Di kampus, kami mendapatkan pendanaan untuk penelitian kami. Salah satu bagian dari pelaporan kegiatan penelitian adalah adanya buku catatan penelitian (logbook). Logbook ini digunakan untuk mencatat kegiatan penelitian.
Nah, ketika kami dievaluasi tahun lalu, saya meminta maaf karena belum sempat membuat berkas elektronik (MS Word doc) untuk buku catatan. Catatan kami masih dalam format corat-coret di buku. (Kami memang selalu mencatat kegiatan penelitian kami.) Sungguh terkejut saya karena justru logbook yang ditulis tangan yang dianggap sah. Hah???
Minggu lalu juga saya melihat peneliti lain terkejut ketika diminta untuk membuat logbook dengan tulisan tangan. (Saya tidak terkejut karena sudah tahu itu tahun lalu. he he he.)
Apakah memang logbook harus ditulis tangan? Mengapa masih harus ditulis tangan? Semestinya tidak harus ya? Kan sudah ada teknologi yang bisa digunakan untuk mencatat. Notebook bisa dibawa-bawa. Apalagi sekarang sudah ada tablet. Tinggal masukkan catatan penelitian ke blog. Gitu kan?


April 8th, 2011 at 9:17 am
mungkin supaya ga asal kopas pak
*sok tau*
April 8th, 2011 at 9:37 am
Apa maksudnya bukan sebagai salah satu alat pengawasan sederhana, Pak? Progresi sebuah penelitian lebih terasa otentik dan jujur, perkembangan pemikiran atas rumusan masalah dan pemecahannya secara organik lebih terlihat (mungkin dengan segala coretan, koreksi, dan –sesekali– diagram kasar) ketimbang dokumen digital yang sejarah penyuntingannya cenderung tidak transparan (tidak hanya rawan copy-paste). Just guessing
Cara efektif untuk tugas pelajar/mahasiswa, nggak tahu kalau untuk peneliti…
April 8th, 2011 at 9:54 am
hihi, itu penyandang dana ngga terlalu percaya sama peneliti, kalau tulisan tangan kayaknya lebih susah dipalsukan/dimanipulasi dari versi *.doc kayaknya log yg ditulis tangan ga mudah dibuat semalam
April 8th, 2011 at 9:56 am
Hehee, dikampus memang ada-ada saja,pak. Dikampus saya pun begitu,hingga detik ini masih banyak dosen yang menugaskan mahasiswanya untuk membuat makalah/paper dengan tulis tangan. Alasannya agar mahasiswa tidak copas dari warnet.
Padahal dengan posting di blog akan banyak orang yang tahu apakah sebuah tulisan itu copas atau tidak.
April 8th, 2011 at 11:00 am
Di kampus saya dulu, jurnal tebal juga harus tulisa tangan..
April 8th, 2011 at 11:16 am
Padahal buku hanya salah satu media kan Pak, padahal banyak media yang lain….yang lebih modern….
April 8th, 2011 at 11:20 am
saya memberikan tugas pun dikumpulkan dengan tulis tangan
April 8th, 2011 at 1:46 pm
ya mskipun ada kekurangan dan kelebihanya, hal ini masih relevan dan masih cukup banyak digunakan disekitar kita,, bisa dijadikan ajang belajar bagi para pemula untuk menjadi yang lebih ahli tentunya..
April 8th, 2011 at 2:32 pm
Tulisan tangan lebih orisinil pak Budi, saya punya pengalaman menarik sewaktu masih mahasiswa S-1. Dulu setiap membuat laporan praktikum diharuskan menulis laporan dengan tulisan tangan (walau komputer sudah tidak asing lagi), menggambar grafik dengan milimeter blok, dll. Kesan saya ini mendidik supaya mahasiswa rajin menulis dengan karyanya sendiri, tidak asal copy paste. Sebab pengalaman yang sudah sudah teknik copy paste yang berubah paling cuma datanya, font hurufnya, sedangkan analisanya cenderung mirip
(apakah ini kreatif ? i don’t know …)
April 8th, 2011 at 3:05 pm
Tulisan tangan itu memang sangat lebih berarti ya.
April 8th, 2011 at 10:03 pm
wah, sy g tahu wan.. mungkin krn data digital mudah untuk dikopi.
April 9th, 2011 at 12:14 am
Kalo untuk kerjaan lab (analisis kimia dkk) emang lebih enak tulis tangan, Pak. Ya teorinya bisa juga si pake tablet, tapi daripada duitnya buat beliin tablet peneliti dan analis satu2, mending buat ngelengkapin/ngeganti alat2 lab yang udah udzur
)
April 9th, 2011 at 6:34 am
lebih otentik, karena font-nya punya karakteristik sendiri. Dan lagi, sepertinya menulis tangan punya bobot “kerajinan” lebih dibadinging nutul keyboard.
April 9th, 2011 at 10:45 am
bukan cuma harus tulis tangan tapi ngga boleh ditip-ex kalau salah tulis…
saya rasa sih supaya kita bisa menelusuri sejarah penelitiannya dengan lengkap dan jelas..
kalau pakai dokumen elektronik pasti diedit, kalau ada salah pasti dihapus dan susah untuk dicari jejaknya lagi…
April 10th, 2011 at 10:45 pm
Saya juga masih seperti itu pak. Report bulanan tim Admin yg saya urus itu saya suruh tulis pakai word, di print, dan harus saya tandatangani sendiri agar bisa ambil remunerasi
Sementara ini masih seperti itu, walaupun kedepannya saya lagi struggle nginstall & konfigur sistem trouble ticketing ini, sehingga performa anggota tim bisa dilihat dari berapa kali dia solve satu case, berapa kali dia ikut di kerjaan tim. Saya juga males sih kalau masih pakai tandatangan dan ketemu fisik itu, namun saat ini masih seperti itu untuk menghalangi orang-orang yg magabut (makan gaji buta).