Hasil Eksperimen Twitter

Saya bereksperimen dengan twitter. Hipotesa yang mau saya buat adalah “kalau kita banyak menulis di twitter, maka kita akan banyak memiliki follower”. Ini dulu saya uji di blog dan hasilnya positif. Sekarang mau saya uji di twitter.

Saya membuat akun twitter baru (@buditweet) dan kemudian mulai melakukan twitting di sana. Setelah beberapa lama saya pantau. Hasilnya ternyata tidak positif. Setelah sekian lama (nanti saya cek awal mulainya), ternyata sampai hari ini baru tercapai 96 followers. Jadi hipotesa saya tidak terbukti.

Ada beberapa kemungkinan alasan untuk hal di atas. Pertama, seharusnya saya banyak menulis di akun twitter yang baru tersebut. Ternyata saya tidak melakukan hal tersebut. Ternyata susah untuk cerewet di twitter. he he he. Atau seharusnya saya mencari orang yang lebih cerewet ya? Eksekusi saya kurang baik.

Hal kedua, saya menduga bahwa orang mengikuti (follow) sebuah akun twitter itu karena si pemilik akun-nya bukan karena apa yang dia katakan. Kalau kita mengikuti twit seorang artis, misalnya, kita mengikutinya karena ke-artisan-nya bukan karena apa yang dia katakan. Jadi biarpun saya mengatakan yang hebat / smart, tetapi kalau saya tidak terkenal maka twitter saya akan kosong follower. Atau kita mengikuti akun twitter karena perkawanan. Jadi tetap karena ke-orangannya.

Hal terakhir, saya menduga bahwa pembahasan topik yang dalam (serius) melalui twitter akan susah dilakukan. Selain dengan keterbatasan jumlah karakter, kebanyakan pengikutnya juga tidak tertarik untuk diskusi serius via twitter. Dengan kata lain, kultwit (kuliah via twitter) mungkin juga kurang efektif dan bahkan menjadi ilusi? (Terlalu berlebihan mungkin kalau saya sebut “ilusi”.)

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

12 responses to “Hasil Eksperimen Twitter

  • rasarab

    khusus nya di indonesia emang begitu pak, kalau gak karena artis ya ilusi avatar juag berpengaruh :mrgreen: . Tapi juga budaya banci followers banyak juga pak di sini. seolah tolak ukur kualitas kicauan seseorang tergantung banyak nya pengikut. :mrgreen: . yang penting keep sharing aja pak, pak budi rahardjo tetep idola saya :mrgreen:
    saya followers ke 97 bapak :D

  • fisto

    saya pikir setelah posting ini follower bapak akan meningkat dgn cukup signifikan….eh tapi apakah akun tweet tersebut pernah diumumkan sebelumnya? hipotesa saya, krn pak budi sudah terkenal (seperti artis), maka begitu orang2 tahu akun tadi milik pak budi, kecenderungannya mereka akan segera follow…

  • rotyyu

    Sampean kan sudah setingkat seleb Pak

  • hifni

    setuju. twitter itu emang lebih cocok untuk kalangan artis. kalo orang biasa mah, enakkan pake facebook. Pak, kalo mau banyak pengunjung di blog apa cukup dengan memperbanyak tulisan aja? terus, bagusnya nulis itu di post ya, bukan di page coz kalo page ga bisa dikasih tag dan publicize.

  • hifni

    oh, ya, alamat blog saya, http://hifni1985.wordpress.com
    mungkin bapak bisa ngasih saran untuk memperbaiki blog saya.

  • yoesdinar

    kalo mau follower banyak, biasanya banyak twit2 opini2 bapak pak terhadap sesuatu hal, ato kebijakan dll. ya misalnya apapun yang tweetnya bisa di retweet orang tanda kita sependapat sama bapak.

    kalo twitnya seputar apa yang dilakukan bapak apa saja, saya kira orang2 cuman lihat2 saja. kalo kebanyakan, “annoying” juga hehe, kalo seleb banyak follower itu mah beda lagi pak hehe,

    saya liat si seperti itu, twit nya anies baswedan dll yang banyak ngutarain opini mereka, nah itu pak hehe, saya juga follow bapak karena nungguin twit bapak yang berisi opini bapak mengenai sesuatu hal :D

  • muhyasir

    Saya follow pak Budi (@rahard) bukan karena cerewetnya, tapi karena “orang”nya, saya tak follow @buditweet karena sudah follow yang satunya, cukup 1 saja pak…

  • Okky Fajar Trimaryana

    jadi semakin gak mau bikin aku twiter..nuhun pak

  • Titik Asa

    Saya baru membaca posting Pak Budi yg ini. Saya setuju dengan statemant ini… “saya menduga bahwa orang mengikuti (follow) sebuah akun twitter itu karena si pemilik akun-nya bukan karena apa yang dia katakan.”
    Sepetinya itu bukan lagi dugaan, Pak. Tapi memang realitanya demikian.

    Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.699 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: