Kamera Baru: Casio Exilim EX-TR150

Seminggu ini saya sedang mencoba kamera baru saya, Casio Exilim EX-TR150. Kalau mendengar kata “Casio” yang muncul di kepala saya adalah kalkulator dan jam tangan. hi hi hi. Tetapi sesungguhnya saya juga sudah tahu Casio punya kamera digital yang bagus. Beberapa tahun yang lalu saya lihat Andika menggunakan Casio Exilim yang tipis. Nah, TR150 ini produk terbaru mereka.

Yang pertama, desainnya yang unik. Lihat foto ini. Badannya bisa dibuka, diputar-putar. Bahkan layar LCD monitornya bisa diputar 180 derajat! Katanya ini yang membuat kamera ini mendapatkan penghargaan dari desain.

Fleksibilitas ini memungkinkan kita melihat diri kita sendiri ketika memotret sendiri. Ini fitur penting bagi orang yang senang memotret diri, yang artinya banyak orang. hi hi hi. Maka dari itu kamera ini sangat populer di antara teenagers!

Yang menarik bagi saya adalah softwarenya. Kamera ini punya shutter yang sangat cepat. (Saya tidak mau diskusi soal angka-angka teknis. Silahkan lihat web lain saja.) Pokoknya cepat saja. Nah, karena dia cepat ini maka ada banyak inovasi (aplikasi) yang dapat dia lakukan.

Yang pertama adalah HDR, High Dynamic Range. Pada intinya, ketika kita memotret si kamera sebetulnya menjepret beberapa kali (dengan setingan yang berbeda). Kemudian hasil jepretan ini dapat disatukan sehingga menghasilkan foto yang lebih bagus. Sebagai contoh, untuk lingkungan yang gelap (kurang cahaya) hasil potret dengan HDR Night Scene menghasilkan gambar yang jauh lebih bagus dari jepretan kamera digital biasa saja. Tanpa blitz lho. Ada beberapa variasi dari HDR ini, misalnya best shot, multi zoom, dan bahkan panoramic 360 derajat.

Hal berikutnya yang saya sukai adalah HDR Art. Sama seperti di atas, dia juga menggunakan beberapa jepretan untuk digabungkan dan diproses untuk menghasilkan foto yang terlihat seperti lukisan. Nah ini menarik karena kita dapat melihat fotonya langsung tanpa harus melakukan pemrosesan dengan program grafis.

Berikutnya, yang menurut saya sangat cool adalah motion sensor. Begini. Kadang kita ingin potret bersama atau rame-rame. Agar yang memotret masuk dalam foto maka biasanya kita gunakan timer. Set timer. Tekan shutter dan lari. Nah, Casio Exilim ini punya fitur khusus. Kita dapat meletakkan sebuah “motion sensor” yang berupa tanda lingkaran di layar. (Lihat foto di bawah ini.)

Motion sensor ini bisa kita letakkan di mana saja di bagian foto kita. Jika ada pergerakan di daerah itu maka timer akan menyala (katakan 3 detik) dan foto diambil. Jadi kita bisa cari posisi yang bagus (ini bisa kita lihat dari monitor yang diarahkan ke kita juga!) kemudian kita lambaikan tangan di daerah motion sensor maka foto diambil. Ini bisa kita lakukan berkali-kali tanpa perlu kita bolak-balik lari ke kamera, tekan shutter, lari ke posisi difoto. Jadi foto bisa dilakukan beberapa kali sesuka kita. Apalagi dengan shutter yang cepat maka kita bisa seru mengambil beberapa foto. Seru! Ini contoh foto yang saya ambil dengan motion sensor. (Ada beberapa foto yang seperti ini dan nampaknya akan banyak foto-foto seperti ini. hi hi hi.)

[Potret bersama pak Richard Mengko]

Saya tunjukkan fitur-fitur ini kepada beberapa kawan dan mereka semua terkagum-kagum dengan desain dan kecanggihan (smart and fun) aplikasinya.

Secara keseluruhan, kamera Casio EX-TR150 ini SERU BANGET!

Link terkait: hasil HDR art dengan kamera ini

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

25 responses to “Kamera Baru: Casio Exilim EX-TR150

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.832 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: