Archive Bulanan: Oktober 2011

Selamat Jalan Dennis Ritchie

Hari Rabu kemarin (tanggal 12 Oktober 2011), Dennis Ritchie meninggal. Siapa dia? Dia adalah penemu (pengembang) bahasa C dan sistem operasi UNIX, bersama dengan Ken Thompson. Keduanya, C dan UNIX, merupakan dasar utama saya dalam mengimplementasikan berbagai ida / program.

Yang menarik dari Dennis Ritchie adalah tulisannya dan kode programnya sangat elegan dan simpel. Saya belajar bahasa C dari buku karangan Kernighan dan Richie, “The C Programming Language” yang kemudian dikenal dengan istilah “K&R book”. Bukunya cukup tipis tetapi isinya sangat to the point. Saya sudah membaca buku ini berulang kali dan anehnya, setiap membaca ulang saya menemukan hal-hal yang baru yang mungkin dulu tidak saya perhatikan atau tidak saya mengerti. Pokoknya bukunya cocok sekali untuk saya.

UNIX, sama seperti C, juga sangat elegan dan simpel – bagi saya, tentunya he he he. Suatu saat saya melihat jeroan UNIX (karena harus mengimplementasikan sesuatu sehingga harus melihat internalnya dan ada supervisor saya yang membimbing saya untuk melihat jeroannya). Wah, kodenya elegan sekali.

Sistem internet sekarang masih banyak menggunakan program yang ditulis dalam bahasa C – atau turunannya. Demikian pula banyak server internet yang menggunakan UNIX atau turunannya (seperti *BSD, Linux). Itu adalah karya dari Pak Ritchie.

Selamat jalan Dennis Ritchie. May you rest in peace.

Berita terkait: Dennis Ritchie, Trailblazer in Digital Era, Dies at 70


(tidak ada) Pengaruh Jejaring Sosial

Minggu lalu, Merlyna Lim datang ke Bandung. Rame-rame kami ngopi bersama dan berdiskusi tentang berbagai hal. Salah satu yang muncul adalah topik tentang jejaring sosial. Kebetulan Mer memang sedang jalan-jalan ke Indonesia dalam rangka itu. Hasil diskusi yang saya pahami adalah jejaring sosial belum memiliki pengaruh yang super hebat seperti yang didengung-dengungkan oleh para promoternya. Jangan salah, saya pun termasuk yang mempromosikan penggunaan jejaring sosial, tetapi untuk melihat efeknya saya masih harus percaya bahwa dia masih sama dengan jejaring di dunia nyata.

Sabtu ini katanya ada usulan untuk mematikan handphone selama dua jam sebagai unjuk protes terhadap pelayanan operator telekomunikasi yang kurang baik. Banyak orang yang merasa dirugikan oleh operator ini. Menurut saya, sebagai gerakan sih oke-oke saja tetapi kalau dilihat dari efektivitasnya nampaknya belum bisa terukur. Bahkan, kalaupun sekarang diukur mungkin efeknya belum ada. Untuk kasus ini lebih baik energi difokukan kepada regulator untuk memastikan operator telekomunikasi benar dalam menjalankan operasionalnya. (Ada berbagai usulan, seperti adanya usulan untuk melakukan security audit terhadap billing systemnya operator.)

Citizen jurnalism juga belum berjalan dengan baik. Coba lihat peringkat situs yang paling banyak diakses atau twitter yang paling banyak diikuti, masih didominasi oleh sumber berita formal :)  so much for citizen journalism. Kebanyakan kita masih jadi pengekor. Jadi, dunia maya pun masih didominasi oleh power house dari dunia nyata.

Jadi?


Makan Mandi

Semalam kami rame-rama makan mand. Mandi? Kok makan? Bingungkan? Ini adalah nama makanan. Saya tidak tahu persisnya, Yemen? Arab? Ini dia fotonya:

Nasi dan kambing muda. Ini foto yang lebih dekat …

Tentu saja rasanya uenak tenan:)


Sarapan

Sarapan, atau breakfast kata orang sono, merupakan makanan yang penting. Bahkan ada yang bilang itu makan yang paling penting. Mungkin itu karena  kita akan sulit bekerja dengan baik bila perut kosong?

Ada yang sarapan harus makan nasi. Kalau belum makan nasi, biarpun roti sudah, masih belum sarapan. he he he. Saya sendiri biasa sarapan pakai apa saja, roti, nasi, bubur, apa saja sih. Yang paling saya sukai sebetulnya adalah sarapan yang seperti disajikan di hotel dengan toast, omelete, sosis, dan teh panas (atau kopi panas).

Pagi ini sarapan saya cukup roti murah meriah dan sebotol air mineral saja. Maklum, sarapan beli di jalan (menuju ibukota). Ini fotonya yang black and white karena pagi masih gelap tadi :)

Apa sarapan Anda hari ini?

Selamat pagi.


Menjelaskan Konsep

Seringkali kita saya mengalami kesulitan menjelaskan konsep kepada seseorang. Kadang memang konsepnya agak “berat” sehingga membutuhkan waktu dan kesabaran, tetapi kadang konsepnya mudah (menurut saya, tentunya) tetapi kok susah dimengerti ya. Yang paling susah adalah jika kita juga diberi batasan waktu, misalnya pada presentasi thesis / disertasi ada batas waktu untuk menjelaskan konsep. Pokoknya berabe deh.

Tadi saya mengajar kuliah pengantar teknologi informasi untuk mahasiswa Farmasi kelas internasional. Saya menjelaskan tentang perbedaan antara painting program dan drawing program. Tentu saja sebelumnya saya menjelaskan mengenai bitmapped dan vector graphics. Pada awalnya mahasiswa pusing. Untungnya mereka terus bertanya, sampai akhirnya sang mahasiswa mengalami “aha moment“. Aha … saya mengerti sekarang. Nah, bagi yang mengajar itu momen yang menyenangkan juga.

Menjelaskan konsep itu nampaknya harus mengetahui latar belakang lawan bicara; latar belakang pendidikan, dan kultur. Memang menjelaskan konsep itu membutuhkan kesabaran …


Warna Warni

Dahulu warna spidol sangat terbatas; hitam, biru, merah, dan hijau. Sekarang, spidol bisa warna warni. Ada warna ungu, pink, biru muda, kuning, cokelat, dan lain-lain. Menarik juga ya. Eh, apa kelihatan kalau ditulis di whiteboard ya?


Sibuk Ngapain Ya?

Akhir-akhir ini banyak hal yang tidak sempat saya kerjakan (khususnya membaca). Entah rasanya banyak sekali yang harus dikerjakan. Bukan hanya rasanya, tapi sesungguhnya. Saya yakin bahwa saya sibuk. he he he.

Memang semua kesibukan itu tidak saya tuliskan di kertas. Mereka semua tercatat di kepala saja :)   Nampaknya harus diuraikan di kertas supaya bisa terlihat kesibukan diri sendiri. he he he


The Machine Stops

Baru saja saya selesai membaca “The Machine Stops” karangan E. M. Forster. Tulisan ini berada dalam kumpulan cerita yang dibukukan dalam “The Science Fiction Hall of Fame” (volume two B), dengan editor Ben Nova.

Ceritanya adalah di masa yang akan datang kehidupan kita dibantu dengan teknologi, yang dalam hal ini dikenal dengan nama “The Machine”. Orang tinggal dalam ruangan sendiri-sendiri seperti sel. Lucu juga namanya mengingatkan saya akan sel penjara, tapi jaman itu orang memang menginginkan privasi sehingga mereka tidak merasa dipenjara akan tetapi merasa seperti di rumah.

Di dalam sel ini kalau mau makan, kita tinggal bilang atau menekan tombol. The Machine akan memunculkan makanan di depan kita. Mau tidur, tinggal bilang. Tempat tidur akan muncul di ruangan kita. Mau mengajar, tinggal mengajar. Mahasiswa akan hadir secara virtual. Weh… Pokoknya orang jadi malas ke mana-mana. Mungkin ini seperti yang divisualisasikan di film Wall-e?

Orang pada waktu itu merasa nyaman. Bagaimana kalau the machine berhenti bekerja? Tidak terbayangkan oleh mereka.

Saya kok jadi terbayang kondisi saat ini ya? Kita semua menyendiri dalam “sel virtual” kita masing-masing. Tidak ingin diganggu. Semua komunikasi dilakukan secara virtual dengan bantuan komputer dan handphone; email, SMS, chat, BBM, …  Bagaimana kalau ini semua berhenti bekerja?

Cerita yang pantas dibaca dan didiskusikan dalam bagian kuliah. Yuk mari.


Reuni …

Hari Sabtu kemarin (8 Oktober 2011) banyak sekali acara halalbihalal dan reunian. Saya sendiri akhirnya hanya sempat hadir 1 jam di acara reunian SMAN1 dan kemudian menuju ke reunian Eletro 81. Kami sama-sama masuk ke Teknik Elektro ITB 30 tahun lalu. Whoa.

Ini potret bersama sekarang …

Dipotret di Wisma Joglo, Dago Resort, Bandung.


Mau?

Berikut ini adalah foto-foto makanan pembuka sebelum makan malam :)

… blueberry pancake …


Proposal Yang Kurang Menarik

Beberapa kali saya diminta mahasiswa untuk menjadi pembimbing kegiatan lomba mereka. Sering juga saya diminta untuk menjadi juri di berbagai kegiatan yang  terkait dengan bidang teknologi informasi. Kesemuanya ini bermuara pada satu hal, yaitu tulisan. Untuk yang terkait dengan lomba, tulisan berbentuk proposal.

Nah, satu hal yang sering terlihat kecil tetapi penting adalah penyajian atau tampilan dari proposal. Seringkali proposal yang saya temui memiliki tampilan yang tidak menarik. Sering saya katakan bahwa proposal ini tidak jauh berbeda dengan laporan praktikum untuk memenuhi tugas kuliah. Hambar. Kering. Hanya berisi data yang tidak menarik. Asal ada saja. Para pembuat proposal ini tidak sadar bahwa yang membaca juga manusia, yang memiliki mood. Kalau tulisan tidak menarik, bagaimana bisa buat mood bagus dan akhirnya memberi nilai yang bagus? Belum lagi ada kondisi yang mana proposal ini diadu dengan proposal yang lain. Jika kualitas isinya sama, tapi tampilan berbeda, mana yang akan dipilih?

Sayang saya tidak punya contoh (gambar, screenshot, tampilan) tentang proposal yang tampilannya buruk itu. Lain kali saya potret ah.


Radio Tape Xenia

Kadang-kadang setelan jam di radio tape Xenia salah. Mau diubah bingung cara nyetelnya. Tambahan lagi saya tidak tahu model dari radio tape Pioneer ini. Cari-cari, akhirnya ketemu manualnya; KEH-P3067ZY / KEH-P3056ZY / KEH-P3157ZY. (Herannya, manual model ini tidak ditemukan di internet.)

Untuk mengatur jam:

  1. Dalam keadaan mati, tekan AUDIO untuk memilih jam. (Tombol AUDIO itu yang bernama “A” di bagian kanan bawah.) Tekan berulang-ulang lama hingga jam muncul di tampilan;
  2. Tekan < atau > untuk memilih segmen tampilan yang ingin diset (jam atau menit);
  3. Tekan VOLUME atas/+ atau bawah/- uyntuk mengatur jam/menit yang ingin diset.


Selamat Jalan, Steve Jobs

Hari ini, 6 Oktober 2011, Steve Jobs meninggal dunia. Siapa Steve Jobs? Bagi yang suka dengan komputer dan gadget (nerds lah), Steve Jobs adalah tokoh yang tidak asing lagi. Dia adalah pendiri perusahaan Apple Computers. Bagi saja, Steve Jobs dan Apple memiliki kenangan khusus.

[image taken from Apple web site today]

Di sekitar awal tahun 80-an (mungkin tahun 1981?) saya berkeinginan membeli electric guitar. Kebetulan saya pergi ke Singapura. Dengan membawa uang di saku, saya pergi menuju toko alat-alat musik. Di tengah jalan, saya melihat toko komputer yang menampilkan Apple ][ di etalasenya. Maka, beloklah saya untuk melihat-lihat. Ternyata, saya tidak sekedar belok tetapi pulang dengan membawa Apple ][. Gitar tidak jadi terbeli :)   Perlu diingat juga bahwa pada masa itu sedang maraknya komputer Apple clone (gadungan). Yang saya beli adalah komputer Apple asli! Kebayang bagaimana terpikatnya saya dengan Apple.

Perkenalan saya dengan World Wide Web (WWW) di awal perkembangannya juga gara-gara Steve Jobs, yaitu gara-gara saya menggunakan NeXT computer / workstation. Pada waktu itu, Steve Jobs ditendang dari Apple Computer. Dia kemudian mendirikan perusahaan NeXT yang membuat workstation dan sistem operasi yang canggih (pada jamannya). Nah, tanpa sengaja saya hanya kebagian workstation NeXT ini waktu kerja. Kebetulan Tim Berners-Lee di belahan dunia yang lain sedang mengembangkan WWW dengan menggunakan NeXT computer. Maka beruntunglah saya bisa mencicipi awal dari WWW. Thanks again to Steve Jobs.

Steve Jobs merupakan saya satu idola saya dalam hal kreatifitas dan juga cara dia memberikan presentasi. Hampir semua buku tentang Steve Jobs saya baca; biografi, video wawancara, sampai ke cara teknik presentasi Steve Jobs. Oh ya, minggu lalu saya mengajari cara presentasi di kelas dan yang saya jadikan contoh adalah … Steve Jobs. Tentu saja.

Satu hal yang ada pada Steve Jobs tetapi jarang ditemukan di banyak orang adalah … taste! Dia punya taste terhadap desain yang luar biasa. Sampai sekarang saya masih mengagumi NeXT computer. (Dan dulu pun saya sempat menggunakan NeXT computer yang memperkenalkan saya kepada World Wide Web.)

Selamat jalan, Steve Jobs. Semoga kreatifitas dan inspirasimu menjadi amal. Amin.


Update Dulu

Tadi pagi saya ke Jakarta dan sekarang (mendekati jam 12 malam) saya sudah kembali lagi di Bandung. Hal yang pertama dilakukan adalah upload foto-foto yang diperoleh waktu tadi di jalan. Misalnya, foto Sate Tegal Yayan Gondrong yang jadi makan siang saya. he he he.

Foto ini saya ambil dengan menggunakan handphone Nokia N8. Alasannya adalah karena “kamera” itu yang selalu dibawa. Sebetulnya saya menanti Android-based handphone yang dijanjikan oleh sebuah vendor, tetapi tak kunjung datang juga. he he he. Eh, sebetulnya kamera dari Nokian N8 ini sudah lebih dari cukup. Lihat saja hasilnya bagus bukan?

Update saya lakukan dengan segera supaya mood-nya tidak basi. Kebetulan pula internet sedang kenceng. (Biasanya sering ngadat. he he he.)


Ujian Sebagai Shock Therapy

Kemarin saya memberikan ujian, tepatnya ujian tengah semester, ketika mahasiswa sedang tidak siap. Bagi saya ini merupakan sebuah shock therapy bagi mereka. Supaya selalu siap diuji kapan saja.

Membuat soalnya tidak terlalu mudah karena saya harus memikirkan makna dari soal itu. Misalnya, satu soal membahas pemahaman mereka tentang sebuah konsep. Jadi soalnya sangat mudah bagi yang mengerti (malah mungkin menakutkan bagi mahasiswa kok terlalu mudah ya?) tetapi akan susah bagi yang tidak mengerti. Soal-soal seperti ini tidak bisa dipecahkan dengan hanya menghafal saja. Ini soal pemahaman.

Ada hal lain yang juga saya ujikan, yaitu hal-hal yang saya jelaskan di kelas. Jika mereka memperhatikan dan memahami apa yang dijelaskan maka sebetulnya mereka tidak perlu belajar lagi. Ya itu tadi, karena soalnya menjadi sangat mudah. Tetapi kalau mereka tidak mengerti, ya biarpun ujian dilakukan lain kesempatan tetap saja hasilnya akan buruk. Jadi selalu perhatian di kelas. Kalau tidak mengerti, tanya!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.