Kisah Seekor Cicak

Seekor cicak terlihat lemah. Sementara di sekitarnya banyak nyamuk yang gemuk-gemuk. Sang cicak tidak begitu bersemangat.

“Hai cicak, mengapa engkau lemah?”
Saya lapar. Sudah lama belum makan“, jawab sang cicak.
“Hah? Bukankah disekitarmu banyak nyamuk? Apakah engkau tak bisa menangkap nyamuk lagi?”
Aku bisa menangkap nyamuk, tetapi nyamuk ini tidak bisa kumakan
“Kenapa, wahai cicak?”
Karena mereka menghisap darah dari orang yang mendapat nafkah dari cara yang tidak halal. Aku takut darah itu menjadi bagian dari diriku

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua yang ditulis oleh Budi Rahardjo

25 Tanggapan to “Kisah Seekor Cicak”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.