Pemanfaatan Social Media Untuk Pendidikan

Saya sedang mencari bahan-bahan untuk cerita tentang pemanfaatan social media untuk pendidikan. Saya tidak sedang mencari hal-hal yang teoritis tapi lebih ke pengalaman. Soalnya seringkali digembar-gemborkan pemanfaatan IT untuk pendidikan, tetapi kenyataannya justru di dunia pendidikan pemanfaatan IT yang paling terlambat atau gagal. Nah ini social media pula.

Saya lihat social media itu lebih ke tempat untuk bersosialiasi. Kasarnya adalah tempat kongkow-kongkow. Jadi bisa jadi lebih susah jika digunakan untuk membahas topik yang serius seperti yang dituntut oleh pendidikan. Eh, ini mungkin pendidikan formal maksudnya ya. Kalau ngobrol-ngobrol – seperti kongkow-konkow itu – memang dapat digunakan untuk memperoleh pencerahan-pencerahan, yang mana ini juga dapat dikatakan pendidikan dalam definisi yang lebih umum. Yang saya cari adalah untuk pendidikan yang formal begitu.

Atau memang kongkow-kongkow itu sebetulnya penting dalam pendidikan? Hanya saja mungkin dia tidak dihargai? Jika demikian maka social network pun dapat dianggap penting untuk pendidikan. Hmmm. Far fetched? Am I stretching too far?

Oh ya, mungkin saya sendiri agak bias (opiniated). Sebagai contoh, saya agak kurang percaya kultwit (kuliah via twitter) digunakan untuk membahas topik yang serius, misalnya. Sehingga kultwit untuk pendidikan pun saya meragukan. Saya kok merasa kultwit itu seperti menganggap enteng topik yang dibahas. hi hi hi. Lagi-lagi ini opini lho.

Oh ya lagi, definisi dari social media-nya sendiri memang harus diperjelas. Blog dan web site, misalnya, saya anggap bukan aplikasi social media. Mungkin saya harus memperluas definisi saya ya? Semuanya social media?

Singkatnya, saya merasa agak pesimis. Bagaimana pendapat Anda?

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

10 responses to “Pemanfaatan Social Media Untuk Pendidikan

  • iscab.saptocondro

    Mungkin perlu ngobrol2 sama yang sudah berpengalaman, contohnya Christopher Dawson dari ZDNet Education.
    Tapi konteksnya pendidikan di Amerika Serikat. Untuk kasus Indonesia, aku belum tahu. Mungkin gank Anies Baswedan?

  • rasarab

    kalau dalam kontek ini sosial media macam twitter sih emang kurang efektif sih pak buat Pendidikan dalam artian yang lebih detail menerangkannya, tapi kalau untuk sekedar orang tau dan nambah ilmu sih 140 karakter cukup buat info baru. Untuk facebook mungkin agak sedikit lebih unggul karena ada fitur notes atau catatan yang memungkin orang untuk berdiskusi dan pertukar ilmu. ane sependapat kalau soal kultuit itu:D

    Tapi karena mengingat akses di indonesia juga belom begitu begitu bagus, dan masih banyak yang menggunakan media HP buat bermain internet mungkin sambil kita nunggu akses baik memanfaat kan soial media memang gak ada salah nya. tapi ya itu emang yang harus benar benar efektif. kalau mau maximal emang lewat blog atau situs tapi sekarang banyak sosial media yang juga ada fitur blog nya jadi lama lama gak ada beda nya juag :mrgreen:

    Buat ane sih yang penting output dan kualitas yang di dapat dari hasil pendidikan itu sendiri entah lewat mana saja media nya.

    -selamat malam pak, salam dari jogja ;)

  • Emanuel Setio Dewo

    Mungkin belum ketemu penerapannya secara jitu. Kalau sudah ada penerapan pendidikan via social media yg tepat, mungkin bisa bagus jadinya dunia pendidikan.

    Misal: lomba karya ilmiah via social media, diskusi ilmiah, dll. Pasti seru sekali jika dilakukan via media sosial.

  • paw

    Saya sedang melakukan riset tesis tentang hal ini pak. Pendidikan formal menurut saya masih butuh tatap muka atau kegiatan belajar yg formal.

    Social network bisa dijadikan salah satu tools pendidikan, formally or not. Tapi sejauh ini, hasil observasi saya, social network yg ada pd suatu lingkungan pendidikan formal digunakan untuk interaksi sosial yg sifatnya lebih kongkow dan diakusi santai, intinya, cari teman.

    Menurut saya masih btuh adaptasi jika social network mau digunakan di ranah pendidikan formal. Masih on progress saya teliti :)

  • Ivan Pradibta

    kalau gak salah di youtube pernah membahas tentang kegunaan media sosial ini tapi dalam konteks menumbuhkan ide-ide segar.

    agak lupa judulnya, tapi intinya media sosial atau kongkow-kongkow itu digunakan untuk “membenturkan” ide-ide yang ada dari setiap orang untuk menciptakan sebuah “ide segar”.

    Kalau gak salah kata kuncinya di youtube “Creative idea” atau “Creative environment”.

  • obat tradisional diabetes

    kalau dalam kontek ini sosial media macam twitter sih emang kurang efektif sih pak buat Pendidikan dalam artian yang lebih detail menerangkannya,

  • ahmadhanafi

    sosial media itu bisa juga memakai forum, tidak hanya Facebook & Twitter.

    Sosial media merupakan sebuah aplikasi untuk berpartisipasi, memberikan sebuah jalur komunikasi yang multidireksional antara satu pengguna dengan yang lain. Mampu menyampaikan pesan, tautan dan tema diskusi tepat pada layar home pengguna. Menurut definisi dari wikipedia (wikipedia, 2011), sosial media adalah media
    untuk berinteraksi sosial, menggunakan teknik komunikasi yang memiliki aksesibilitas tinggi dan terukur. Definisi tersebut mengacu kepada penggunaan teknologi berbasis web dan perangkat bergerak untuk mengubah komunikasi biasa menjadi dialog interaktif.

    saya sendiri sudah membuat dua buah tulisan mengenai sosial media. yang satu berjudul “Media Sosial Sebagai Penunjang Proses Perkuliahan” [2011] dan satu lagi “Marketing Media Sosial untuk pencitraan Perguruan Tinggi” [2012]“. Semoga terdapat kesamaan minat penelitian pak, saya akan sangat senang jika bisa belajar dari pak Budi. :D

  • ikhwanalim

    namanya juga media sosial, pak. media untuk bersosialisasi. jadi memang lebih untuk bertemu teman lama, atau mencari teman baru. hehehe..

    overall, memang agak sulit untuk menjadikan media sosial sebagai ruang pembelajaran formal, menurut saya. tetapi beberapa fitur dalam aplikasi sosial media yang ada sekarang memang memungkinkan untuk menyimpan pengetahuan di sana dan berharap ada yang mengaksesnya.

    misalnya: notes di facebook, maupun video youtube.

    bila nanti misalnya saya menjadi dosen, saya berniat untuk menugaskan mahasiswa saya untuk menuliskan tugasnya di blog. jadi, sekalian memudahkan pemeriksaan karena paperless, ini juga untuk membantu mahasiswa belajar menulis dan menstrukturkan pikirannya :)

  • iscab.saptocondro

    Seperti yang sudah kusebut di atas, Christopher Dawson adalah konsultan WizIQ. Websitenya WizIQ dot com. Ada di wikipedia juga.
    WizIQ buat online learning dan online teaching. Sekarang ada fungsi sosial medianya.
    Mungkin di Indonesia, ada software open-source buat online learning yang memiliki fungsi sosial media juga.

  • iscab.saptocondro

    Di Jerman, e-learning dengan sedikit fungsi sosial media yang pernah kupakai adalah EULE, dari Prof. Ulrike-Marie Krause, di Universitas Oldenburg.

    http://www.staff.uni-oldenburg.de/ulrike-marie.krause/

    E-learning lain yang dipakai di Eropa

    http://archiv.uni-saarland.de/mediadb/fotos/universitaet/Veroffentlichungen/campus/2006/1/12-13.pdf

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.853 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: