Sarapan di jalan

Kembali, hari ini saya sarapan di jalan. Eh, tepatnya sarapan di gedung perkantoran yang belum buka. Hari ini kami harus meeeting dengan klien. Maka saya berangkat pagi hari. Sangat pagi. Jam empat kurang, saya sudah berangkat dari rumah. Asyiknya jalan raya yang tidak terlalu ramai. Shalat Subuh bisa dilakukan di km 42 tol Cikampek. Tidak ramai juga.

Sampai di tujuan jam 6:15. Tempat parkir perkantoran masih sepi. Nah, sekarang tinggal mencari sarapan. Seperti biasa, ini kepagian. Tempat makan belum pada buka. Saya putuskan untuk berjalan-jalan seputar SCBD. Ada ibu-ibu menggelar jualan sarapannya di trotoar; lontong, kopi, dan beberapa makanan lainnya. Pekerja bangunan sarapan di situ. Asyik kayaknya. Perut bisa tahan gak ya? Mau motret, takut mengganggu. Jalan terus.

Di dekat Grand Lucky ada toko yang kayaknya menarik, Ketjil Kitchen. Saya jadi ingat tulisan Tita Larasati (aka esdurent) tentang tempat ini. Katanya asyik dan juga ada wifi. Sayangnya masih tutup. Jalan lagi.

Setelah 30 menit tidak menemukan tempat yang cocok. Akhirnya saya putuskan untuk sarapan di Daily Bread saja.

Selamat pagi … Sukses! Breakfast dulu ya …

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua yang ditulis oleh Budi Rahardjo

11 Tanggapan to “Sarapan di jalan”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.