Archive Bulanan: September 2011

Sakit Perut

Sakit perut saya sudah lima hari. Nampaknya harus mengunjungi dokter. Maka, pagi ini saya ke dokter.

Seperti biasa, dokter ketawa ketika saya bilang saya mencret. Dia lihat dalam kartu pasien saya, isinya sakit perut melulu. he he he. Dokter bilang juga memang sehabis hari Raya kebanyakan yang datang ke dokter adalah urusan sakit perut. Mungkin karena lebaran banyak makan yang ngaco. Saya sendiri merasa makan biasa saja, tidak berlebihan dan tidak aneh-aneh. Tetap saja sakit perut. Ini namanya nasib. he he he.

Obat sudah diminum. Mudah-mudahan sembuh.


Server Masalah, Gak Tahu Password

Sudah beberapa hari ini server di kampus saya mati. Masalah selalu terjadi ketika waktunya tidak pas. Tadi saya sempatkan untuk mencoba menghidupkannya kembali. Ternyata disk-nya ada yang harus di-fsck dan minta root password. Saya gak tahu. (Dulu lupa sekarang gak tahu.) Stuck.

Lagi mikir gimana caranya untuk meng-fsck disk itu. Masalahnya dia gak punya CD drive dan juga karena ini hardware lama (tahun 2002!) dugaan saya dia tidak bisa diboot via USB juga. Stuck. (Ide: bawa CD-ROM, pasang secara internal via kabel IDE. Bongkar pasang. Saya khawatir ada konflik saja.)

Ide lain adalah cabut disknya terus di-fsck di komputer lain. Masalahnya, saya gak punya komputer lain yang bisa dibawa ke tempat itu. Macet juga. (Nampaknya mesti punya komputer cadangan nih.)

Mikir dulu lagi … Perasaan dulu pernah ngalamin hal ini.


Mudik ke Singapura (2)

Hari kedua perjalanan dimulai dengan sahur di restoran hotel. Katanya sahur jam 3 pagi. Maka jam 3-an kami turun untuk sarapan. Ada beberapa orang juga yang nampaknya sahur. Sahurnya menu hotel-lah. Saya pilih kentang, sosis, omelete, roti, dan teh. Ada menu nasi dan bubur sebetulnya, tetapi saya pilih roti saja. Setelah sahur kami kembali ke kamar, menunggu subuh. Setelah shalat subuh, tidur lagi :)

Pikiran kami tidak banyak orang yang akan menggunakan ferry ke Singapura. Kalau dahulu orang mengambil jalur Batam ini untuk mengurangi biaya fiskal. Kalau dari Jakarta atau Bandung, ada biaya fiskal 1 juta rupiah per orang. Sementara itu biaya fiskal via Batam adalah 500 ribu. Lumayan bedanya kalau banyakan. Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi biaya fiskal. Jadi kami mengira tidak ada insentif bagi orang untuk melalui rute Batam ini. Santai saja lah. Ternyata kami salah.

Setelah check out paginya, kami langsung menuju Batam Center. (Taksi biasanya sekitar Rp 70 ribu atau Rp 75 ribu.) Sesampainya di sana kami menuju counter ferry. Ada dua armada yang populer, yaitu Penguin dan Batam Fast. Ketika kami sampai di atas, ternyata antrian sudah panjang! Hadoh. Ternyata banyak orang yang menuju Singapura dengan menggunakan ferry.

Antrian di counter Penguin memang pendek, tetapi itu untuk antrian yang jam 14.00. Hadoh. Sementara ini ini baru jam 10.00. Antrian di Batam Fast adalah untuk jam 11:40. Kami mengantri untuk Batam Fast saja. Selain Batam Center, sebetulnya ada tempat lain untuk naik ferry ke Singapura, yaitu Sekupang dan Jodoh. Ada beberapa orang yang akhirnya memutuskan untuk ke Sekupang saja. Kami sudah terlanjur ngantri. Tetap di sini saja lah.

Nah ini dia masalah di Indonesia, tidak bisa ngantri. Entah kenapa selalu begitu. Ada saja orang yang mencoba nyelonong. Saya sedikit kesal dan saya coba atur mereka. “Ayo antri. Mosok seperti yang tidak berpendidikan saja.” (Sambil mencoba bersabar. Sabar. Sabar. Sabar. Ini puasa. he he he.) Akhirnya bisa juga ngantri. Lupa berapa lama ngantrinya, mungkin 45 menit? Akhirnya kami kebagian ferry yang jam 12:30.

Masih ada waktu cukup lama. Kalau tidak puasa mungkin cari makan siang. Untungnya puasa. Jadi kami tidak disibukkan dengan mencari makan siang. (Lucu juga ya? Puasa malah menguntungkan.) Di Batam Center ini tempat duduk ruang tunggunya sangat sedikit sementara orang banyak. Kami putuskan untuk nyeberang ke mall di depannya saja. Ada jembatan penyeberangan ke sana. Lumayan ngadem.

Habis jalan-jalan sebentar di mall, kami kembali naik ke Batam Center dan langsung masuk ke ruang tunggu. Tidak lama kemudian kami naik ferry menuju Singapura. Bismillah …

Oh ya, ketika mau naik ferry ternyata yang Penguin ada yang berangkat jam 12:30. Berarti mereka beli tiketnya sudah dari pagi lagi. Terus orang yang mengarahkan penumpang bilang bahwa Penguin lebih murah. Bisa jadi. Bagi kami sih yang penting dapat ferry ke Singapura. Masalahnya kan Penguin baru kebagian yang jam 2 siang. Jadi pilih Batam Fast saja.

Singapore, here we come.


Transformer Nongol di Rumah?

Hari Sabtu, gudang kantor di bawah sedang dibersihkan. Ternyata ada tumpukan robot Transformer milik keponakan. Langsung saja (sebagian) dipasang di atap rumah :)   Ini dia fotonya.

Ada bagian yang belum terpasang. Masih ada setumpuk robot lagi di gudang :)

Tadinya mau dipasang di pagar di pinggir jalan. Melihat ke jalan. Biar orang-orang kaget. Tapi bahannya bakalan cepat rusak kalau kena hujan. Rangka dalamnya hanya pakai kayu biasa. Ya sudah. Ini hanya pajangan sementara. Balik lagi ke gudang :)


Futsal Hari Ini

Kemarin ada ide gimana kalau hari ini ada futsal. Langsung dieksekusi dan dijadikan. Maka pagi tadi kami futsal. Untung yang datang 10 orang, sehingga pas bisa bermain 5 vs 5. Lumayan 2 jam bermain futsal cukup lah.

Setelah futsal dilanjutkan dengan makan bersama di Batagor H. Isan, di jalan Cikawao. Batagornya enak dan murah (hanya Rp. 1500,-/buah).

Selamat pagi …


Mudik Ke Singapura

Tahun ini kami “mudik Lebaran” ke Singapura lagi. Ini sedikit cerita perjalanannya.

Arah ke Singapura kami prediksikan akan banyak orang, yaitu orang yang berliburan. Ini ditandai dengan mahalnya tiket pesawat yang langsung dari Bandung ke Singapura. Akhirnya kami putuskan mengambil jalur Bandung – Batam – Singapura. Nanti pulangnya menggunakan jalur Singapura – Batam – Jakarta – Bandung.

Berangkat hari Minggu sore, masih puasa, kami perkirakan akan buka puasa di atas pesawat. Pesawat rencananya take off jam 5:30 sementara buka puasa sekitar 5:50. Ternyata pesawat delay satu jam. Wah harus buka di bandara.

Pas masuk ke ruang tunggu saya perhatikan kantin dan tempat makan sudah pada tutup. Wahhh. Padahal tadi hanya bawa makanan kue-kue dan tidak membawa minuman karena botol minum tidak boleh dibawa ke pesawat. Lirik kiri-kanan. Ternyata ada kafe pas dekat pintu masuk penerbangan domestik baru buka lagi. Tadinya mereka sudah tutup. (Ganti shift mungkin?) Sekarang kafe Black Canyon ini buka lagi. Alhamdulillah. Langsung kami ke sana pesan makanan untuk buka. Ada banyak makanan yang enak-enak di situ. Tidak murah, tapi memang enak. Yang pesan makanan mungkin hanya 4 orang sementara yang kerja di sana mungkin lebih dari itu. hi hi hi.

Penerbangan Merpati ke Batam ini ternyata tidak banyak orangnya. Mungkin penumpangnya hanya sekitar 30 orang? Kami tadi bergurau mungkin kita dinaikkan pesawat yang kecil saja. Di pelataran parkir pesawat memang ada CN 235 Merpati. Hadoh. Akhirnya memang naik pesawat yang biasa (lupa apa – Boeing 737?).

Berjalan ke arah pesawat, pada sore hari. Wah bagus sekali. Sayang saya tidak sempat memotret dan saya tidak tahu apa diperbolehkan. Bismillah …

Pesawat tepat waktu. Sampai di Batam kami langsung menuju hotel Mercure. Hari-hari sebelumnya hotel di Batam ini penuh. Entah kenapa. Hari ini sih tidak. Nampaknya orang Batamnya juga mudik. he he he. Tadinya kami ingin mencoba makan seafood, tetapi karena pesawat delay dan kami sudah berbuka puasa, maka batallah mau makan seafood di Batam. Sebetulnya dulu di sebelah hotel Mercure ini ada tempat makan seafood kecil, tetapi sekarang tempatnya sudah jadi lapangan futsal. Mungkin lebih menguntungkan buka lapangan futsal dari pada jadi tempat jualan seafood?

Di hotel terdengar suara speaker masjid. Nampaknya di masjid sana ada yang sedang shalat tarawih. Kami shalat tarawih di kamar hotel saja. Nampaknya shalat tarawih di masjid itu entah suratnya yang panjang atau 23 rakaat, karena setelah saya selesai shalat pun mereka masih terus. :)

Langsung tidur karena besok pagi masih harus menggunakan ferry ke Singapura.

[bersambung]


Cerita Yang (Tidak) Basi

Saya lagi berpikir keras. Bagaimana membuat cerita yang tidak basi ya? Saya ingin bercerita tentang perjalanan ke Singapura kemarin, tetapi kayaknya kok sudah basi. Setidaknya, itu yang ada dalam pemikiran saya. Bisa jadi saya salah karena bagi pembaca mungkin tidak basi.

Ada banyak buku yang ditulis sudah bertahun-tahun lalu. Ceritanya pun tentang perjalanan seseorang. Dan tidak basi. Dengan kata lain, memang teknik menulisnya yang bagus ya. Enak dibaca dan … tidak basi. Hmmm. Kalau begitu saya akan coba menuliskan perjalanan kemarin ah. Biarin basi juga. Ha ha ha


Selamat Pagi, Bandung

Semalam kami tiba di Bandung. Perjalanan dari Jakarta ke Bandung ternyata sangat lancar. Hanya dua jam saja. Padahal kami tadinya sudah khawatir akan adanya macet. Ternyata tidak ada macet sama sekali. Bahkan lancarnya lebih lancar dari hari-hari biasa.

Sampai di Bandung saya sudah terlalu cape untuk memproses foto-foto hasil perjalanan ke Singapura kemarin. Jadi yang sempat ditampilkan hanya foto hot dog saja. he he he.

Pagi ini sudah terbangun. Meskipun masih ngantuk tetapi kayaknya sudah ingin upload foto-foto. Di luar ternyata udaranya cerah dan langit sangat bagus. Ada biru, putih, dan oranye. Bisa dipotret gak ya? Ambil kamera dulu. Jepret dulu. Sayangnya banyak terhalang oleh kabel, tiang listrik, lampu, rumah, dan seterusnya. Ya ambil yang optimal saja.

Selamat pagi, Bandung.


Selamat Pagi, Jakarta

Kemarin sore kami baru tiba kembali di Jakarta. Karena sudah mulai menjelang malam, akhirnya kami putuskan untuk menginap di jakarta dulu saja. Hotel Formule1 menjadi pilihan. Murah dan bersih. Perjalanan kembali dilanjutkan besok pagi.

Pagi ini suasana di Jakarta cerah. Jalan belum ramai. Cari sarapan dulu ah. tujuan kami adalah 7 eleven :)   Di tempat ini (saya lupa nama jalannya, tapi dekat tugu pak Tani) ada tempat makannya. Saya membeli hot dog dan teh panas. Sebetulnya pengen kopi, tapi perut sedang tidak ramah. Jadinya teh saja.

[tulisan ini saya kirimkan tadi pagi, tapi internet putus sehingga dia masuk ke draft. sekarang baru bisa saya tampilkan kembali.]


di atas ferry

posting dari atas ferry. Mumpung masih ada sinyal internet. Hi hi hi. Pagi yang cerah. Selamat pagi …


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.