Kaya itu dosa?

Beberapa waktu yang lalu saya melihat mahasiswa (ITB) menggelar aksi di depan kampus. Salah satu spanduk yang mereka buat bertuliskan:

Selamat datang putra putri Indonesia terbaik terkaya

Saya mencoba memahami bahwa mereka ingin membuat sebuah sindiran akan mahalnya uang masuk ITB. Terlepas dari itu, saya merasa bahwa ada semacam pandangan bahwa kaya itu “memalukan”, “dosa”, dan sejenisnya. Akibatnya orang malu dan yang kaya kemudian “dihukum” (penalized) karena kekayaannya.

Sebagai contoh, perguruan tinggi menerapkan diskriminasi terhadap mahasiswa yang orang tuanya kaya dengan meminta bayaran yang lebih mahal. Bagi saya ini agak aneh. Semestinya tidak ada beda antara kaya dan miskin dalam pendidikan bukan? Kenapa kok jadi ruwet begini?

Contoh lain. Ada undang-undang yang mengharuskan perguruan tinggi menerima 20% mahasiswa berasal dari yang kurang mampu. Ini bagaimana mengujinya? Apa nanti ada perlombaan miskin-miskinan? Kemudian akan muncul jual beli surat miskin. (Justru orang yang memang tidak mampu beneran, biasanya memiliki harga diri untuk mengaku-aku miskin.) Mengapa ini dibebankan kepada perguruan tinggi? Bukankah ini seharusnya merupakan tanggung jawab dari pemerintah??? Seharusnya yang ada adalah hal kebalikannya, yaitu pemerintah memberikan beasiswa / subsidi kepada yang tidak mampu. Bukannya lepas tangan dan kemudian mengharuskan pihak lain yang menyelesaikan masalah ini.

Kembali ke topik, apakah kaya itu dosa?

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua yang ditulis oleh Budi Rahardjo

30 Tanggapan to “Kaya itu dosa?”

  • hahn

    maksudnya mungkin baik pak, subsidi silang
    menerapkan keadilan, bukan sama rata.
    cmiiw

  • Emanuel Setio Dewo

    “Kekayaan” sering kali menjadi jurang pemisah. Padahal seharusnya tidak perlu.

  • nugroho

    Berawal dari pepatah jawa “Jer basuki mawa beya” yg disalahgunakan untuk pembenar maka pepatah yang berlaku menjadi “jer sekolah mawa dhuwit”.
    Sama halnya pepatah “rukun agawe santosa, crah agawe bubrah” sekarang menjadi “rupiah agawe bubrah”.
    Bangsa ini butuh orang sinting, orang yg mampu bertindak di luar stereo type

  • Keven

    Kaya ga dosa lah, itu kan hasil dari kerja keras
    Yg dosa tuh orang2 yg sudah kaya tapi masih menggunakan cara2 tidak halal untuk menambah kekayaan mereka

    Soal mahalnya uang masuk ITB, gua cuma bisa geleng2 kepala aja…mungkin ITB mau mengurangi jumlah mahasiswa yg masuk supaya kesannya levbih exclusive? Hehehe

  • aRuL

    kaya itu bukan dosa pak, tapi sebenar-benarnya bisa dapat pahala lebih banyak lagi.

    kalimat itu, bagi orang kaya, ndak perlu tersinggung kalo memang masuk ke ITB dengan kemampuan yg dimiliki bukan kekayaannya.

  • coekma

    kaya tidak berdosa tapi kalau tidak kaya ya ndak bisa kuliah…

  • Selamat datang putra-putri terbaik / terkaya bangsa « Waskita Adijarto

    [...] Budi Rahardjo juga membuat sebuah analisa mengenai karya ini. Nampaknya ada stigma bahwa ‘kaya itu [...]

  • kharisma

    kalo menurut saya kurang pas, kalo mau protes mengenai biaya masuk yang naik mending ke birokratnya bukan ke mahasiswa. di ITS juga meski uang masuk gak sampe 10 juta untuk reguler masih sering ada komplain dan komplainya itu ke birokrat bukan ke mahasiswa-mahasiswanya.

  • rumah dijual

    kaya itu membuat orang menjadi sombong dan angkuh,,,

  • agenjellygamat

    tergantung pepada diri kita masing-masing,..

  • Donny Kurnia

    Kasihan yang pengen kaya, tapi malas, lalu jadi iri dengan orang kaya :)

  • tia

    memang udah kebangeten buangeettt uang masuk PN yang lewat jalur khusus..
    mana janji pemerintah yang katanya ingin MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA.. kalau pendidikan semahal ini tentunya negara kita susah maju-nya…

  • yasmeen

    Pendidikan seharusnya murah, hanya dengan begitu orang bisa ubah nasib. memang ada orang yang bisa berhasil tanpa pendidikan yang layak, namun ada jauh lebih banyak lagi yang bisa berhasil dengan pendidikan yang baik.

  • Travel Haji

    Sudah sewajarnya dan seharusnya yang kaya membantu yang miskin,insya Allah ga akan jatuh miskin

  • Travel Haji

    Sulit negara untuk maju,kalo pendidikan hanya bisa dini’mati orang kaya saja,padahal banyak orang2 miskin yang berprestasi atau pintar pintar

  • joni

    Kaya tentu saja tidak berdosa (Mao yang komunis saja mengatakan kaya itu baik). Tulisan sambutan itu adalah sindiran, sindiran pada (terutama) pemerintah, dan semua pihak yang berpikir sempit bahwa “pendidikan yang baik HARUS mahal”, saya tulis HARUS, bukan MEMANG, artinya berbeda. Penganut HARUS, berpikir semakin mahal, semakin laku dan terkesan semakin baik, contoh lihat biaya play group jaman sekarang dan SMA Internasional. Sementara Penganut MEMANG, menyadari bahwa beberapa program pendidikan memang mahal, dan karena itu perlu dukungan banyak pihak terutama pemerintah, sebab pemerintah adalah pihak yang paling diuntungkan dari output pendidikan yang baik. Saya selalu mengatakan kenapa aturannya tidak dibalik saja. Biaya masuk ITB murah, tetapi bila Anda mempunyai dana berlebih silakan memberi donasi. Lah, kenapa orang kaya harus memberi donasi? sebab, kata penganut HARUS, kita kekurangan uang, pemerintah tidak punya uang. Penganut HARUS ini bila duduk di birokrat adalah pada pejabat (pusat dan daerah) yang setiap tahun kreatif membuat aturan pajak yang aneh2, seperti pajak warteg dll. Pikirannya selalu biaya pemerintahan itu MAHAL, dan harus MAHAL. Cara termudah, tekan rakyat, bukan mengoptimalkan aset daerah untuk mendapatkan income. Bila duduk di birokrat kampus? Anda tahu sendirilah.

  • Forum Promosi

    Kaya itu tidak dosa sepanjang kekayaannya diniatkan untuk mencari keridhaan-Nya dan,
    lanjut ke soal ITB…
    ini agak susah mengkomentarinya, sebab bilakah nanti jika saya sudah sangat kaya saya tidak akan menggunakan kekayaan saya itu untuk memasukkan anak saya kuliah di ITB meski kompetensinya biasa saja?
    Tapi sejatinya saya merindukan status ITB seperti dulu kala, yang menjadi kebanggaan tersendiri bila berhasil menjadi mahasiswa didalamnya.
    Salam

  • roi

    Kaya sih nggak dosa pak.
    Tapi saya setuju kalau yang kaya membayar lebih untuk PTN karena itu bisa digunakan buat subsidi silang program pemberian beasiswa bagi anak yang kurang mampu tapi berpotensi…(karena pemerintah kita nggak mampu membiayai mereka padahal pajak dimana-mana….)

  • GusNGGER

    Dalam konteks seperti itu saya cenderung menilai kaya itu memang dosa. Karenanya orang kaya harus bertobat dan memanfaatkan kekayaannya dengan baik.

    Bagaimana dengan miskin? Dosa juga! Karena itu harus tobat.

    Salam…

  • OOk Nugroho

    Menjadi kaya itu jadi “dosa” kalo cara mendapatnya lewat cara ga bener. Dan menjadi kaya itu jadi “dosa” juga kalau kemudian tujuannya buat yang ga bener, itu kalo menurut saya, salam.

  • Goda-Gado

    pemerintah berdalih bahwa Perguruan Tinggi adalah kepanjangan tangannya.. :)

    kaya itu netral, tidak dosa dan tidak berpahala
    sikapnya atas kekayaanlah penilaiannya nanti..
    *Bener ga ya? :-s

  • PULSA SIP

    kalo saya ya mas… mendingan pemerintah mbenerin tuh anggota DPR.. ngapain pakai ngutak atik UU kalo para anggota dewan aja kualitasnya rendah gitu.
    You cannot view this code until you login or register

  • TUKANG CoLoNG

    itu sindirran untuk pihak kampus pak. biar ga cuma orang kaya aja yang bisa masuk. ya turunin lah biaya masuknya. :)

  • Tivisiana

    “Kekayaan” sering kali menjadi jurang pemisah. Padahal seharusnya tidak perlu.

  • Sandy57

    Yg saya bingun kadang kalo mau masuk perguruan tinggi ada Minimal sumbangan masuk (minta Sumbangan kok ada minimalnya?)

  • bubud75

    orang kaya akan lebih lama diaudit oleh malaikat ketimbang orang miskin…mengapa? harta itu akan ditanya dari mana ia didapat dan untuk apa harta itu dimanfaatkan …artinya maju kena mundur ya kena … :)

  • Manusia bodoh

    ini sebagi bukti pemerintah memang tidak sanggup dan tidak becus untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dan pendidikan. pantas banyak putra putri terbaik bangsa ini yang memang kurang mampu dari segi ekonomi, mendapatkan beasiswa dari negara2 tetangga untuk menimba ilmu dan mengabdikan apa yang telah mereka dapatkan setelah selesai studinya untuk membangun negara dimana putra putri terbaik bangsa mendapatkan beasiswa dengan berbagai fasilitas yang memadai. wah klo begini pantas indonesia tidak maju.

  • heni

    akhirnya terbukti, hanya orang kaya saja yang bisa masuk ITB, temenku anaknya SMAN top dikotanya, kelas aksel no. 1, ikut olimpiade matematika, wakil dari provinsinya, sertifikat lomba matematika banyak, nilai dari semester 1-5 rata2 8 ke atas. nilai UN 8.89, masuk ITB jalur undangan teknik fisika, ternyata gagal… ngak diterima juga. padahal ngak pakai tes, hanya syarat administrasi saja, kok bisa ngak diterima?? memangnya begitu banyak yg masuk jurusan itu?

  • budi

    kaya gak dosa,yg menentukan itu dosa or gak,gmn cara memperolehnya.
    saran sebaiknya tidak ada persentase 20 persen segala,yg penting kompetensi test masuk,yg paling memenuhi batas atas dan batas bawah nilai itu diterima (range nilai),tanpa melihat latar belakang orang tersebut.setelah dapat daftarnya,baru liat kondisi ekonominya(mungkin berdasarkan Surat Penghasilan Pajak).bagi dalam beberapa kategori,misal: super mampu,mampu,menengah,tidak mampu.yang super mampu,mampu,menengah harus dukung yg tidak mampu.tentukan persentase uang wajib yg hrs dibayar untuk memenuhi kebutuhan yg tidak mampu dan kebutuhan riset buat dosen.Uang SKSnya juga lebih digedein buat golongan2x ini.buatlah sistem di mana orang2x mampu ini tahu uang yg mereka sumbangkan dan uang SKS mereka yang lebih itu buat apa dan siapa (transparansi),sehingga mereka belajar lebih peduli thd sesamanya.ngomong gampang,tp prakteknya imposibel kali ya,hehehe.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.