Logbook harus ditulis tangan

Di kampus, kami mendapatkan pendanaan untuk penelitian kami. Salah satu bagian dari pelaporan kegiatan penelitian adalah adanya buku catatan penelitian (logbook). Logbook ini digunakan untuk mencatat kegiatan penelitian.

Nah, ketika kami dievaluasi tahun lalu, saya meminta maaf karena belum sempat membuat berkas elektronik (MS Word doc) untuk buku catatan. Catatan kami masih dalam format corat-coret di buku. (Kami memang selalu mencatat kegiatan penelitian kami.) Sungguh terkejut saya karena justru logbook yang ditulis tangan yang dianggap sah. Hah???

Minggu lalu juga saya melihat peneliti lain terkejut ketika diminta untuk membuat logbook dengan tulisan tangan. (Saya tidak terkejut karena sudah tahu itu tahun lalu. he he he.)

Apakah memang logbook harus ditulis tangan? Mengapa masih harus ditulis tangan? Semestinya tidak harus ya? Kan sudah ada teknologi yang bisa digunakan untuk mencatat. Notebook bisa dibawa-bawa. Apalagi sekarang sudah ada tablet. Tinggal masukkan catatan penelitian ke blog. Gitu kan?

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua yang ditulis oleh Budi Rahardjo

15 Tanggapan to “Logbook harus ditulis tangan”

  • hahn

    mungkin supaya ga asal kopas pak :D
    *sok tau*

  • Adhi Hargo

    Apa maksudnya bukan sebagai salah satu alat pengawasan sederhana, Pak? Progresi sebuah penelitian lebih terasa otentik dan jujur, perkembangan pemikiran atas rumusan masalah dan pemecahannya secara organik lebih terlihat (mungkin dengan segala coretan, koreksi, dan –sesekali– diagram kasar) ketimbang dokumen digital yang sejarah penyuntingannya cenderung tidak transparan (tidak hanya rawan copy-paste). Just guessing :P

    Cara efektif untuk tugas pelajar/mahasiswa, nggak tahu kalau untuk peneliti…

  • jarwadi

    hihi, itu penyandang dana ngga terlalu percaya sama peneliti, kalau tulisan tangan kayaknya lebih susah dipalsukan/dimanipulasi dari versi *.doc kayaknya log yg ditulis tangan ga mudah dibuat semalam :D

  • Bangngangan

    Hehee, dikampus memang ada-ada saja,pak. Dikampus saya pun begitu,hingga detik ini masih banyak dosen yang menugaskan mahasiswanya untuk membuat makalah/paper dengan tulis tangan. Alasannya agar mahasiswa tidak copas dari warnet.

    Padahal dengan posting di blog akan banyak orang yang tahu apakah sebuah tulisan itu copas atau tidak.

  • giewahyudi

    Di kampus saya dulu, jurnal tebal juga harus tulisa tangan.. :(

  • uDed

    Padahal buku hanya salah satu media kan Pak, padahal banyak media yang lain….yang lebih modern….

  • harmaini

    saya memberikan tugas pun dikumpulkan dengan tulis tangan

  • pointprinting

    ya mskipun ada kekurangan dan kelebihanya, hal ini masih relevan dan masih cukup banyak digunakan disekitar kita,, bisa dijadikan ajang belajar bagi para pemula untuk menjadi yang lebih ahli tentunya..

  • Agung

    Tulisan tangan lebih orisinil pak Budi, saya punya pengalaman menarik sewaktu masih mahasiswa S-1. Dulu setiap membuat laporan praktikum diharuskan menulis laporan dengan tulisan tangan (walau komputer sudah tidak asing lagi), menggambar grafik dengan milimeter blok, dll. Kesan saya ini mendidik supaya mahasiswa rajin menulis dengan karyanya sendiri, tidak asal copy paste. Sebab pengalaman yang sudah sudah teknik copy paste yang berubah paling cuma datanya, font hurufnya, sedangkan analisanya cenderung mirip :) (apakah ini kreatif ? i don’t know …)

  • rumah dijual

    Tulisan tangan itu memang sangat lebih berarti ya.

  • Goda-Gado

    wah, sy g tahu wan.. mungkin krn data digital mudah untuk dikopi.

  • rani

    Kalo untuk kerjaan lab (analisis kimia dkk) emang lebih enak tulis tangan, Pak. Ya teorinya bisa juga si pake tablet, tapi daripada duitnya buat beliin tablet peneliti dan analis satu2, mending buat ngelengkapin/ngeganti alat2 lab yang udah udzur ;) )

  • nugroho

    lebih otentik, karena font-nya punya karakteristik sendiri. Dan lagi, sepertinya menulis tangan punya bobot “kerajinan” lebih dibadinging nutul keyboard.

  • Felicia

    bukan cuma harus tulis tangan tapi ngga boleh ditip-ex kalau salah tulis…
    saya rasa sih supaya kita bisa menelusuri sejarah penelitiannya dengan lengkap dan jelas..
    kalau pakai dokumen elektronik pasti diedit, kalau ada salah pasti dihapus dan susah untuk dicari jejaknya lagi…

  • Affan

    Saya juga masih seperti itu pak. Report bulanan tim Admin yg saya urus itu saya suruh tulis pakai word, di print, dan harus saya tandatangani sendiri agar bisa ambil remunerasi :D

    Sementara ini masih seperti itu, walaupun kedepannya saya lagi struggle nginstall & konfigur sistem trouble ticketing ini, sehingga performa anggota tim bisa dilihat dari berapa kali dia solve satu case, berapa kali dia ikut di kerjaan tim. Saya juga males sih kalau masih pakai tandatangan dan ketemu fisik itu, namun saat ini masih seperti itu untuk menghalangi orang-orang yg magabut (makan gaji buta).

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.