Saya baru selesai diskusi (informal meeting) dengan Steven Koltai, Senior Advisor for the US State Department, in charge of Global Entrepreneurship program. Dia datang khusus dari Jakarta untuk ketemu saya. Saya ajak ngopi di Oh La la Dago Plaza saja. Saya dijemput di kampus ITB pakai Alphard bernomor CD
Dia menjelaskan misinya, yaitu adanya keinginan Amerika untuk membantu beberapa negara dalam mengembangkan entrepreneurship karena ada kekhawatiran akan timbulnya pengangguran intelektual. (Dan ini artinya kekacauan.) Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapat perhatian. Nah, untuk itu dia datang mencari informasi mengenai situasi di Indonesia.
Saya kemudian menceritakan mengenai diri saya (kenapa kok dia disarankan ketemu saya – hi hi hi). Kemudian saya bercerita mengenai potensi SDM kota Bandung, khususnya di bidang teknologi dan seni (yang terkait dengan kreativitas). Salah satu pertanyaan yang masih teringang di telinga saya adalah:
Sejauh mana kemampuan teknis SDM Bandung? Apa memang excellent? Kelas dunia?
Wah, saya ingin menunjukkan bahwa kualitas SDM kita itu world class. Saya ingin tunjukkan kemampuan mahasiswa saya di ITB, yang technical skill-nya luar biasa. Ada yang jagoan di bidang IC design, ada yang di bidang robotics, dan seterusnya. Ini baru yang di ITB. Saya ingin juga menunjukkan yang di perguruan tinggi yang lain, tidak terbatas ke ITB atau Bandung saja. Gemes juga ditantangin kayak gitu. he he he.
Kayaknya saya harus buat daftar karya teknis orang-orang Indonesia ya? (Mungkin bisa di kampus, tempat riset, dan bahkan di perusahaan.) Hanya untuk menunjukkan bahwa kita hebat juga lho dan sepantasnya masuk di radar dunia.
Bulan July (atau Juni? wah catatan saya ada di Mac yang lagi off, nanti saya update) akan ada rombongan venture capital sungguhan (dalam artian mereka yang mendanai Google, dan sejenisnya) datang ke Indonesia. Saya akan tunjukkan kepada mereka kemampuan kita.