Archive Bulanan: Oktober 2011

Jejaring Sosial dan Informasi Jalan

Tadi pagi kami pergi ke Jakarta dan siang pulang kembali ke Bandung dengan mengendarai mobil melalui jalan tol Cipularang. Perjalanan dari Bandung ke Jakarta relatif lancar. Justru orang Jakarta yang banyak terjebak macet. Ada saudara yang harus putar-putar cari jalan karena jl. Sudirman (Jakarta) ada car free day jadi ditutup. Lalu lintas dibuang ke sana ke mari. Macet. Kami, alhamdulillah, lancar.

Nah, pulangnya juga mulanya lancar sampai di km 120 (menuju Bandung). Tiba-tiba lalu lintas berhenti. Saya mencoba mencari tahu ada apa. Langkah pertama mencari informasi di radio (FM 89,30). Beritanya bermacam-macam sehingga kami harus menunggu. Saya coba akses twitter dengan handphone saya. Dalam waktu singkat saya dapat jawaban bahwa informasi tentang jalan tol dapat dilihat melalui CCTV di www.jasamargalive.com. Sayangnya koneksi internet di handphone ini agak lambat dan kurang handal. Saya tidak yakin saya bisa membuka tampilan CCTV.

Untungnya tidak berapa lama kemudian ada orang yang menelepon Radio ElShinta untuk memberitahukan adanya pohon tumbang dan menghalangi jalan. Penelepon ini hanya pendengar biasa, wisdom of the crowd. Tak lama kemudian saya juga mendapat informasi yang sama di twitter saya. (Thanks to Andika dan Johar.) Ini manfaat jejaring sosial.

Alhamdulillah akhirnya kami bisa melewati kemacetan. Penduduk setempat memotong ranting dan dahan pohon yang tumbang itu. Semoga amal mereka mendapat ganjaran yang lebih besar. Amin.


Teh Rasa Martabak

Barusan membuat teh. Kayaknya enak kalau ditambah susu, jadi teh susu. Kebetulan ada susu kaleng. Langsung saya tambahkan. Setelah saya cicipi, kok rasanya agak aneh ya. Saya lihat kaleng susunya, ternyata ini susu rasa keju. Hadoh. Saya baru tahu ada susu rasa keju. Nampaknya susu ini yang biasa dipakai untuk buat martabak manis.

Jadi … teh ini berasa … martabak :)  he he he   Aneh. Tapi tetap enak …


Indahnya Awan

Indahnya alam, eh awan. Ini dipotret beberapa menit yang lalu di belakang rumah.

Lukisan awan” merupakan salah satu potret yang saya sukai. Alasannya, mudah dipotret :)  dan membuat hati senang. (Itulah sebabnya saya kurang suka hujan.) Terlepas dari itu, memang hebat sekali karunia Allah Yang Maha Kuasa. Betapa indahnya. Saya bersyukur bisa menikmati hal ini.


Hilangnya Kebanggaan Terhadap Indonesia

Hari ini, 28 Oktober, merupakan hari Sumpah Pemuda. Adanya tekad untuk mempersatukan Indonesia.

Berpikir … apakah memang kita masih bangga terhadap INDONESIA? Semua yang ada di Indonesia sudah dijual atau digadaikan ke pihak asing. Demi globalisasi atau pasar global, korbankan (kebanggaan atas) Indonesia. Atau memang sudah tidak ada yang dapat dibanggakan?


Tidak Setuju .ID dibuka begitu saja

Tadinya saya ingin ada diskusi yang lebih mendalam mengenai hal ini, tetapi berita yang ada di masyarakat dan di luar sana membingungkan. Bahkan berita ini sudah muncul juga di media asing. Sangat rancu.

Maka dengan ini saya, masih menjabat sebagai ccTLD ID, menyatakan bahwa saya TIDAK SETUJU penggunaan domain .ID tanpa second level domain (SLD). Demikian harap dipahami.

Terkait:

  1. Bacaan tentang latar belakang Nama Domain <= *baru* (in progress). Perlu dibaca bagi yang ingin memahami latar belakangnya.
  2. Refleksi Gagasan 30 September 1997/PDTT-ID

Teh saja ya …

Ini cerita jaman duluuu sekali. Teman saya pernah bercerita bahwa di tempat tinggalnya orang tidak menyajikan air putih. Kalau mau minum ya hanya ada teh atau kopi. Selidik punya selidik, ternyata air di sana keruh. he he he. Kalau dikasih air putih kan kelihatan. Kalau dibuat teh kan tidak kelihatan. Hadoh!

Pagi ini kami baru sadar bahwa air galon kami ternyata bau! Kok bisa ya? Terlalu lama terjemur di warung? Entahlah. Lagi mikir, apa dibuat air teh aja ya?


Reaktif

Sekarang sedang trend soal anak yang harus akrobat menyeberang jembatan kawat baja untuk pergi ke sekolah. Kemudian kita ramai-ramai membantu. Tidak ada yang salah dari ini, bahkan perlu didukung.

Hanya saja, hal semacam ini masuk ke kategori reaktif. Semestinya ada upaya-upaya lain yang lebih pro-aktif dan preventif sehingga kesulitan seperti ini bisa dikurangi.

Atau memang kehidupan seperti ini? Reaktif …


Kreatif Karena Kekurangan

Sering kita beranggapan bahwa keberadaan atau kecukupan merupakan syarat untuk menghasilkan sesuatu. Orang yang memiliki fasilitas lebih baik tentunya akan menghasilkan karya yang lebih baik. Pada kenyataannya justru terbalik; kekurangan justru memaksa orang untuk menjadi kreatif dan akhirnya menghasilkan karya yang lebih baik.

What most people think are the best working conditions, are not. … One of the better times of the Cambridge Physical Laboratories was when they had practically shacks – they did some of the best physics ever.
[R.W. Hamming]

Lihat juga video ini: Flipping Adversity to Advantage

Pikir-pikir banyak artis musik memiliki karya terbaik ketika mereka masih miskin. Setelah terkenal dan kaya, justru karyanya menjadi buruk. Mungkin mereka harus disiksa dulu untuk menghasilkan karya lagi? he he he.

Kalau kata Steve Jobs juga “stay hungry” …

Bagaimana menurut Anda?


tanpa judul

[soalnya bingung mau ngasih judul apa. belum ada ide. posting dulu aja.]


Kebanyakan Ide

Kalau orang kekurangan ini, saya malah kebanyakan ide. Terus kesel karena tidak punya waktu untuk mengeksekusi ide itu. Jangankan untuk mewujudkan ide itu, untuk sekedar menuliskannya saja juga tidak sempat. Hadoh.

Saat ini yang mengganggu pikiran saya adalah ingin membuat program senderhana untuk menghasilkan topik tulisan, generator topik (topics generator). Masalahnya, kapan yang codingnya? (Tambahan lagi, mau disimpan di svn/git yang mana ya? Ini juga masih perlu dicoba-coba.)

… z z z … lho kok malah jadi tidur?


Shockbreaker Rusak Gara-gara Jalan di Bandung

Baru saja saya kembali dari bengkel, mengganti shockbreaker mobil. Minggu lalu ketika mengganti ban, ketahuan shockbreaker kiri belakang bocor. Hari ini baru sempat diperbaiki. Habislah 500 ribu-an.

Kalau dipikir-pikir dan dikaitkan dengan kondisi jalan di Bandung, ya sudah pasti shockbreaker kendaraan cepat rusak. Jalan banyak yang berlubang, renjul, dan tidak rata. Kalaupun jalannya bagus, kemudian oleh masyarakat (?) dipasang polisi tidur. Kadang posisi polisi tidurnya juga sangat tinggi dan jaraknya berdekatan. Ada tempat yang hampir setiap 10 meter ada polisi tidurnya.

Jadi, kalau di Bandung, kaki-kaki mobil dan shockbreaker yang menjadi tumbalnya. Kalau di Jakarta, mungkin mesin ya yang bermasalah (karena sering macet)?


Jeleknya Pakai Notebook Terus Menerus

Masih terkait dengan rusaknya desktop saya, terpaksa saya menggunakan notebook (Macbook) untuk kerja di rumah. Entah karena kualitas batre saya yang jelek atau gimana tapi saya sudah dua (2) kali men-charge Macbook ini; dari hampir kosong ke penuh. Hadoooh.

Saya menduga bahwa usia batre akan semakin menurun dengan semakin banyaknya cycle charge batre ini. Benar tidak sih? Yang pasti, ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi saya.

Dulu saya mencoba melepas batre untuk kerja di rumah. Tetapi kata orang hal ini justru membahayakan si notebook. Kalau ada apa-apa, misalnya listrik mati mendadak atau kabel kecabut tiak sengaja, malah bisa kena motherboard atau disk. Jadi suka atau tidak suka, tetap saya pasang batre di Macbook ini.

Sekarang charge dulu ah …


Mushola Jadi Tempat Tidur?

Tadi kami makan siang di the Harvest. Setelah makan siang, kami mencari apakah ada tempat shalat (mushola) di tempat itu. Ternyata ada di basement / tempat parkir katanya. Oke, tidak mengapa. Kami menuju ke sana. Pas saya lihat ternyata kami tidak bisa shalat di sana.

Musholanya cukup luas. Masalahnya adalah mushola itu dipakai tidur oleh beberapa orang. Ada mungkin tujuh orang yang tidur di sana. Entah mereka itu pegawai atau supir tamu atau bagaimana. Yang pasti, tidak ada tempat untuk shalat sama sekali. Akhirnya kami putuskan untuk shalat di tempat lain saja.

Nampaknya mushola dijadikan tempat tidur sudah biasa ya?


Korban Teknologi

iBook yang saya pasang kemarin (untuk menggantikan desktop yang masuk bengkel) ternyata hari ini bermasalah. Kalau waktu itu masalahnya adalah tombol “l” tidak  bisa digunakan, maka sekarang tombol “s” seperti tertekan terus. Masalah ini membuat saya harus mengistirahatkan kembali sang iBook.

Sekarang saya keluarkan kembali Mac Mini. Menyala, tetapi kemudian saya cek sistem operasinya sudah terlalu lama dan tidak dapat diupgrade lagi. Tak lama kemudian sang Mac mini ini nge-hang. Tidak tahu kenapa. Saya menduga masalahnya terkait dengan software, tetapi ini juga tidak yakin. Apa harus di-Linux-kan saja? Nampaknya Mac mini ini juga harus pensiun (sementara?).

Rangkumannya? Satu notebook dan satu komputer ternyata tewas. Saya menjadi korban teknologi. Sedih, tetapi di sisi lain senang karena ada alasan untuk membeli produk yang lebih baru. Dasar …


Stairway to …


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.