Archive Bulanan: Mei 2011
Sakit-sakit SNMPTN
Hari ini ternyata ada SNMPTN … (hadoh ini singkatan apa ya? Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Pantesan kampus ITB cukup ramai.
Kebetulan saya melihat ada ambulans datang. Satpam berlarian. Saya kira sudah ada yang pingsan. he he he. Tidak tahunya ada calon peserta ujian yang akan ujian sambil terbaring di atas tempat tidur. Mungkin yang bersangkutan sakit sehingga tidak boleh duduk, tetapi tetap harus ikut tes.
Selamat ujian …
Cukup Tidur
Tidur itu penting. Tidur harus cukup. Kalau kita kurang tidur, banyak hal yang bisa terjadi. Yang paling tidak kita sukai adalah mungkin kita lebih mudah kena sakit.
Kata kuncinya adalah cukup. Seberapa banyak (jam) “cukup” itu? Hanya Anda yang tahu. Namun semestinya ada panduan untuk sebagian besar orang. (Berapa jam ya?)
Selain mengetahui kebutuhan tidur kita, yang juga penting adalah melakukannya. Maksudnya, kadang ada orang yang terlalu memaksakan diri untuk tidak tidur (begadang) karena satu dan lain hal. Sesekali begadang itu boleh saja. Hanya kita perlu mempertimbangkan alasannya kenapa kita perlu begadang. Ini berat sekali.
Hari Minggu kemarin saya harus mengemudikan mobil ke Jakarta di pagi hari. Ada acara Bandos di Jakarta. Jadwal mainnya Bandos adalah siang sampai sore. Nah, masalahnya final dari piala sepak bola Champions adalah jam 1 dini hari! Bagaimana ini? Saya ingin sekali nonton, tapi kalau saya nonton maka kemungkinan saya akan ngantuk pagi / siang harinya. Lebih penting lagi adalah saya bisa membahayakan diri dan orang lain kalau saya nyopir sambil ngantuk. Maka saya putuskan – dengan berat hati – untuk tidak nonton! hiks hiks hiks.
Hari ini juga demikian. Saya masih mencoba recovery dari lelahnya hari Minggu (dan sebetulnya hari Sabtunya saya agak sakit). Terus terang, saya ingin bekerja keras dan begadang malam ini. (Ada lebih dari 100 makalah mahasiswa yang masih harus saya periksa.) Kayaknya kalau saya paksakan bisa, tapi saya pikir lebih baik saya tidur yang cukup malam ini. Besok mudah-mudahan saya lebih fit sehingga bisa lebih produktif dalam bekerja (termasuk begadang). Saya harus tahu diri untuk memberikan istirahat kepada badan saya kali ini.
signing off … z z z Z Z Z …
Hari Yang Panjang
Hari ini adalah hari yang panjang. Maksudnya panjang, dia tetap 24 jam, tetapi kegiatan saya cukup padat.
Acara dimulai dengan perjalanan ke Jakarta dengan Bandos untuk mangung di acara IA-ITB, di hotel Sultan. (Ceritanya panjang.) Setelah itu pulang dan sampai di Bandung sekitar jam 9-an. Sampai di rumah jam 10-an. Setelah itu sempat melerai remaja berantem di jalan di depan rumah. (Entah masalahnya apa.)
Beres semua, jam 11 malam, ditanya anak soal arus dari p-n junction. Hadoh … bentar saya harus cari informasinya di internet. (Sekalian menulis ini.) Jadi kegiatan saya hari ini belum berhenti. Bisa-bisa akan melewati pukul 12 malam. Hadoh …
[Mencari informasi tentang menghitung arus p-n junction dahulu.]
Kepemimpinan, melayani, dan teamwork
Ada banyak masalah di dalam sebuah organisasi (baik itu berupa organisasi formal seperti perusahaan maupun informal seperi kelompok kerja, tim olah raga, dan sejenisnya). Salah satu hal yang ingin saya bahas adalah tentang kepemimpinan, sikap melayani, dan teamwork. Wah itu tiga topik. Katanya hanya satu? Untuk kali ini saya jadikan satu.
Kebanyakan orang dalam sebuah organisasi atau tim hanya mementingkan dirinya sendiri. Dia hadir dan memenuhi tanggungjawabnya. (Masih untung ya dia menemuhi tanggungjawabnya karena ada yang hadir dan juga hanya sekedar hadir saja.) Dia tidak memikirkan anggota tim lainnya. Dengan kata lain dia tidak bisa bekerja sama, tidak memiliki teamwork.
Contohnya begini. Misalnya kita akan mengadakan pertemuan untuk kegiatan himpunan di kampus. Maka kebanyakan orang hanya datang saja. Dia tidak ikut dalam menyiapkan mejanya, mengatur mejanya, menyiapkan tempat duduk, menyiapkan minuman & makanan, kertas, daftar hadir, dan seterusnya. Pokoknya dia maunya duduk dan meeting. Hal-hal yang lain terlihat remeh temeh dan tidak layak untuk dikerjakan. Mungkin dalam pikiriannya, sorry … itu urusan office boy. Padahal tidak.
Yang hilang dalam hal ini adalah aspek melayani. Serving each other. Saling membantu satu sama lainnya. Team work.
Ini kemudian keterusan sampai menjadi pimpinan. Pimpinan maunya ketemu pimpinan lain. Datang hanya duduk saja. Maunya semua sudah siap. Dia tidak memperhatikan kondisi bawahan (serdadu, anggota tim). Dia tidak ingat anggota timnya sudah makan atau belum, tidurnya (menginap) dimana, ada ongkos untuk transpor atau tidak, dan seterusnya. Dia tidak melindungi bawahannya (dari abuse orang lain dan sistem). Bahwa sebetulnya salah satu tugas dari pimpinan adalah melayani bawahannya.
Saya lihat kurangnya (hilangnya) kepemimpinan dan team work ini di segala tempat. Sedih juga.
Sebetulnya hal ini bisa dipelajari ketika kita masih sekolah, kuliah, dan pas bekerja. It’s a long life learning process. Misalnya, kita ikut di organisasi ketika masih jadi siswa atau mahasiswa itu tujuannya adalah untuk belajar teamwork dan menjadi pemimpin. Sayangnya sekarang kebanyakan siswa / mahasiswa hanya datang untuk kuliah dan kemudian pulang. Maka tidak aneh setelah bekerja mereka tidak punya teamwork, sikap melayani, dan kepemimpinan.
Coklat Terduduki …
Kemarin pas di pesawat, saya mau ke toilet. Di kantong saya ada sebatang coklat yang baru dimakan 1 cuil. Sebelum ke toilet, saya tinggalkan coklat tersebut di tempat duduk saya. Pas saya kembali dari toilet, penumpang yang disebelah saya pindah ke tempat duduk saya menunggu untuk ke toilet juga (jarak antara dengkul dengan kursi di depan sangat minim sehingga orang tidak bisa lewat dengan mudah – harus berdiri).
Ketika saya datang, dia berdiri dan ke toilet. Saya baru teringat bahwa saya meninggalkan cokelat di tempat duduk. Saya lihat masih ada di sana … Hadoh … cokelat saya terduduki. Gimana ya … masih mau saya makan atau tidak ya?
Cokelat yang bersangkutan saat ini ada di hadapan saya …
Mematuhi Peraturan
Baru saja saya turun dari pesawat. Ketika pesawat baru saja mendarat dan belum juga berhenti, langsung safety belt dibuka. Ceklak. Ceklek. Padahal sudah diberitahu bahwa safety belt harus tetap digunakan sampai pesawat berhenti secara sempurna. Bahkan, lebih saktinya lagi, ada yang langsung berdiri mencoba membuka tempat barang di atas. Seperti naik angkot saja. he he he.
Hal yang sama terjadi juga dengan penggunaan handphone. Begitu pesawat touch down langsung terdengar handphone nyala. Padahal aturannya handphone baru boleh dinyalakan setelah sampai di terminal.
Parah …
Browser terlalu lebar
Setelah update Ubuntu ke versi 11, default dari Firefox agak beda. Begitu dijalankan maka dia akan mengambil layar penuh, yang artinya melebar. Ini yang saya heran. Mengapa browser dibiarkan terlalu lebar. Bukankah tampilan tulisan yang terlalu lebar akan menyulitkan kita dalam membacanya?
Bayangkan kalau Anda membaca tulisan (artikel) yang diformat lanscape satu kolom. Susah membacanya. Setelah sampai ke kata terakhir di ujung sebelah kanan, maka mata kita akan tergopoh-gopoh mencari baris selanjutnya di ujung layar sebelah kiri.
Saya jadi curious. Apakah ada yang memang membaca tulisan dalam format landscape, 1 kolom, dengan jumlah kolom (karakter) yang banyak?
Kapan menulis?
Kapan sebaiknya kita menulis? Di pagi hari atau di malam hari?
Kalau menulisnya di malam hari, nampaknya orang sudah terlalu lelah untuk membaca tulisan tersebut Atau kalau malam mungkin juga tulisan saya sudah tidak bagus lagi, karena saya sudah capek dengan berbagai urusan di pagi harinya?Di sisi lain, kalau menulisnya di malam hari mungkin saya bisa lebih tenang karena urusan-urusan sudah beres.
Saya perhatikan kalau saya menulis blog di pagi hari, biasanya banyak yang membaca. Jeleknya, kalau masih pagi hari kita masih jet-lagged (alias masih ngantuk) sehingga hasil tulisannya juga tidak bagus?
Jadi bagaimana? Kapan sebaiknya saya menulis?
Oh ya, tulisan ini ditulis menjelang tengah malam. Lihat saja kualitasnya. He he he… Buruk. (Nanti akan saya perbaiki kalau sudah tidak ngantuk lagi. hi hi hi.)





