Membujuk Perusahaan Besar Untuk Hadir di Indonesia

Minggu lalu saya bilang bahwa saya akan menceritakan pertemuan saya dengan Mike Orgill dari Google. Salah satu topik yang saya utarakan adalah keinginan saya agar ada perusahaan besar untuk hadir di Indonesia, khususnya Bandung.  (Topik ini selalu saya utarakan kepada berbagai tamu dari luar.) Mengapa ini penting dalam konteks munculnya perusahaan start up yang bernuansa teknologi?

Salah satu referensi yang saya gunakan adalah sebuah artikel Wieners & Hillner di majalah Wired (1998). Artikel ini membahas Siliconia, yaitu daerah-daerah yang ingin meniru Silicon Valley di dunia. Ternyata ada banyak dan ternyata kebanyakan memang gagal. Menurut artikel itu ada empat (4) critical success factors:

  1. the ability of the area’s university and research facilities to train skilled workers or develop new technologies;
  2. the presence of established multinational companies as anchors to provide economic stability;
  3. the population’s entrepreneurial drive; and
  4. the availability of financial support in form of venture capitals

Dalam tulisan ini saya hanya ingin menyoroti poin kedua, bahwa di tempat Siliconia itu harus ada perusahaan yang bisa menjadi jaring pengaman. Kira-kira begini skenarionya.

Saya bekerja di perusahaan besar ini. Pada suatu saat saya punya ide untuk perusahaan start up. Saya kemudian keluar dari perusahaan ini untuk merealisasikan ide (bisnis, layanan, produk, dll.) tersebut. Jika berhasil, bagus. Jika tidak, maka saya menutup usaha ini dan … kembali menjadi pegawai di perusahaan besar ini. Perusahaan besar ini dengan kata lain menjadi “jaring pengaman”. Para entrepreneur tidak takut untuk memulai usahanya karena jika gagal pun dia tidak akan kelaparan. Ada pekerjaan. Nanti, di kemudian hari, jika ada ide lagi maka saya bisa keluar dan starting-up lagi.

Mengapa perusahaan besar? Karena bagi perusahaan besar, keluar atau masuknya satu orang tidak terlalu berpengaruh. Jaring pengaman ini tidak bisa PNS atau perusahaan BUMN atau perusahaan yang kaku seperti yang ada di Indonesia. (Kalau kita keluar, mana bisa kita balik lagi.) Ini hanya bisa dilakukan oleh perusahaan multi nationa companies, yang hanya melihat talent. Jika kita punya talent, maka kita akan diterima (meskipun kita sebelumnya sudah keluar).

Perusahaan besar tersebut tidak harus serta merta membuat kantor yang besar juga di Indonesia. Ini bisa dimulai dengan research center yang berisi 5 orang saja. Yang penting mereka ada di sini dulu.

Sebetulnya di Bandung dulu saya berharap IPTN dapat menjadi jangkar perusahaan ini di Bandung, sebagaimana halnya Lockheed di Silicon Valley dulu. (Menarik ya? Dua-duanya sama-sama perusahaan yang terkait dengan pesawat terbang.) Sayangnya IPTN tutup. Sekarang kita masih harus berusaha keras.

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

14 responses to “Membujuk Perusahaan Besar Untuk Hadir di Indonesia

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.929 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: