Selesai memberikan kuliah tadi pagi, saya ada pertemuan yang intinya adalah memikirkan pendidikan. Salah satu hal yang kami diskusikan adalah tentang pendidikan teknologi informasi. Apa yang harus kita ajarkan untuk menyiapkan diri lima tahun ke depan? Jangan sampai kita mengajarkan sesuatu yang ternyata lima tahun lagi sudah kadaluwarsa.
Untuk menjawab hal tersebut nampaknya kita memerlukan trend teknologi informasi. Hmm …
Mungkin prinsip-prinsip masih tetap sama ya? Jadi yang diajarkan hanya prinsip-prinsip saja? Sementara yang kekinian dimasukkan ke dalam judul topik masa kini saja ya?

Mei 2nd, 2012 at 2:52 am
Salam kenal mas Budi, baca artikel ini menyadarkan saya bahwa dunia TI akan terus berkembang, padahal jangankan 5 tahun ke depan sekarang saja saya udah ketinggalan zaman mas. Alias masih gaptek…
Mei 2nd, 2012 at 9:49 am
paradigma lain: ajarkan sesuatu yang cenderung tidak berubah untuk jangka waktu yang panjang, misalnya java AWT sejak dulu sampai sekarang masih bisa dipakai meski agak obsolet dibandingkan Swing.(meski swing juga sekarang sudah terhitung teknologi “tua”)
Mei 2nd, 2012 at 2:34 pm
memang harus diajarkan ke anak mulai kecil agar g tertinggal nantinya
Mei 2nd, 2012 at 3:54 pm
betul, pak. di kampus saya sekarang, pemasaran dengan social media belum terbahas banyak. padahal social media sendiri adalah medium interaksi target konsumen dengan pemasarnya. sementara begitu cepat perkembangan social media, yang diikuti secara lambat oleh fakultas saya
sebaiknya, kampus memang tidak tertinggal jauh dari dunia praktis
Mei 3rd, 2012 at 10:10 am
Informasinya sangat bermanfaat,, thank’s ya…
Mei 3rd, 2012 at 11:44 am
iya, setuju Pak …. sebagai dosen saya juga merasakan “kegalauan” yang sama … buku teks yang kita pakai “sudah pasti” kadaluwarsa …
Paradigma pendidikan Teknologi Informasi harus selalu “diupdate”, dan yang terpenting menurut saya adalah, bagaimana kita sebagai pendidik harus selalu rendah-hati, berpikiran terbuka dan siap mengikuti perkembangan terbaru …
jangan ada lagi, dosen-bergaya-victorian, yang cenderung otoriter dan merasa paling jago/paling benar …
Mei 3rd, 2012 at 12:17 pm
Pendapat saya sih, perkuliahan sebaiknya mengajarkan hal yang prinsipil saja, namun perkembangan teknologi harusnya diadopsi oleh unit kegiatan mahasiswa atau himpunan profesi mahasiswa, atau klub external spt klub komputer. Saat ini kedua hal tsb hidup segan mati tak hendak, karena nggak dianggap oleh universitas sebagai komponen yang berperan meningkatkan kualitas mahasiswa, padahal mahasiswa itu kebanyakannya malah dibentuk oleh kegiatan di luar kuliah.
Gampangnya gini aja pak, utk urusan belajar IT, mahasiswa IT itu minimal tahu, atau pernah baca buku Richard Stevens TCP/IP Illustrated vol 1 dan 2. Abis itu tahu cara pakai UNIX dan tcpdump utk prakteknya. Nonsense mahasiswa IT nggak ngerti TCP/IP, lha wong semua aplikasi yg akan dia buat itu berjalan di atas network TCP/IP kok. Kenapa harus baca buku ini di perkuliahan? karena di dunia kerja nggak akan sempat lagi baca buku TCP/IP Illustrated, kerjaan harus segera selesai. Hanya di perkuliahan kita dipaksa baca dan memahami sebuah prinsip dasar teknologi IT.
Mirip seperti saya baca buku ARRL Handbook utk orang radio amatir, yang berubah tiap tahun hanyalah sedikit, biasanya di koleksi rangkaian radio. Tapi prinsip dasar fisika, elektronika dan medan magnet nggak akan berubah.
Saya nggak tahu kalau programming, tapi mungkin bisa ngikut panduannya pak Peter Norvig: http://norvig.com/21-days.html
Masalah nanti berkembangnya ke mana, nanti diajarkan di unit kegiatan mahasiswa, himpunan profesi mahasiswa, atau klub komputer. Belajarlah install Linux, install FreeBSD, scripting di perl, programming di Java atau .NET, bikin aplikasi pakai framework macem2, silakan dipelajari di situ. Tapi kalau dasarnya nggak ngerti, ya nggak akan bisa jadi engineer yang beneran.
wassalam,
Mei 3rd, 2012 at 2:51 pm
Kondisi ideal yang disebut Affan yang saya lihat dilakukan di Perti unggulan, di mana dosen lebih fokus mengajarkan konsep dasar, sementara yang terapan mahasiswa belajar sendiri dari buku / internet dan belajar berkelompok di himpunan / UKM.
Hal ini menyebabkan alumninya punya bekal yang kuat dalam adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan punya kemampuan belajar sendiri dan belajar berkelompok yang bagus juga.
Meski demikian, meski tidak secepat perkembangan ilmu terapan, pengajaran konsep dasar tetap perlu memperhatikan perkembangan ilmu dasar yang tercermin di jurnal – jurnal ilmiah.
Tentang Pendidikan TI, salah satu yang perlu diperhatikan adalah mempertajam sasaran pendidikan akademik agar “lebih” dibanding pendidikan vokasi. Kesan saya, banyak prodi akademik terutama di swasta yang lebih layak jadi prodi vokasi.
Mei 4th, 2012 at 3:15 am
Tulisan Affan keren.
Mei 4th, 2012 at 3:18 am
Jurnal ilmiah terbaru bukan berisi ilmu dasar tetapi hal-hal baru atau kalau tidak baru, yah, boleh dikatakan original.
Mei 4th, 2012 at 2:15 pm
walaupun terlihat sangat membantu pekerjaan tapi jangan sampai terlena dengan manfaatnya
Mei 6th, 2012 at 6:29 am
Teknologi semakin maju, kita harus bisa memanfaatkannya sebaik mungkin.
Mei 9th, 2012 at 9:29 am
Trend Teknologi Informasi harus di ajarkan sejak dini agar tidak tertinggal tentang dunia teknologi jaman sekarang .
karna dunia teknologi sekaragng semakin berkembang dan maju .
Mei 27th, 2012 at 5:20 pm
Prinsip tetap sama (Algoritma, Network, OS, Database, UI Design + Basic Accounting),kalau trend jadiin mata kuliah pilihan (Cloud, Parallel Programming, Enkripsi, Business Intelligence etc), plus kerjasama dgn vendor (Cisco, Oracle, or SAP)