Dapatkah Google+ Mengalahkan Facebook?

Google baru-baru ini mengeluarkan layanan baru, Google Plus. Di dalamnya ada banyak fitur, seperti Circle yang mengumpulkan teman-teman seperti Facebook. Bahkan ada yang menduga G+ ini mau mencoba terjun ke dunia jejaring sosial. Pertanyaannya adalah

Dapatkah Google mengalahkan Facebook?

Terlalu awal untuk menjawab pertanyaan ini, tetapi saya akan coba memberikan sedikit opini.

Agar sebuah layanan dapat diterima di lingkungan orang Indonesia dia harus murah dan mudah. Untuk Facebook dan G+ keduanya gratisan. Jadi keduanya murah. Pengguna memang masih harus keluar uang untuk biaya telekomunikasi (menggunakan internetnya), tetapi sekarang akses internet sudah relatif murah.

Soal mudah, ini urusannya lain. Mudah ini ada banyak parameternya. Saya akan soroti dua hal saja, aplikasi dan perangkat. Yang membuat Facebook diterima oleh orang Indonesia adalah karena aplikasinya mudah digunakan. Mau menceritakan kondisi kita – mengubah status – tinggal ketik. Mau komentar, tinggal ketik juga. Mau menampilkan foto, tinggal jepret dan upload. Dan seterusnya.

Soal perangkat, Facebook book bisa diakses dari komputer, handphone, dan tablet. Bahkan khusus untuk Indonesia, perangkat handphone itu yang memegang peranan penting. Kombinasi Blackberry dan Facebook merupakan killer package. (Bahkan ada yang mengatakan bahwa kombinasi itu ditambah dengan ibu-ibu yang menggunakannya merupakan pendorong populernya Facebook dan Blackberry.) Kombinasi antara perangkat handphone dan Facebook merupakan siklus (feedback) yang saling memperkuat. Sekarang ini mulai goyah dengan adanya tablet dan Android.

Kemudahan di atas (aplikasi dan perangkat) belum terjadi dengan G+.

Ada hal lain yang membuat Facebook diterima oleh orang Indonesia; (1) kemudahan menemukan teman lama [dan kemudian menjadi reuni-reuni]; (2) kemudahan menemukan teman baru [yang satu ide/kesukaan]; dan (3) games!

Selama hal-hal di atas belum diperhatikan oleh G+, Facebook masih akan merajai Indonesia.

Oh ya, tentu saja saya bisa salah :)

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

34 responses to “Dapatkah Google+ Mengalahkan Facebook?

  • coekma

    wew, analisa yang mantabh pak BR…

  • ivie

    dua2nya punya keunikan sendiri. tp krn google+ masih baru saya lebih suka google+ yg minus sampah tagging foto2 org jualan di stream or timeline.

  • maruplayground

    satu lagi yang menjadi faktor keberhasilan social network, harus banyak teman yang menggunakannya juga. Saya dulu tidak berminat menggunakan facebook karena kebanyakan teman saya masih aktif di friendster. Tapi sekarang friendster sudah ditinggalkan, karena beramai-ramai migrasi ke facebook.
    Sepertinya myspace masih populer di amerika, karena kebanyakan orang di sana menggunakan myspace. myspace kurang populer di indonesia.

  • Budi Rahardjo

    Memangnya apa yang membatasi orang jualan di Google Plus? Spamming bakalan ke sana juga :p

  • Alfons Tanujaya

    Urun rembuk tukar pikiran. Kita ngomongnya khusus di Indonesia saja yah.

    Facebook punya keunggulan karena dia yang pertama mulai (maksudnya mulai dikenal orang pertama kali). Sampai sekarang kalau portal news yang muncul di benak saya pertama kali adalah detik.com, bukan Kompas atau Vivanews. Kalau koran yah Kompas.

    Google punya keunggulan dia punya Android dan Facebook ngga punya, dia punya google Map, Gmail, you tube dan search engine dan perangkat pendukungnya. Kalau dia bisa mengkombinasikan semua itu jadi satu layanan yang mudah ke dalam Android dan Droid bisa menggeser BB (di Indonesia). Peluang kalahkan Facebook cukup besar, tetapi tidak dengan cuma bikin another social networking tools …. harus ada nilai tambah. Dengan catatan Facebook diam saja … tapi Facebook kan ngga diam ajah, malah orang2 Google dibajakin. Jadi ini pertempuran bakal seru :).

  • Budi Rahardjo

    Sebetulnya Facebook bukan yang pertama lho, Friendster dulu di Indonesia lebih populer. Akhirnya kelibas juga oleh Facebook. Jadi yang pertama juga belum tentu yang paling populer, meskipun dia punya keuntungan.

    Orang Indonesia kan senang ngerumpi :) Apa aplikasi di Android yang memudahkan orang untuk upload foto, ngetag, komen? Terus jejaringnya nyambung ke mana? G+ atau Facebook?

  • Farijs van Java

    Kalau ditinjau dari murah dan mudahnya tadi, sepertinya G+ agak susah tembus di Indonesia. Sepertinya G+ akan lebih ke perangkat yang canggih saja. Misalnya saja fasilitas Nongkrong alias Hangout yang membutuhkan kamera, dan juga koneksi internet yang kencang dan stabil. Kalau Facebook, apalagi ada 0.facebook.com, sudah murah meriah sekali.

    Ah, entahlah. Belum mencoba. Kawan-kawan sudah banyak yang dapat undangan. Giliran saya akan diundang, eh udah penuh kuota. (doh)

  • rotyyu

    Dan kebetulan Google+ masih private beta dan invitation only, jadi masih ada kemungkinan berbagai fitur tambahan yg akan hadir di versi public.

  • Ronsen

    alasan lain mungkin karena udah jenuh pindah. lagian orangnya itu-itu juga.

  • Erianto Simalango

    saya hampir 60% bisa sependapat dengan ulasan ini karena memang masih meliha satu sisi, tetapi ketika G+ juga tau manfaatnya dan mudah memang setuju juga bahwa anda bisa salah dalam menulisnya, tetapi memang butuh waktu yang pasti karena untuk facebook saja, begitu bangun orang tidak pikir ini itu, update status ah,,,,…

  • jarakada

    Sekedar informasi, user G+ menembus angka 1 juta dalam 24 jam. Itupun hanya user yang mendapat invitasi yang bisa subscribe ke G+, kebayang kalau di buka begitu saja.

    Nilai plusnya jelas di integrasi fitur Google macam Gmap, buzz, Picasa, youtube numplek jadi satu. Ditambah perkembangan user Android yang progresif bisa jadi membuat G+ sebagai FB killer di masa datang. Ada fitur spark yang bikin pengalaman searching jadi sedikit beda. Belum lagi fitur mention yang ngak terbatas, beda dengan FB yang membatasi mention hanya di page status tapi tidak pada line komentar. FB dan Twitter mesti muter otak kalo ngak mau user mereka putar haluan ke G+. Satu lagi, gara-gara G+ quota picasa sekarang unlimeted, selama upload gambar up to 2080-2080 px dan video up to 15 menit.

    High end device required? ngak tuh. HP saya cuman android kelas low end, begitu install G+ app jalannya lancar jaya sampe sekarang. G+ fully html5, bisa dibuka di browser non flash. Semua sudah tau kalau konten flash boros resource. Jadi kalau ada anggapan G+ berat diakses belum tentu benar.

    So far, mumpung lagi fresh, masih bebas polutan 414y dan Ababil… Sementara saya lebih prefer ke G+. Soal spam, usernya keluarin aja dari circle pak, case done.

  • Jerry Ramdhana

    Simple saja pak, G+ akan dibesarkan beriringan dengan semakin populernya Android. Toh orang-orang sudah mulai berpaling dari BB. :D

  • Forex

    Analisa yang mantab tw Pak,,, :)

  • anta40

    Seperti yg disebut @jarakada diatas: integrasi dengan produk2 Google yg lain.Saya pribadi merasakan Google+ jauh lebih bermanfaat daripada FB, yg hanya social networking saja.

    Saya optimis dalam waktu dekat Google+ dapat menjadi pesaing serius FB pak :mrgreen:

  • indonovel.com

    Google menuju monopoli dunia maya.. :)
    Google perlu menemukan positioning utk lini ‘social media’nya ini.
    jd ingat, dulu lini surat eletronik dgn ‘merek’ Gmail berhasil karena postioning yg tepat. G = kemampuan Giga, G = Google (kemampuan pencarian a la google yg dibenamkan dlm Gmail).
    meski google+ pada akhirnya diintegrasikan dgn segala ‘kemampuan Google’, sy pikir tetap perlu punya positioning dgn differensiasi yg jelas. seperti contoh perangkat dan aplikasi pd Facebook yg bang Budi jelaskan diatas.

    tp mengapa -contoh kasus- orang Indonesia lebih antusias dgn produk social media Google, yah ? mengapa jarang yg mengulas mengenai Google Books… apa karena usernya kurang ? tdk menarik ? padahal Google Books ibarat memindahkan perpustakaan dunia ke kamar kita.
    baru2 ini perpustakaan Inggris raya MOU dgn Google utk mendigitalkan segala ‘harta’ manuskrip yg dimiliknya melalui Google Books.. segala risalah iptek karya ilmuwan2 legendaris yg dulu hanya kita tahu namanya akan segera kita baca dlm salinan aslinya via Google Books ?
    nah, apakah kita tdk sebaiknya mendorong perpustakaan negeri Belanda utk segera mendigitalkan segala manuskrip ‘rampokan’ nya, seperti ribuan naskah Lontara Bugis-makassar yg ‘diamankannya’ di Leiden ?
    berharap semoga mas Budi bisa menurunkan artikel mengenai ini.

  • hendry

    salah satu kelemahan G+, butuh Google account, jadi ga bisa untuk pemakai yahoo mail, hotmail, dan lainnya
    @jarakada, FB bisa mention di comment, fitur ini sudah ada sejak bbrp bulan yg lalu

  • gusngger

    Peringatan bagi FB harus terus siap bersaing…!

  • jarakada

    @hendry, bener. Saya ngak notice kalau fitur mention di line komentar sudah ada di FB beberapa waktu yang lalu.

  • amirul

    mungkin tapi sekarang kok belum dibuka ya.. q coba daftar ndag bisa..

  • Emanuel Setio Dewo

    Mungkin salah satu penyumbang kesuksesan FB adalah karena kita bisa mengaktualisasikan diri (aka narsis) dengan mudah. Apalagi bisa nge-tag teman2 lain. Tag foto ini adalah satu fitur yg bikin FB jadi lebih bisa menjalar dengan cepat.

    BTW, Google secara teknis hebat sekali. Tetapi mungkin perlu banyak belajar banyak. Karena Google Wave yg hebat itu pun akhirnya gagal. Sedangkan Google Doc tidak terlalu meledak. Padahal kalau Google Doc dikombinasi dgn Google Calendar bisa hebat tuh. Kita bisa kirim2 dokumen secara terjadwal.

    Eh, ini hanya opini sederhana saya.

  • michael

    Semoga mengikuti jejak kesuksesan GMail, Tidak bernasib sama dengan Orkut, social networking Google keluaran 2004 yang hanya sukses di Brazil dan India.

  • Sepatu Shoeka

    penasaran.. ada google +.. mau ke tkp langsung ah..

  • baliadvertiser

    invite dong

  • Freddy Hernawan

    analisa saya ada disini pak http://www.hernawan.net/2011/07/google-plus-vs-facebook.html

    intinya mau mindahin “jaringan pertemanan” yang sudah terbentuk di facebook ke google plus itu kaan sulit sekali.

  • TUKANG CoLoNGt

    liat aja nanti deh pak :)

  • negeribocah

    facebook masih menjadi pilihan karena jaringan pertemanan mayoritas di fb, mungkin next pada pindah ke G+ … perlu waktu berproses

  • kumpulan peta kota

    seperti apa y G+, tau nya google buzz tp jarang banget yang make..

  • Travel Haji

    Google dan FB mnrt sy punya kelebihan dan kekurangan masing2, akan jauh kbih bagus kalau memdukan keduanya

  • andri

    menurut saya sama-sama kuat namun yang lebih abadi menurut saya pribadi Mr G

  • kazkuz

    http://tekno.kompas.com/read/2011/07/15/11101460/10.Juta.Pengguna.Google.Plus.Berbagi.1.Miliar.Item.per.Hari

    10 Juta Pengguna Google Plus Berbagi 1 Miliar “Item” per Hari

    KOMPAS.com – Pengguna Google Plus kini sudah mencapai 10 juta dan berbagi 1 miliar item setiap hari. Sementara tombol Google +1 ditekan 2,3 miliar kali per hari.

    Demikian keterangan resmi CEO Larry Page Kamis (14/7/2011) waktu Amerika seperti dikutip Mashable, Jumat (15/7/2011). Page mengungkapkan ini di depan sejumlah analis selama conference call Google kuartal kedua 2011.

  • Goda-Gado

    kita lihat saja ke depannya
    apakah era facebook akan berakhir?

  • Sepatu Boots

    google+ masih sedikit susah karena belum terlalu sering digunakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.699 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: