Banyak orang yang menyangka bahwa hidup sederhana itu karena terpaksa. Saya juga dulu mengira demikian. Ya karena tidak punya uang, terpaksa hidup sederhana. Ternyata sebetulnya banyak orang yang hidup sederhana karena pilihan. Mereka dapat saja memamerkan kekayaan mereka, tetapi mereka memilih untuk tidak.
Pada mulanya saya membaca beberapa buku tentang wealth management. Kemudian saya menemukan buku tentang orang kaya yang kelihatannya biasa saja, millionaires next door. Mereka terlihat seperti biasa saja karena memang mereka biasa saja. Cara hidup mereka memang sederhana. Bukan pelit lho, tetapi sederhana. Tujuannya bukan untuk menjadi kaya, tetapi karena memang mereka ingin hidup sederhana. Kaya itu hanya efek sampingan. Bukan tujuan.
Baru-baru ini saya melihat acara di TV tentang kehidupan di India. Ada seorang pengusaha baju yang terlihat biasa-biasa saja tetapi sesungguhnya dia luar biasa. Yang dia lakukan adalah menyumbang. Dia menargetkan satu tahun harus sekian juta (lupa saya, satuannya apakah dolar ataukah Rupee) yang dia sumbangkan! Target dia bukanlah untuk mendapatkan rumah besar atau mobil mewah atau hidup secara flamboyan, tetapi menghidupi orang banyak dan memberikan sumbangan. Now that’s something special. Dia hidup sederhana karena pilihan.
Cerita di atas juga bagi saya merupakan sebuah konfirmasi bahwa masih ada orang yang memilih hidup sederhana saat ini. Jadi kita tidak perlu membayangkan tokoh-tokoh seperti Mahatma Gandhi atau para sahabat Rasulullah (saw) yang hidup di jaman dahulu (sehingga kita punya alasan untuk tidak melakukan karena itu jaman dulu). Kita dapat melihatnya di jaman sekarang.
Di Indonesia ini sayangnya yang digembar-gemborkan di media adalah kehidupan glamour. Itulah sebabnya saya tidak suka membaca media Indonesia. Sedikit sekali yang bercerita tentang ksederhanaan. Saya yakin di Indonesia banyak orang yang hidup sederhana karena pilihan, bukan karena keterpaksaan.
Siapkah Anda memilih untuk hidup sederhana?

Mei 10th, 2012 at 3:09 pm
setuju pak, sederhana karena pilihan itu bagus sekali. Mark Zuckerberg, Warren Buffet adalah orang2 terkaya dunia yang hidupny biasa saja. Salut untuk mereka.
Mei 10th, 2012 at 3:17 pm
bukankan media yang sederhana ini bisa digunakan untuk publikasi kesederhanaan ^_^
Mei 11th, 2012 at 8:27 am
setuju, pak. banyak di antara kita yang pengeluarannya lebih besar dari pendapatan dari pekerjaan (karena masih menerima dari ortu, dan kerabat yang lain)..
Mei 11th, 2012 at 9:04 am
wah ….. setuju bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttt Pak ..
kesederhanaan itu pilihan (y)
Mei 11th, 2012 at 1:50 pm
Iya benar pak, di indonesia sendiri sudah banyak yang menempuh hidup sederhana.Cuman jarang diekspose aja.
Mei 11th, 2012 at 1:51 pm
setuju
Mei 11th, 2012 at 2:13 pm
Sekarang yang jadi pertanyaan,
berdasarkan cerita diatas,
Apa yang sudah kita kita targetkan untuk mencapai kesederhanaan itu ?
Mei 11th, 2012 at 5:50 pm
Setuju pak, hidup sederhana karena pilihan bukan berarti pelit.. Justru dari kesederhanaan dapat dilihat kekayaan (hati) seseorang…
Mei 12th, 2012 at 8:29 am
alm pak otto salah seorang yang saya tau sederhana.
Mei 12th, 2012 at 8:57 am
postingan yang sangat bagus sekali pak , sungguh berarti bagi saya ,
lebih baik hdup sedehana yang tidak mempunyai masalah apapun di banding dengan orang kaya .
Mei 12th, 2012 at 12:30 pm
Insipiratif!
Mei 12th, 2012 at 2:43 pm
100 % setuju.
Orang yang memilih untuk hidup sederhana adalah orang-orang yang mengetahui tujuan hidupnya. First things first.
Da Vinci said : Simplicity is the ultimate sophistication
Mei 14th, 2012 at 8:58 am
sangat setuju sekali .. mending hidup sederhana penuh kebahagiaan dan ketentraman drpda hdup brlbhan tp tdk tenang ..
Mei 14th, 2012 at 6:35 pm
Memang dinegara ini, yang diekspos cuma kekayaan,kehidupan artis.
Jurang sikaya dan simiskin terlalu dalam.
Kesederhanaan bs kita lihat pd Presiden Iran AHMADINEJAD, walau beliau orang no 1 dinegaranya tapi bs kita saksikan kehidupan sehari2 beliau. Apakah ada orang kaya dan berpangkat seperti Ahmadinejad dinegara kita ini ???? saya pribadi melihat ‘TIDAK’
Mei 15th, 2012 at 2:51 pm
Bahkan orang di Barat juga sekarang mulai menuju hal-hal seperti ini, salah satunya Derek Sivers,
When I decided to sell my company in 2008, I already had enough.
I live simply. I hate waste and excess. I have a good apartment, a good laptop, and a few other basics. But the less I own, the happier I am. The lack of possessions gives me the priceless freedom to live anywhere anytime.
Having too much money can be harmful. It throws off perspective. It makes people do stupid things like buy “extra” cars or houses they don’t use – or upgrade to first class for “only” $10,000 so they can be a little more comfortable for a few hours.
Untuk selengkapnya bisa dilihat di sini ..
Juli 13th, 2012 at 5:33 pm
sip..