Seputar (bisnis) Mikroprosesor

Saya mengikuti twitter dari seorang sohib saya yang dulunya bekerja di Intel, Santa Clara, sana. Sekarang saya tidak tahu apakah dia masih di sana atau sudah pindah ke tempat lain. Kadang dia menuliskan sebaris kalimat tentang Intel atau kondisi di Silicon Valley. Salah satu yang menarik bagi saya adalah pertanyaannya tentang di mana Intel berada saat ini?

Kalau kita perhatikan, prosesor produksi Intel sempat menjadi juara dunia. Sebagian besar prosesor di komputer diproduksi oleh Intel (dan saingannya AMD). Ini juga didorong dengan adanya sistem operasi Microsoft Windows yang sebagian besar memang berada di platform Intel. Itu jamannya komputer masih merajai dunia. Sekarang jaman sudah berubah. Handphone menguasai dunia dan sebentar lagi tablet juga akan meningkat populasinya. Perhatikan bahwa untuk platform handphone dan tablet ini hampir tidak ada yang menggunakan prosesor intel. Kebanyakan mereka menggunakan arm-based processor. Hmmm…

Hal kedua yang menarik perhatian saya adalah masih akan berkembangnya bisnis mikroprosesor. Tadinya saya mengira bisnis proses sudah jenuh. Adanya prosesor Intel yang hebat, disertai dengan multiple core, maka kemampuan komputasi meningkat dengan luar biasa. Siapa yang membutuhkan komputasi? Toh komputer kita paling kita gunakan untuk menulis (wordprocessor), sedikit menghitung (spreadsheet), dan multimedia (memainkan musik, video, dan sejenisnya). Prosesor yang ada sudah lebih dari cukup. Mengapa kita perlu beli lagi (upgrade) processor?

Perusahaan pembuat prosesor berpikir keras agar orang mau upgrade. Akhirnya ketemu juga “jawabannya”. Harus ada aplikasi-aplikasi yang super intensif komputasinya. Salah satunya adalah aplikasi yang menggunakan bahasa Java. Karena sifatnya yang menggunakan virtual machine, maka Java membutuhkan prosesor yang lebih bagus agar terasa nyaman. Nah, bisa jualan lagi.

Setelah Java, apa lagi ya? Ternyata ada lagi, yaitu adanya javascript dan pemrograman web yang interaktif. Saat ini aplikasi berbasis web mulai lebih interaktif. Salah satu cara untuk mengimplementasiannya adalah dengan menggunakan javascript yang berjalan di dalam browser pengguna. Javascript, JSON, dan kawan-kawan ini bisa mendorong orang untuk upgrade prosesor (komputer) lagi.

Maka … menarik nafas legalah para pembuat mikroprosesor. Orang masih (terpaksa) upgrade prosesor. hi hi hi.

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua yang ditulis oleh Budi Rahardjo

8 Tanggapan to “Seputar (bisnis) Mikroprosesor”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.