Minggu lalu, ketika memberikan presentasi di depan anak-anak SMK, saya ditanya kalau mau buat layanan web apa yang bisa ramai dikunjungi.
Saya rasa ini pendekatan yang kurang tepat (baca: salah – he he he). Kita tidak membuat sesuatu hanya untuk orang lain, tetapi untuk kebutuhan diri sendiri. Kata orang-orang, (our) necesity is the mother of invention. Maksudnya, kita mengembangkan sesuatu karena memang sesuatu itu kita butuhkan sendiri. Mengapa demikian?
Ketika kita mengembangkan sesuatu yang kita sukai, menghasilkan uang atau tidak, kita tetap menggunakannya dan syukur-syukur menyukainya juga. Kalau kita mengembangkan sesuatu untuk orang lain, maka seringkali kita tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh. Maklum, entah kita disuruh atau kita mengharapkan imbalan (biasanya finansial). Jadi ketika hal tersebut tidak terjadi, maka kita akan tinggalkan apa yang kita buat itu. Lain halnya kalau kita membuat (melakukan) sesuatu yang kebetulan juga kita senang.
Kalau kita senang main futsal, (patungan) membayar lapangan futsal kita mau. Membeli sepatunya juga mau. Apalagi kalau kita dibayar! Wah, pasti mau sekali. he he he. Asyik kan? Sudah suka mengerjakan, dibayar pula! Ini ideal sekali. Apakah bisa terjadi? Bisa!
Hal yang sama terjadi ketika kita mengembangkan situs web, situs e-commerce, situs pembelajaran, atau sekedar ngeblog. Sebagai contoh, saya suka ngeblog. Ada banyak alasan mengapa saya ngeblog (itu cerita lain). Banyak sudah waktu, energi, pikiran, effort yang saya tuangkan di sini. Yang menarik adalah … akhirnya saya juga mendapat masukan finasial dari ngeblog. Wah, senang juga. Asyik. Asal gak kebablasan ya.
Kembali ke judul atau topik tulisan, bagaimana membuat layanan yang ramai dikunjungi? Menurut saya buat layanan yang Anda sukai dan kerjakan dengan hati (do it with passion). Itu saja …


Juni 29th, 2011 at 6:06 pm
wow 100 % original, kampanyenya mantap
Juni 29th, 2011 at 9:41 pm
kalau do it with duwit gimana Pak Budi…..online kan butuh duwit hahahahaha……
Juni 29th, 2011 at 11:41 pm
susah2x gampang utk dpet financial, kayaknya terlalu banyak di cluster & green tree sih…?
Juni 30th, 2011 at 7:25 am
“…mendapat masukan finasial dari ngeblog.”
Yg sering komen moga2 ikut ditraktir…
Juni 30th, 2011 at 10:08 am
iya si pak. tapi kalo buat ngembangin yg hasilnya gedhe gimana pak? kalo q si hasilnya cuman 1 -2 rb. ndag cukup buaat bayar internet
Juni 30th, 2011 at 10:26 am
mantap pak.. “do it with passion”
Juni 30th, 2011 at 7:57 pm
Good point
QOTD: Choose the job you love, so you don’t have to work every single day.” (Confusius)
Juli 1st, 2011 at 11:56 am
Kalau ngak merepotkan pak budi, saya minta dibagi tips2 buat dapat tambahan finansial dari blog.
Juli 5th, 2011 at 9:41 pm
betul pak… kalau semuanya dikerjakan dengan hati maka tidak ada yang kan terasa berat… ijin re-post tulisan ini ya pak
<<< ketularan pengen nge-blog
Juli 5th, 2011 at 9:45 pm
[...] Minggu lalu, ketika memberikan presentasi di depan anak-anak SMK, saya ditanya kalau mau buat layanan web apa yang bisa ramai dikunjungi. Saya rasa ini pendekatan yang kurang tepat (baca: salah – he he he). Kita tidak membuat sesuatu hanya untuk orang lain, tetapi untuk kebutuhan diri sendiri. Kata orang-orang, (our) necesity is the mother of invention. Maksudnya, kita mengembangkan sesuatu karena memang sesuatu itu kita butuhkan sendiri. Mengapa … Read More [...]
Juli 6th, 2011 at 10:55 pm
“kerjakan untuk diri sendiri dulu”, setuju pak!
Juli 22nd, 2011 at 4:13 pm
cocok sekali pak
do it with passion