Archive Bulanan: November 2011

Nama Domain: bacaan

Berikut ini tulisan saya (belum final) tentang Pengelolaan Nama Domain. Selamat dinikmati.


Catatan Mengenai Blog, Facebook, Twitter, dan lain-lain

Sudah lama saya ingin membuat tulisan yang komprehensif mengenai pengamatan saya tentang beberapa layanan internet yang populer saat ini; blog, facebook, twitter, dan lain-lain. Sayangnya saya selalu kehilangan waktu untuk menulisnya. Daripada tidak jadi-jadi, saya tuliskan saja dalam bentuk tulisan di blog ini ya.

Saya suka bereksperimen dengan layanan internet. Hampir semua layanan internet yang ada saya coba. Begitu ada layanan baru, langsung langganan. Mungkin saya termasuk early adopter. Setelah itu biasanya tidak banyak yang saya gunakan. Ada beberapa hal yang menarik yang mungkin bisa disimak.

Blog

Pada mulanya ada situs web (web site), atau seringkali dia juga disebut home page. Layanan ini digunakan untuk menuliskan apa saja. Namun sayangnya pembuatan situs web membutuhkan kemampuan teknis tertentu, seperti pemahaman atas bahasa HTML Akhirnya memang tidak banyak yang menggunakan. Kemudian muncul blog yang membuat semuanya menjadi mudah. Untuk membuat blog, seseorang tinggal mengetikkan opininya. Hal-hal yang teknis dilakukan oleh software di belakang layar. Maka blog mulai populer.

Saya sendiri menggunakan blog entah sejak dari kapan (mungkin tahun 2002?). Ada banyak blog yang saya gunakan. Yang paling sering saya perbaharui memang yang rahard.wordpress.com (tempat tulisan ini saya buat). Pada mulanya pengunjung blog ini cukup ramai, di atas 2000 pengunjung setiap harinya. Mungkin karena waktu itu tidak terlalu banyak pilihan blog, maka blog ini cukup populer. Sekarang blog ini masih dikunjungi di atas 1000 (rata-rata sekitar 1200) setiap harinya.

Di tengah-tengah hiruk pikuk facebook, twitter, dan lain-lain, ternyata blog masih punya kehidupan. Setidaknya ini yang saya amati.

Facebook

Memang Facebook merupakan layanan yang paling populer di Indonesia. Nampaknya dia pas sekali dengan kultur orang Indonesia, yang senang bersosialisasi :)  Begitu facebook dibuka, saya juga menjadi pelanggannya. Dan hebatnya, langsung banyak orang yang ingin menjadi friends. Dalam waktu yang tidak lama, sudah ada 5000 orang friends saya. (Dan masih ada 1000 orang lagi yang meminta untuk menjadi friends tetapi tidak dapat saya layani karena facebook membatasi jumlah friends sampai 5000 orang saja.) Dengan kata lain, facebook memang merupakan tempat yang paling populer.

Facebook fan page

Salah satu cara saya untuk mengatasi batasan 5000 friends itu adalah dengan membuat (dahulu namanya) fan page. Pada halaman itu orang bisa membaca status saya yang ditulis di sana. Hanya saja ternyata fan page itu tidak terlalu populer. Sampai sekarang di fan page saya hanya ada sekitar 560 orang di fan page saya. Padahal ada 1000 orang lagi yang ingin menjadi friends tetapi tidak bisa saya tambahkan. Anehnya 1000 orang ini tidak berminat untuk mendaftarkan di halaman Budi Rahardjo tersebut. Mungkin karena istilah fan page? Atau apa? Singkatnya, fan page tidak populer.

Twitter

Layanan twitter memang berbeda dengan blog atau facebook karena dia hanya memberikan peluang untuk menuliskan (maksimum) 140 karakter. Pengikut dari twiter kita disebut follower. Saya memiliki twitter account: @rahard . Sampai saat ini saya hanya memiliki 1800 follower. Setiap hari hanya bertambah satu atau dua orang. Artinya twitter di Indonesia masih kalah populer dengan facebook.

Gplus (Google plus)

Google akhirnya membuat layanan yang mirip dengan facebook / twitter, yaitu gplus. Di sini kawanan kita disebut circle. Orang yang menambahkan saya pada circlenya saat ini ada 1440 orang. Entah ini karena masih baru atau memang jumlah pengguna layanan google di Indonesia masih kurang dibandingkan facebook, maka yang memasukkan saya ke circlenya juga masih terbatas.

Layanan lain

Ada banyak layanan lain yang saya ikuti. Umumnya yang menarik bagi saya adalah tempat untuk menyimpan foto. Untuk layanan ini ada juga fitur friends atau follower. Umumnya untuk layanan ini saya hanya punya friends / follower di bawah 10 orang. Jadi yang ini sangat spesifik sekali. Tidak terlalu populer.

Rangkuman

Meskipun ukuran dari masing-masing yang saya tampilkan di atas tidak dapat dikorelasikan secara langsung, tetapi gambaran berikut mungkin bisa menjadi perhatian.

Blog: 1200 pengunjung/hari
Facebook:  5000 friends (dan > 1000 dalam waiting list)
Facebook fan page: 560 orang
Twitter: 1800 orang
Gplus: 1440 orang

Semoga bermanfaat.


Pengembangan Produk Dan Monetizing

Pada presentasi saya kemarin, ada yang bertanya apakah kita sudah memperhatikan masalah monetizing ketika mengembangkan produk. Jawaban saya adalah tidak. Saya pikir harus dipisahkan antara pengembangan produk dan pengembangan bisnis.

Pengembangan produk berusaha membuat produk sebaik mungkin. Kadang ini bertentangan dengan bisnis. Kalau pengembang produk harus mikirin macem-macem, nanti produknya malah tidak jadi atau kualitasnya tidak seperti yang diharapkan.


Cloud Computing di Indonesia?

Saat ini banyak gembar gembor tentang cloud computing. Apakah memang cloud computing sudah terjadi? Secara umum mungkin belum, tetapi satu hal yang sudah terjadi adalah penggunaan cloud untuk menyimpan berkas. Salah satu layanan yang paling populer adalah Dropbox.

Banyak (sekali) orang yang saya kenal memiliki account Dropox. Orang-orang mulai menggunakan Dropbox untuk file sharing dalam kerja bersama. Tadinya saya pikir Google Docs merupakan alternatif yang menarik, tetapi nampaknya orang lebih tertarik untuk menggunakan Dropbox. Jadi Dropbox merupakan killer cloud application bagi orang Indonesia. Mungkin dia bakalan sepopuler BlackBerry untuk dunia komputer? :)

Kita lihat perkembangannya.


Mau?

Nasi cikur …


Foto Hari Ini

Acara hari ini adalah santai. Itu rencananya. Akhirnya  jadi beberes foto-foto yang belum sempat saya proses. Ini adalah beberapa contoh foto yang akhirnya saya upload ke beberapa tempat di internet. (Mana pas lagi upload, gmail/picasa dan facebook tidak dapat diakse. Akhirnya upload ke tempat lain dulu.)

Ini adalah foto kamera saya, Nikon D3100. Sebetulnya foto ini saya ambil untuk mencoba kamera dari iPad 2. Lumayan juga kalau pas lagi bagus. Ini satu foto yang bagus dari 10 jepretan. :)

Foto awan yang saya ambil kemarin di kampus ITB.

Masih ada banyak lagi foto-foto yang saya upload dan tentunya masih lebih banyak lagi yang hanya saya simpan di disk saja. Sayang juga sih ya?


Cliparts buatan sendiri

Saya suka menantang diri sendiri. Kemarin, ketika membuat materi presentasi, saya menantang diri sendiri: apakah bisa presentasi kali ini menggunakan cliparts buatan sendiri. Tidak ada yang mengambil dari tempat lain.

Awalnya saya yakin dengan tantangan ini, tetapi kemudian baru ingat bahwa foto-foto yang saya ambil berada pada disk yang komputernya rusak (sudah sebulan belum kembali). Untuk mengambil berkas dari disk itu repot sekali. Ini prosesnya terjadi jam 11 malam. Jadi saya tidak ingin utak atik hardware – pasang disk di external enclosure – kemudian mount ini di Macbook dan seterusnya. Saya harus bisa menggunakan foto-foto yang ada saja. Akhirnya, saya putuskan untuk membatasi pencarian kepada foto-foto yang pernah saya upload ke facebook dan picasa saja. Alhamdulillah ternyata banyak. Wah, untung juga suka upload-upload foto :)

Setelah bekerja keras – browsing, download, resize, dan lain-lain – akhirnya selesai juga materi presentasi saya. Senang juga telah berhasil memenuhi tantangan diri sendiri. :)


Futsal, Ngeband, Startup

Hari Sabtu ini merupakan hari yang cukup sibuk bagi saya. Acara hari ini dimulai dengan futsal ceria bergembira di Tiger Futsal, Cimahi. Ini acara rutin kami. Jadi sulit untuk ditinggalkan :)  Seharusnya futsal dari jam 8 sampai jam 10, tetapi rencananya saya ikut BanDos manggung di GSG ITB jam 10:30. Jadi jam 9:15 saya keluar lapangan, mandi, dan langsung kabur ke ITB.

Sampai di ITB ternyata masih ada acara-acara lain. Kami direncanakan main jam 11:30. Untung saja karena saya tadi kena macet dalam perjalanan menuju ITB dan baru sampai sekitar jam 11 kurang sedikit. Ngeband beres sekitar jam 12:15. Ada waktu untuk shalat dan dilanjutkan ke acara berikutnya.

Jam 13 saya memberikan presentasi tentang “product development” di IF association (ini asosiasi alumni IF ITB ya? Ada banyak yang sudah membuka usaha sendiri.). Lumayan juga yang hadir. (Materi presentasi saya ada dalam postingan saya sebelum ini.) Diskusi juga cukup panjang lebar. Kapan-kapan saya bahas tentang beberapa pertanyaan yang muncul. Acara berhenti jam 15. Ini foto pemberikan plakat. (Foto diambil dan diemailkan oleh Puja Pramudya. Terima kasih.)

Lepas dari situ saya ke gedung PAU karena ada pertemuan untuk membicarakan kerjasama antara Pusat Mikroelektronika dengan kawan-kawan di Batam. Cerita yang ini lain kali saja ya. Selesai-selesai mendekati jam 5 sore. Wah, ini hari liburan atau hari kerja ya?


Product Development

Besok (eh, hari ini … karena sekarang sudah jam 00:17 he he he) saya akan memberikan presentasi mengenai “Product Development” di acara mahasiswa IF ITB. Tempatnya katanya di Comlabs. Materi presentasi (PDF) bisa diambil di Scribd dan Slideshare.

Selamat menikmati


Lembayung Senja


Raja Penderitaan

Saya menjadi wali mahasiswa dan kadang ada mahasiswa yang datang bertanya untuk konsultasi. (Untungnya ini jarang terjadi. Thank God!) Mahasiswa kadang merasa masalah mereka adalah yang paling sulit sedunia. Hal yang mirip dengan yang saya dengar tentang seorang kawan yang merasa ada banyak masalah yang harus dihadapinya. Penderitaan diikuti dengan penderitaan berikutnya. Raja penderitaan. (Kalau perempuan mungkin Ratu Penderitaan.) Tadi pagi saya mendengarkan juga lagu Sting. “King of Pain”. Maka muncullah topik tulisan ini.

Saya rasa ini setiap orang merasa masalah yang dihadapinya merupakan masalah yang paling sulit se dunia. Tidak ada yang lebih sulit dari masalah ini. Mungkin ini fitrah manusia ya? Padahal kalau kita mau membuka maka sedikit saja, maka kita dapat melihat lebih banyak orang yang memiliki masalah yang lebih berat dari kita. Dan, ajaibnya, mereka tidak mengeluh seperti kita. Atau, lebih sedikit mengeluhnya. Nah, kalau melihat hal seperti ini maka kita menjadi malu.

Mungkin memang untuk mengurangi penderitaan kita ada baiknya kita melihat penderitaan orang lain?

Semoga kita diberi kemudahaan oleh Yang Maha Kuasa. Amin.


Kesibukan: antara dunia nyata dan dunia maya

Saya perhatikan kalau saya sedang sibuk di dunia nyata, maka saya aktivitas di dunia maya saya berkurang. Maksudnya ketika saya sibuk dengan mengajar, ketemu klien, memberikan presentasi, dan sejenisnya yang notabene dilakukan di dunia maya ternyata saya tidak ngeblog. Jangankan ngeblog, ngetwit pun kemungkinan tidak atau mungkin hanya 1 tweet. Sebenarnya saya bisa saja ngeblog atau ngetwit sambil melakukan kerjaan saya, tapi saya khawatir dianggap tidak sopan. Akibatnya saya tidak menulis.

Atau … kesimpulan lain adalah dunia maya itu hanya sekedar mengisi kekosongan (waktu nganggur saja)? he he he. Atau orang yang sibuk di dunia maya sebetulnya tidak produktif di dunia nyata? :)  hadoh


Yang Dicari Dari Ketua IA-ITB

Sebentar lagi ada pemilu ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB). Yang menarik bagi saya adalah isi dari kampanye atau tanya jawab yang terjadi. Yang muncul adalah pertanyaan atau kampanye seperti sang calon sedang mencari pekerjaan profesional.

Prestasi untuk mengurusi BUMN, sebagai pejabat, sebagai manager, dan sejenisnya tidak terlalu penting dalam kerangka ikatan alumni. Yang lebih penting sebetulnya presetasi ngurusi orang, seperti menjadi ketua RT :) he he he. Kalau yang dicari adalah calon direktur dari sebuah perusahaan, nah baru hal-hal yang terkait dengan profesionalisme itu penting.

Tolong urusi alumni. Sekali lagi … ALUMNI-nya.


Hari Ini

Hari ini merupakan hari yang cukup panjang dan melelahkan. Hari dimulai dengan perjalanan dari Bandung ke Jakarta dengan menggunakan kendaraan sendiri. Berangkat dari rumah jam 4 pagi. Artinya saya harus bangun jam 3 pagi. Sampai di Jakarta mendekati jam 8. Maklum macetnya di dalam kota Jakarta. Lantas sarapan dulu. Akhirnya sarapan di the Harvest di Wisma Mulia, tapi adanya danish. Ya oke saja …

Setelah itu acara dilanjutkan dengan memberikan presentasi tentang security trends. Beres dari situ, siangnya pergi ke tempat klien untuk kick of meeting. Beres dari sana kembali lagi ke kantor untuk futsal sorenya. Beres futsal, makan, dan ngantuk. Terbangun langsung ngeblog dulu. Begitu …


ITB BLU

Baru membaca di mailing list bahwa perguruan tinggi yang tadinya BHMN (Badan Hukum Milik Negara) – termasuk ITB – sekarang akan berubah menjadi BLU (Badan Layanan Umum). Nah, apa implikasinya? Apakah ini lebih baik dari PTN atau BHMN?

Dari yang saya tangkap, sebagian besar beranggapan bahwa ini tidak bagus. Otonomi perguruan tinggi tetap dibelenggu karena menjadi bawahan (underbow) pemerintah (bukan negara). Di sisi lain, BHMN katanya terlalu liberal.

Menurut saya, kondisi seperti PTN pun tidak membuat lebih baik atau lebih murah. Tetap saja perguruan tinggi (yang katanya negeri) mahal. Bahkan daya juangnya pun tidak meningkat karena berprestasi atau tidak pun sama-sama digaji PNS :) he he he

Bagaimana menurut Anda?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.