Hari kedua perjalanan dimulai dengan sahur di restoran hotel. Katanya sahur jam 3 pagi. Maka jam 3-an kami turun untuk sarapan. Ada beberapa orang juga yang nampaknya sahur. Sahurnya menu hotel-lah. Saya pilih kentang, sosis, omelete, roti, dan teh. Ada menu nasi dan bubur sebetulnya, tetapi saya pilih roti saja. Setelah sahur kami kembali ke kamar, menunggu subuh. Setelah shalat subuh, tidur lagi
Pikiran kami tidak banyak orang yang akan menggunakan ferry ke Singapura. Kalau dahulu orang mengambil jalur Batam ini untuk mengurangi biaya fiskal. Kalau dari Jakarta atau Bandung, ada biaya fiskal 1 juta rupiah per orang. Sementara itu biaya fiskal via Batam adalah 500 ribu. Lumayan bedanya kalau banyakan. Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi biaya fiskal. Jadi kami mengira tidak ada insentif bagi orang untuk melalui rute Batam ini. Santai saja lah. Ternyata kami salah.
Setelah check out paginya, kami langsung menuju Batam Center. (Taksi biasanya sekitar Rp 70 ribu atau Rp 75 ribu.) Sesampainya di sana kami menuju counter ferry. Ada dua armada yang populer, yaitu Penguin dan Batam Fast. Ketika kami sampai di atas, ternyata antrian sudah panjang! Hadoh. Ternyata banyak orang yang menuju Singapura dengan menggunakan ferry.
Antrian di counter Penguin memang pendek, tetapi itu untuk antrian yang jam 14.00. Hadoh. Sementara ini ini baru jam 10.00. Antrian di Batam Fast adalah untuk jam 11:40. Kami mengantri untuk Batam Fast saja. Selain Batam Center, sebetulnya ada tempat lain untuk naik ferry ke Singapura, yaitu Sekupang dan Jodoh. Ada beberapa orang yang akhirnya memutuskan untuk ke Sekupang saja. Kami sudah terlanjur ngantri. Tetap di sini saja lah.
Nah ini dia masalah di Indonesia, tidak bisa ngantri. Entah kenapa selalu begitu. Ada saja orang yang mencoba nyelonong. Saya sedikit kesal dan saya coba atur mereka. “Ayo antri. Mosok seperti yang tidak berpendidikan saja.” (Sambil mencoba bersabar. Sabar. Sabar. Sabar. Ini puasa. he he he.) Akhirnya bisa juga ngantri. Lupa berapa lama ngantrinya, mungkin 45 menit? Akhirnya kami kebagian ferry yang jam 12:30.
Masih ada waktu cukup lama. Kalau tidak puasa mungkin cari makan siang. Untungnya puasa. Jadi kami tidak disibukkan dengan mencari makan siang. (Lucu juga ya? Puasa malah menguntungkan.) Di Batam Center ini tempat duduk ruang tunggunya sangat sedikit sementara orang banyak. Kami putuskan untuk nyeberang ke mall di depannya saja. Ada jembatan penyeberangan ke sana. Lumayan ngadem.
Habis jalan-jalan sebentar di mall, kami kembali naik ke Batam Center dan langsung masuk ke ruang tunggu. Tidak lama kemudian kami naik ferry menuju Singapura. Bismillah …
Oh ya, ketika mau naik ferry ternyata yang Penguin ada yang berangkat jam 12:30. Berarti mereka beli tiketnya sudah dari pagi lagi. Terus orang yang mengarahkan penumpang bilang bahwa Penguin lebih murah. Bisa jadi. Bagi kami sih yang penting dapat ferry ke Singapura. Masalahnya kan Penguin baru kebagian yang jam 2 siang. Jadi pilih Batam Fast saja.
Singapore, here we come.



September 5th, 2011 at 9:06 am
Selamat idul fitri 1432 H, semoga apa yang kita dicita-citakan terwujud. amin
September 6th, 2011 at 6:15 am
Selamat Idul Fitri P BR, maaf lahir batin.
Pengalaman saya bulan kemarin Penguin memang lebih murah.
Tapi kalau antrian panjang kan tambah biaya antri.
Salam…
September 6th, 2011 at 11:47 am
Kan Pak, kalau ditulis akan bermanfaat bagi banyak orang.
September 6th, 2011 at 4:46 pm
bermanfaat kalo saya mau ke singapur lewat batam
September 7th, 2011 at 9:24 am
gak ngjak2… pk/…..hhhhhh
September 8th, 2011 at 4:32 pm
kaya nya asik mudik kenegara orang ????? kwek2x
September 9th, 2011 at 5:19 pm
sy cuman tersenyum pak
saat bapak di sini menunjukkan sedikit rasa kekesalannya