Archive Bulanan: Juni 2011

Kesibukan di hari Sabtu

Apa kesibukan saya di hari Sabtu? Salah satunya adalah bermain futsal. Hari ini demikian juga, ada futsal. Sayangnya tadi tidak sempat saya potret. Yang sempat saya potret-potret malah sesusah futsalnya, yaitu wisata kuliner alias makan-makan. ha ha ha.

Tujuan kami kali ini adalah batagor H. Isan, yang berada di jalan Lengkong(?). Ini foto kami (saya tidak ada di foto tentunya karena yang motret :) )

Ini foto batagornya …


[Batagor kuah]


[Batagor kering]

Sedaaap. Energi terisi kembali :) Sekarang tinggal ngantuknya. he he he. Setelah ini mungkin mau membaca beberapa dokumen yang harus saya review. Duh. Tadinya saya berencana untuk meeting pukul 3, tapi kayaknya tidak sanggup. Terpaksa saya harus memberitahu bahwa saya tidak sanggup datang meeting.


Original Itu Mudah

Tim penelitian kami di kampus baru mendapatkan notebook untuk membantu penelitian. Langkah pertama yang saya lakukan tentu saja memasang aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan. Notebook ini sudah memiliki sistem operasi Windows asli bawaan dari vendor notebooknya sehingga saya tidak perlu memasang sistem operasi dulu.

Aplikasi yang utama yang perlu dipasang adalah wordprocessor dan aplikasi untuk presentasi.  Untuk aplikasi ini saya akan memasang Microsoft Office. Untungnya kampus kami memiliki Campus Agreement. Saya tinggal membawa notebook saya ke tempat dukungan teknologi informasi di kampus (di tempat kami namanya adalah Comlabs). Saya tidak perlu mencari-cari program bajakan.

Sampai di Comlabs saya menuju ruangan help desk. Ada beberapa orang yang sedang membantu mahasiswa. Saya menyerahkan notebook kepada salah seorang petugas help desk dan meminta dipasangkan Microsoft Office. Petugas help desk ini sudah mengenal saya sebagai dosen sehingga dia tidak meminta bukti identitas saya. Notebook saya tinggal sebentar dan tidak lama kemudian sudah terpasang program yang saya butuhkan. Sebelum saya nampaknya ada juga mahasiswa yang meminta dipasangkan Microsoft Office. Setelah didata, kami bisa membawa notebook kami.

Hal yang menyenangkan bagi saya adalah saya tidak perlu pusing, takut, khawatir untuk urusan software ini. Semuanya legal dan original.

Original itu mudah.


Rapel Tidur

Emang tidur bisa dirapel ya? Soalnya kemarin saya kurang tidur. Acara (di Jakarta) padat hingga selesainya hampir mendekati pukul 12 malam. Setelah itu saya harus kembali ke Bandung pula. Jadi saya tidur 3 jam kurang sedikit. Jam 3 (kurang sedikit) pagi saya sudah mengemudikan mobil kembali ke Bandung.

Nah hari ini saya rapel tidur. Kalau dilihat dari sudut cape, kok belum impas ya? Padahal tidurnya kan sudah impas jamnya. Jadi, apakah tidur bisa dirapel?


Tempat Kerja Yang Menyenangkan

Menu makan siang saya hari ini adalah sate Yayan Gondrong, yang letaknya di dekat Gedung Cyber (Mapang / Kuningan). Saya sendirian ke sana karena yang lainnya pada di klien. Pas sampai di sana ternyata ada beberapa orang yang saya kenali. Rupanya mereka adalah klien kami yang sedang makan siang di sana. Langsung saya bergabung dengan mereka. (Dan ditraktir pula. hi hi hi.)

Saya jadi berpikir panjang. Betapa menyenangkannya kerja yang bisa punya banyak kawan. Klien kami baik-baik. Tempat kerja kami juga menyenangkan karena isinya friends and family. Kerja jadi menyenangkan. Work is so much fun. Alhamdulillah …


Terkait Nilai T

Bagi mahasiswa saya yang mendapat nilai T, ada beberapa kemungkinan:

  1. Makalah baru Anda serahkan dalam 1 minggu terakhir. Belum sempat dinilai. Akan masuk ke dalam batch berikutnya. (Minggu depan?)
  2. Ada kesalahan  yang cukup mengganggu. Nilai bisa saja A, tetapi kesalahan ini yang harus diperbaiki. Kebanyakan kesalahan adalah pada penulisan dan penggunaan Daftar Pustaka. (Lihat tulisan saya tentang hal ini dan juga ingat pesan saya di kelas!) Kebanyakan masuk kategori ini.
  3. Kesalahan fatal. (Yang ini nampaknya hanya 1 orang)
  4. Anda mengirimkan tugas via softcopy yang belum sempat saya periksa.

Saya sedang mendata (membuat kompilasi / merekap) masalah masing-masing. Ini membutuhkan waktu dua hari. Maklum, ada 150 makalah! Akan saya umumkan hari Jum’at. Perbaikan bisa melalui email (softcopy saja).

Untuk sementara, silahkan Anda lihat makalah Anda kembali dan lakukan perbaikan.


Penelepon Yang Tidak Jelas

Sering saya mendapat telepon dari orang yang tidak jelas. Maksudnya, dari nomor yang tidak saya kenal. Saya biasanya tidak mengangkat telepon dari nomor telepon yang tidak saya kenal karena sering ditelepon oleh marketing yang menyebalkan – maksa maksudnya.

Tadi ada yang lucu. Ada yang mencoba menghubungi saya berkali-kali dari nomor telepon berkepala (+6221), alias Jakarta. Nomornya tidak saya kenal. Jadi saya biarkan. Akhirnya ada salah satu usaha penelepon tersebut yang masuk ke voice mail. Saya juga biasanya tidak membaca voice mail, tapi tadi iseng saya dengarkan. Orangnya tidak tahu bahwa suarnya masuk ke mailbox. Dia ngomel susah menghubungi saya. ha ha ha. Salah sendiri.

Jaman sekarang kan sudah ada SMS. Kirim SMS dulu sebelum menelepon sehingga saya tahu konteks teleponnya. Nah, kalau SMS-nya gak dibalas … itu lain cerita lagi. he he he.


(tidak bisa) Mengutip dan Menuliskan Referensi

Melanjutkan cerita tentang evaluasi makalah mahasiswa saya semester kemarin, hal yang paling sering salah adalah … mengutip dan menuliskan daftar pustaka (referensi). Ada beberapa kasus, antara lain:

  1. daftar pustaka berisi daftar referensi yang tidak pernah disinggung atau dikutip di tulisan;
  2. kutipan di tulisan tidak disebutkan sumbernya (berpotensi plagiat);
  3. kutipan di tulisan disebutkan sumbernya tetapi sumber ini tidak didaftarkan di bagian daftar pustaka.

Hadoh …


Yang Menarik Dari Makalah Mahasiswa

Saya sedang memeriksa tugas mahasiswa dalam bentuk makalah. Break sebentar untuk menulis blog ini.

Ada banyak hal yang menarik dari tugas mahasiswa. Salah satunya adalah mahasiswa yang menulis filler, yaitu yang mencoba membuat tulisannya panjang tetapi tidak ada isinya. hi hi hi. Atau ada juga mahasiswa yang ngawur tulisannya. Mungkin mereka bisa mengecoh dosen lain, tapi kali ini saya baca (setidaknya, skim) makalah mereka. Kalau makalahnya ngaco, ya ketahuan :) … dan memang saya menemukan banyak “kelucuan” seperti ini.

Back to marking …


Memperbaiki Stabilizer

Stabilizer komputer saya saklar on-off-nya rusak. Tidak bisa di-on-kan. Wah, terpaksa dibongkar. Tadinya mau saya ganti, tapi kan harus beli saklarnya. Ah sementara ini mau saya by-pass saja. Bongkar dulu stabilizernya.

Ternyata di dalamnya pun berdebu luar biasa. (Lihat fotonya.) Maklum, stabilizer ini umurnya sudah belasan tahun. (Mungkin lebih!) Jadi terbayang memang kotornya.

Eh, kalau dipikir-pikir, untuk ukuran yang tahunan itu kotoran segitu cukup bisa dianggap bersih ya?

Setelah saya solder by-pass saklarnya, stabilizer bisa saya pakai lagi. Dia saya pakai di depan UPS. Maklum di sini listriknya turun naik. Ya, kabupaten gitu loh.


Selamat Datang di Dunia Nyata Penelitian

Minggu lalu saya menguji mahasiswa (S2). Dia mengerjakan banyak hal dan kesemuanya mau dimasukkan dalam (rencana) tesisnya. Saya bilang ambil salah satu dan fokus di sana. Namun itu bukan berarti bahwa dia hanya akan mengerjakan satu hal saja. Dia akan mengerjakan banyak hal tetapi hanya satu saja yang diklaim (difokuskan) sebagai topik tesisnya. Saya akan ambil contoh.

Penelitian S2 saya dulu (akhir tahun 80-an menjelang awal 90-an di Kanada) adalah tentang analisis suara pasien. Fokus dari penelitian saya adalah tentang analisis pola dari sinyal suaranya. Namun untuk mendapatkan suara dalam bentuk digital (yang bisa dimasukkan ke dalam komputer) saya harus membuat sebuah Analog to Digital Converter (ADC) card. Waktu itu belum ada soundcard. Creative Labs baru mau akan muncul dengan Soundblaster-nya.

ADC saya buat dengan menggunakan wirewrap di sebuah board kosong yang dipasang pada komputer PC (waktu itu saya lupa apakah masih menggunakan PC berbasis Intel 286 atau sudah Intel 386/SX). Kemudian saya harus membuat program dalam bahasa assembly untuk membaca data dari card tersebut dan menyimpannya ke dalam memory. Pekerjaan ini sendiri mungkin merupakan sebuah tesis tersendiri, tetapi ini bukan fokus dari penelitian saya. Jadi ini tidak diklaim terlalu banyak di dalam buku tesisnya. Padahal … kerjanya juga banyak (mungkin malah sesungguhnya lebih banyak dari tesis saya). Fokus dari penelitian saya adalah di algoritma untuk melakukan analisis pola suaranya. (Ini juga mendapat bantuan ide dari advisor saya, seorang profesor dari Bulgaria.)

Kalau penelitian saya dulu dikerjakan sekarang, mungkin tinggal buat software saja. Gampang. Jreng! Satu atau dua bulan juga selesai. Dahulu? Saya harus melakukan banyak hal (dan menghabiskan banyak waktu) sebelum bisa melakukan penelitian sesungguhnya. Hik hik hik. Sedih? Tidak. Ini mengajarkan saya tentang kehidupan dan tentang penelitian.

Dalam melakukan penelitian, kita menggunakan sumber daya (resources) yang kita miliki dan biasanya selalu jauh dari harapan. Sebagian besar penelitian yang saya tahu memang dilakukan dengan resources yang terbatas. (Bahkan Apollo pun bisa selamat karena menggunakan duct tape. he he he.)  Inilah dunia nyata penelitian. Tidak di Indonesia, tidak di luar negeri. Sama semua. Resources selalu terbatas.

Selamat datang di dunia nyata penelitian


Dilarang …

Dilarang membawa ini ke Jum’atan ya …


Langit di sore hari

Lihat adanya invisible lines … Seperti ada garis-garis yang saya tidak tahu bagaimana terjadinya. Yang penting, indah sekali. Beruntung saya bisa memotret momen ini.

Selamat sore … (malam?)


PLN yang responsif

Maghrib tadi tiba-tiba listrik mati. Wah, padahal saya mau memeriksa tugas mahasiswa. Saya lihat ke depan kok terang. Hmm… jangan-jangan yang mati hanya listrik rumah saya saja. Langsung saya ke pinggir jalan dan melihat rumah mana saja yang mati listriknya. Ternyata yang mati listriknya adalah rumah-rumah di sebelah kanan rumah kami ke bawah. Sementara rumah di sebelah kiri kami ke atas tetap nyala. Demikian pula rumah di depan kami. Biasanya kalau mati listrik, mati semua.

Saya ambil inisiatif untuk menelepon PLN untuk melaporkan hal ini. Agak sedikit rese karena ditanya ID, padahal ini kan sedang mati lampu. Jadi terpaksa dengan menggunakan senter mencari rekening terakhir. Untungnya ketemu dengan cepat dan bisa saya bacakan nomor ID-nya. Kemudian kami menunggu saja.

Satu jam kemudian listrik belum menyala. Saya bersiap-siap untuk menelepon menanyakan statusnya. Eh, listrik menyala. Alhamdulillah. Mungkin dia tahu mau ditelepon lagi. hi hi hi.

Tulisan ini hanya untuk mengucapkan terima kasih kepada PLN atas responnya yang cukup baik. A pat in the back. Biasanya kan kita hanya menuliskan hal-hal yang jelek. Kali ini saya pikir PLN patut mendapat komentar baik dari saya. Sekali lagi, terima kasih.


Kena Sambel

Semalam sakit perut. Melilit. Saya pikir-pikir apa penyebabnya ya? Kemungkinan adalah apa yang saya makan.

Makan malam saya adalah nasi Aceh (nasi gurih). Isinya nasi, telur balado, dan ayam. Memang ada sedikit sayur dengan potongan cabe hijau. Tapi saya pikir cabe hijaunya juga tidak pedas. Selain itu saya juga makan jamur digoreng tepung. Saya tidak tahu yang bikin gara-gara yang mana, tapi dugaan saya adalah cabe hijau. Kena sambel deh, bukan kena batunya.

Enak makannya, gak enak sakit perutnya …


Selamat Pagi

Pagi ini dibuka dengan hujan … Setelah hujan reda, saya ambil foto ini.

Selamat pagi …


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.