Belagak Go Green

Saya sedang mesem-mesem melihat para opportunist mencari kesempatan dalam pembuatan mobil listrik. Lucu aja. Orang-orang yang tadinya tidak bergerak dalam bidang ini kemudian tiba-tiba sanggup membuat mobil listrik dalam waktu beberapa bulan saja. Hebat banget ya. Padahal saya lihat film dokumenter tentang pembuatan mobil yang biasa saja membutuhkan waktu tahunan. Ini kok hanya bulanan. Memang kita ini jago instan.

Ada mobil listrik ini juga karena dipicu oleh kegiatan “go green”. Sebetulnya kegiatan-kegiatan yang mendukung kebaikan lingkungan patut didukung. Saya sendiri juga termasuk yang mencintai alam. Hanya saja, lagi-lagi, orang maunya hasil instan. Padahal konsep “go green” itu adalah mengubah pola hidup kita.

Baru-baru ini lihat komik lucu (tautan?) tentang orang yang membuang sampah sembarangan. Dari mobilnya dia lempar sampah ke luar. Begitu banjir, dia ngomel-ngomel pemerintah tidak becus. Padahal dia sendiri yang tidak becus. Pernah kami bertanya kepada seorang anak kecil (yang baru saja membuang bungkusan makanan ke selokan), “kalau buang sampah di mana dik?”. “Di selokan,” jawabnya. Pantas saja. Tidak ada yang mengajari mereka untuk membuang sampah pada tempatnya. Padahal pelajaran seperti ini sangat membekas dan mungkin juga biayanya lebih murah daripada membuat mobil listrik. Kok tidak ada yang mau bergerak ya?

Hal lain yang bisa juga kita lakukan adalah irit dalam menggunakan listrik. Kalau ada lampu yang tidak digunakan, matikan. Meskipun itu bukan di rumah kita, misal di kantor, kita juga mesti concern dengan penghematan listrik. Hal yang sama juga dengan penggunaan air. Gunakan air dengan hemat. Secukupnya. Sering saya melihat kran air dibiarkan hidup terus meskipun bak/ember sudah penuh di toilet/WC/wastafel umum. Orang tidak peduli karena merasa dia tidak membayar air/listrik tersebut. Padahal dia harus “membayar” juga karena sama-sama hidup di dunia ini.

Eh ngomong-ngomong, kalau di Indonesia ini banyak mobil listrik, lantas listriknya dari mana ya? Lah wong di tempat saya ada sering “aliran listrik” (aka listrik mati). Nah …

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

11 responses to “Belagak Go Green

  • makwardah

    Salam kenal. Thank God, during my blogwalking, terjumpa blog tuan. Gembira membacanya. Keep on writing

  • redbuffers

    berharap proyek..?? dapat laba / income..?? atau…. memang ini negara euforia? entahlah. Yang kelihatan seperti itu

  • adhitya adit

    Mudah2an konsep serba instan ini hanya sementara karena dengan pendalaman dan keseriusan seharysnya tidak akan ada masalah bahkan mungkin bisa menghasilkan solusi bagi permasalahan yang ada… atau jangan2 hanya akan menambah masalah saja

  • Emanuel Setio Dewo

    Wah kalau bisa instan seperti itu bagus sekali, artinya orang tersebut hebat manajerialnya, karena instan seperti itu pasti butuh orang2 hebat di belakangnya. Mungkin dia rekrut orang hebat atau malah membajak?

    Atau dia beli paten saja? (Seperti yg skrg sering terjadi di perusahaan top di luar negeri). Atau bisa juga bekerja sama dgn produsen mobil listrik luar.

    Kalau bisa instan & cepat mungkin lebih baik, karena masalah energi ini sudah sangat mendesak.

    Mengenai pengisiannya, tentu akan otomatis diadakan dengan berjalannya produksi mobil listrik. Seperti pom bensin lah, dulu kan juga tidak banyak, tapi sekarang sudah menjamur.

    Intinya sih: optimis + berpikir positif.

  • indoenergi

    Gak papa Pak.

    Yang penting semangatnya perlu kita apresiasi. Siapa tahu benar-benar terwujud :D

  • Septa Anis

    mungkin ini komik lucu yang dimaksud. :D

  • Mr Bimbel

    Dan anehnya byk yg terbuai sama sang penjual opor dan tumis

  • arif

    Saya kaget p Budi nulis artikel kayak gini.. Seoalah2 inovasi teknologi tidak bisa jalan bareng sama pendidikan lingkungan.. Soal Mobil listrik ..pasti orang yg membuat Mobil listrik lebih tau kerumitan membuat Mobil listrik Dari pada org umumnya seperti p budi tau bgmana kerumitan mendesain microchip atau tentang scurity pasti p budi lebih tau kerumitannya dibandingkan umumnya orang,. Saya pikir nggak ada gunanya menyumbang pesimisme.. biarlah berinovasi dan pendidikan lingkungan dimulai dari lingkungan kita..

  • iscab.saptocondro

    Mobil listrik itu membantu mengurangi polusi lokal, tapi bukan polusi global, lho. Itu tentang seberapa green, teknologi ini.

    Nah, aku tak percaya hal2 instan bisa bertahan lama. Kita pernah punya program mobil nasional yaitu Timor. Itu juga terjadi secara instan. Kini ke mana, yah, mobil itu.

  • kamal

    Ah, pak Budi…kalo ngajarin anak2 kecil buang sampah di tempat yang semestinya itu kan tidak bikin seseorang jadi terkenal….buat apa?? mending buat sesuatu yang wah, terkenal, bisa dapet duit, terus bisa dapet yang lain-lain….

  • yusa sugandi (@YusaSugandi)

    memang parah pak, umumnya orang tua mengalah pada jaman mendidik anak secara instant, ahlak kepribadian anak rujukanya mengikuti kemauan anak. ( kalau kita ngobrol katanya ! jaman sudah lain dengan jaman kita, gimana sianak saja. Yaa tidak aneh keluarga muda sekarang bagaimana berkeluarga banyak belajar dari buku, tabloid dan juga internet bukan dari orang tuanya. Hal yang manusiawi saja seperti bagaimana menyusui, bagaimana menghadapi situasi bila anak panas, bagaimana menghadapi masa persalinan. Bahkan untuk tahu perkembangan anak sendiri, tanya sama guru, cilakanya lagi ada yang ke psikolog ??)

    kita sama-sama doakan pak, semoga saja kaum opportunitis, hipokrat, reformis dibukakan pintu hatinya kembali menginjak bumi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.774 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: