret 10th, 2011 at 12:20 am
Hehehe tapi itu cita-cita saya ketika saya masuk kerja pak, being world class telco engineer hehe
Maret 10th, 2011 at 5:43 am
lha lihat saja hasil karyanya, di bidang yang dia tekuni Pak
dosen: papernya udh masuk du jurnal internasional atau jadi reviewernya malah
open source activist: berapa banyak kontribusi ke project OSS
konsultan: sudah nangani project di MNC atau order dari luar negeri
demikian.
Maret 10th, 2011 at 7:23 am
Saya juga bingung Pak, tempat saya kuliah sekarang sudah Word Class, tapi standarnya dari mana?
Begitu juga tempat sekolah anak saya Sekolah Dasar Berstandar Internasional (SD-SBI) dan yang satu lagi Sekolah Dasar Berstandar Nasional (SD-SN), terus sekolah yang lain gimana?
Kayaknya di luar negari ga ada tuh Pak, sekolah yang berstandar internasional…
Maret 10th, 2011 at 7:28 am
Lebih penting tidak terjebak dlm kata “Word Class” aja hingga terkecoh dgn hasutan2. Orang2 suci menasehatkan bahwa apapun profesi kita, negeri akherat jangan ditinggalkan.
Maret 10th, 2011 at 8:24 am
hihihi,cuma RT RW class, tapi RT RW di Silicon Valley
Maret 10th, 2011 at 8:38 am
Istilah world class harus selalu mengacu pada standar tertentu, dan tentunya disetiap bidang beda.
Persamaannya adalah, apa kualitas yang dimiliki sehingga bisa men-deliver result/achievement yang diakui oleh *kelas dunia*.
Jika berbicara world class university, berarti standar pendidikannya bisa berbicara dilevel dunia.
- Lulusannya punya kompetensi yang bisa bersaing dengan lulusan MIT, Toudai, Cambridge?? atau minimal bersaing dengan universitas tetangga (NUS, NTU, dll).
- Papernya masuk dijurnal kelas dunia (yang saya tau misalnya IEEE).
- Risetnya memiliki sesuatu yang bernilai buat dunia.
Dalam dunia manufacturing, World Class Manufacturing punya standard-standard yang harus dipenuhi agak dapat dikatakan world class. itulah sebetulnya gunanya benchmark.
Maret 10th, 2011 at 9:11 am
Orang2 nya boleh dikatakan “world-class-ready”, artinya itu kalau ada yang membina, dan yang membinanya orang2 world-class juga. Masalahnya kelemahan orang Indonesia itu adalah di keorganisasian dan leadership, dan leadership itu memang harus muncul dari top-down, bukan dari bottom-up seperti halnya orang2 Indonesia sekarang mengembangkan diri. Kalau presidennya masih mencla-mencle, ya menterinya juga gitu, ya rektor perguruan tingginya nanti ketularan semua sampai ke bawah
Maret 10th, 2011 at 9:13 am
lho pak,, bukannya RT/RW net itu justru sebuah upaya yg dilakukan oleh pegiat2 WORLD CLASS ???
mungkin mereka itu menganut filosofis Padi…
merendah….
Maret 10th, 2011 at 11:30 am
World class atau tidak, bukan kita yang menentukan.
Harus ada standard body yang melakukan survey dan membuat suatu daftar world-class participants dan rankingnya. Tentu saja kriteria2 apa2 saja untuk ranking tersebut harus cukup disetujui bersama.
Pada akhirnya, kita bisa memakai list tersebut untuk men-declare kalau kita “world-class” berdasarkan survey tersebut.
Maret 10th, 2011 at 3:00 pm
menurut saya ya pak.. world class itu kalo seseorang sudah bisa memahami dan menjalankan peran, fungsi, dan posisinya di masyarakat dengan baik dan benar..
jadi memang tidak ada acuan pasti untuk jadi world class itu.. memang subjektif
Maret 10th, 2011 at 9:54 pm
world class itu memiliki makna rancu kalau menurut saya
Maret 10th, 2011 at 11:38 pm
IMHO, kalau mau dibilang world class artinya orang itu memiliki kemampuan/karya/kiprah yang diakui oleh dunia. Dengan kata lain, dia mampu bersaing atau berbicara di tingkat dunia.
Mau ngasih ilustrasi, tp agak OOT, Lionel Messi dan pemain bola di Eropa lainnya biasa disebut sbg world class footballer. Katakanlah ada pemain Indonesia yg memiliki skill seperti Messi, tapi ternyata dia ngga dipanggil2 masuk tim top eropa. Pdhal media massa udah menggadang2 dia sbg new Messi. Ya berarti dia masih blm bisa dibilang world class karena blm ketauan bagaimana kualitas dia ketika berada di level yg lebih tinggi.
Kalau bidang lain, ya monggo ditafsirkan sendiri
Maret 11th, 2011 at 12:44 am
World class untuk universitas itu artinya ada pertukaran peneliti, dosen, dan mahasiswa/i dari seluruh dunia secara rutin.
Kalau cuma pakai label world class doang, sih, gampang.
Maret 11th, 2011 at 1:10 am
Yahh..itulah realitas negeri kita tercinta ini yg latah utk hal2 yg berkaitan dr luar seakan tidak ada lg yg bisa dibanggakan dr dalam. padahal tidak sedikit sosok2 berprestasi yg merupakan “produk” pendidikan “asli” dalam negeri dan tidak berbau “SBI” -yah paling tidak untuk pendidikan sd hingga sma mereka. intinya keadaan ini terjadi karena gak pede pada diri sendiri…
Maret 11th, 2011 at 6:03 pm
kriteria world class itu sebenarnya seperti apa pak ? Apakah harus jenius dan mengerti sesuatu bidang secara detail begitu…