Salah seorang mahasiswa bimbingan saya baru menyelesaikan tugas akhirnya. Topiknya adalah seputar proteksi software dengan memperhatikan perangkat keras yang digunakan oleh software tersebut. Dia membuat program yang mengambil data dari komputer (misalnya, identitas CPU, MAC address dari ethernet card yang digunakan, dan sejenisnya) kemudian mengirimkan data tersebut ke pembuat software (aplikasi) untuk dibuatkan license key. Kunci ini kemudian diberikan bersama dengan software. Sistemnya agak sedikit rumit.
Pertanyaannya adalah perlukah kita melakukan hal ini semua? Kenapa kok jadi ribet begini? Alasan utamanya adalah agar pengguna menggunakan software yang 100% original. Itu saja bukan? Kalau semua pengguna jujur dan baik-baik, mungkin penelitian ini tidak perlu dilakukan.
Akibat dari proteksi semacam ini sebetulnya ada kerepotan tambahan bagi pengguna atau orang yang mengurusi software di perusahaan (misalnya aplikasi tersebut digunakan secara luas di perusahaan). Sebagai contoh, jika ethernet card dari komputer yang digunakan rusak dan digantikan dengan card yang lain maka MAC address-nya berbeda. Akibatnya software tidak dapat digunakan di komputer tersebut karena sistem proteksi lisensinya akan mengatakan bahwa software digunakan di komputer lain yang tidak terlisensi. Pengguna harus menjalankan program tertentu (untuk mendeteksi hardware yang baru), kemudian mengirimkan hasilnya ke pembuat software untuk dibuatkan lisensi yang baru. Repot jika proses ini tidak berjalan secara cepat. Misalnya proses ini berjalan beberapa hari, maka software tidak dapat digunakan selama itu.
Yang paling elegan adalah kalau pengguna baik-baik dan mau membeli software 100% original sehingga kita semua tidak perlu direpotkan dengan hal seperti ini. Mau kah kita? Mestinya mau ya. Sementara itu nampaknya penelitian proteksi software masih harus terus berlangsung.


Maret 31st, 2011 at 8:29 am
sekarang ini beberapa software spesifik kebutuhan industri sudah melakukan itu pak…. tapi biasanya pada saat ada perbedaan (karena ganti hardware) masih dikasih waktu pemakaian secara ilegal selama 1 bulan… yang gunanya untuk waktu meminta update license key yang baru ke pembuat software….. begitu dapet generate key yang baru….. baru deh status ilegal-nya jadi legal….. so far sih gak ada problem berarti…..
Maret 31st, 2011 at 9:24 am
wah, saya agak ga ngerti, tapi menurut saya ga semua orang itu elegan atau mau menggunakan software yang original. makanya harus jadi ribet begini, untung mengurangi kerugian developer software tsb. CMIIW.
Maret 31st, 2011 at 10:04 am
wah ribet juga om, kayaknya saya lebih memilih open source saja deh …. he he
Maret 31st, 2011 at 10:25 am
Nah…open source memberi alternatif.
Mendidik masyarakat untuk elegan dan baik menurut saya tetap perlu. Di sisi lain, produsen software harus mempertimbangkan harga yang relatif murah!
Salam…
Maret 31st, 2011 at 10:47 am
betul tuh kata gusengger karena software yang mahal orang2 jadi pada ngebajak
Maret 31st, 2011 at 11:21 am
kalo tidak ada orang yg suka maling, kita tidak perlu repot2 bikin segala macam kunci dan gembok. Tapi kan kenyataannya tidak begitu.
Maret 31st, 2011 at 11:28 am
Menurut saya sih berlebihan pak (kecuali kalo software itu memang sudah besar, banyak penggunanya, dan memberi pendapatan besar).
Proteksi semacam ini justru memancing para cracker utk menjebolnya.
Maret 31st, 2011 at 12:35 pm
malu aku*
xixixixixi
:”>
Maret 31st, 2011 at 12:54 pm
Kebayang ya kalau Tuhan ngasih lisensi ke oksigen, ke otak, ke tangan dsb…
Maret 31st, 2011 at 2:52 pm
@Whisnu : ya itu bedanya Tuhan dan Programmer, Tuhan ga butuh uang sedangkan programmer butuh uang. Titik.
@gusENGGER & @archer : Software legal kemahalan? betulkah? kalo anda saat ini pengguna Software gratisan, dan menggunakan software itu untuk operasional sehari2, apakah anda pernah mendonasikan uang anda untuk software itu? walopun cuma 1 dolar? kan suka ada tuh tombol “DONATE”
Software masih perlu diproteksi, betul kata @F4T80Y5 bisa dengan melegalkan selama 1 bulan jika memang ada problem di hardware, dan jika memang software-software sudah sulit di bajak, saya pikir akan bermunculan software-software tandingan yang lebih baik dan murah.
Maret 31st, 2011 at 3:59 pm
Garuk-garuk maunya gratis!
Maret 31st, 2011 at 4:19 pm
Seneng baca komentar Mas Poenk yang ini..
“ya itu bedanya Tuhan dan Programmer, Tuhan ga butuh uang sedangkan programmer butuh uang. Titik.”
Nendang!!
Maret 31st, 2011 at 8:16 pm
sangat perlu aplg org2 indo lebih suka yg bajakan…
daripada software yg diproteksi mending diri kita dan keluarga yg diproteksi dari bergaulan ala kafir
April 1st, 2011 at 12:18 am
saya malah dukung kalo ada proteknya. ibaratnya gini, sedikit ngeluarin uang, agak repot kita. banyak ngeluarin uang, ga repot..:)
April 1st, 2011 at 8:58 am
waduh pake cpuid , mac address .. Udah terlalu gampang di jebol.. Bahkan ada yang pake dongle protectionnya masih bisa diemulasi.. Pakai drm juga bisa di remove. Skrg karena udah internet bagus pake server validation+drm..
Contoh sederhana ya windows 7 yang pake slic bios + server validation ,mudah skali di jebol dg mengcompare/dumping pc yang lisensinya valid tinggal dibuat patch /loadernya..
Proteksinya yg menyusahkan pembeli nggak ada gunanya….
April 3rd, 2011 at 8:02 pm
artikel yang bagus ^^
April 4th, 2011 at 3:46 pm
Perlu lihat perkembangan di US dimana Microsoft, melobby supaya ada UU yang memperboleh mereka menuntut perusahaan-perusahaan di Amerika karena mempunyai hubungan dagang dengan rekanan yang menggunakan software aspal.
Jadi, kalau kita supplier ke WalMart, tapi kita ketik invoice menggunakan MS Word palsu, WalMart bisa dibawa ke pengadilan, sama dengan mengkaryakan buruh dibawah umur.
Oke, ini UU yang berlaku atau lagi dipertimbankan untuk negara maju, tapi kan message-nya sama. Pakailah yang orisinil, kalau tidak bisa bayar, ya jangan beli dong.
April 7th, 2011 at 11:39 am
Software yang kupake 80 % bajakan , la mau gimana lagi, pingin pinter modal gak ada bos….