Selamat Datang di Dunia Nyata Penelitian

Minggu lalu saya menguji mahasiswa (S2). Dia mengerjakan banyak hal dan kesemuanya mau dimasukkan dalam (rencana) tesisnya. Saya bilang ambil salah satu dan fokus di sana. Namun itu bukan berarti bahwa dia hanya akan mengerjakan satu hal saja. Dia akan mengerjakan banyak hal tetapi hanya satu saja yang diklaim (difokuskan) sebagai topik tesisnya. Saya akan ambil contoh.

Penelitian S2 saya dulu (akhir tahun 80-an menjelang awal 90-an di Kanada) adalah tentang analisis suara pasien. Fokus dari penelitian saya adalah tentang analisis pola dari sinyal suaranya. Namun untuk mendapatkan suara dalam bentuk digital (yang bisa dimasukkan ke dalam komputer) saya harus membuat sebuah Analog to Digital Converter (ADC) card. Waktu itu belum ada soundcard. Creative Labs baru mau akan muncul dengan Soundblaster-nya.

ADC saya buat dengan menggunakan wirewrap di sebuah board kosong yang dipasang pada komputer PC (waktu itu saya lupa apakah masih menggunakan PC berbasis Intel 286 atau sudah Intel 386/SX). Kemudian saya harus membuat program dalam bahasa assembly untuk membaca data dari card tersebut dan menyimpannya ke dalam memory. Pekerjaan ini sendiri mungkin merupakan sebuah tesis tersendiri, tetapi ini bukan fokus dari penelitian saya. Jadi ini tidak diklaim terlalu banyak di dalam buku tesisnya. Padahal … kerjanya juga banyak (mungkin malah sesungguhnya lebih banyak dari tesis saya). Fokus dari penelitian saya adalah di algoritma untuk melakukan analisis pola suaranya. (Ini juga mendapat bantuan ide dari advisor saya, seorang profesor dari Bulgaria.)

Kalau penelitian saya dulu dikerjakan sekarang, mungkin tinggal buat software saja. Gampang. Jreng! Satu atau dua bulan juga selesai. Dahulu? Saya harus melakukan banyak hal (dan menghabiskan banyak waktu) sebelum bisa melakukan penelitian sesungguhnya. Hik hik hik. Sedih? Tidak. Ini mengajarkan saya tentang kehidupan dan tentang penelitian.

Dalam melakukan penelitian, kita menggunakan sumber daya (resources) yang kita miliki dan biasanya selalu jauh dari harapan. Sebagian besar penelitian yang saya tahu memang dilakukan dengan resources yang terbatas. (Bahkan Apollo pun bisa selamat karena menggunakan duct tape. he he he.)  Inilah dunia nyata penelitian. Tidak di Indonesia, tidak di luar negeri. Sama semua. Resources selalu terbatas.

Selamat datang di dunia nyata penelitian

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

10 responses to “Selamat Datang di Dunia Nyata Penelitian

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.903 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: