(masih) Salah Menulis

Istirahat sejenak dalam memeriksa tugas mahasiswa. Phew.

Hampir semua kesalahan yang terjadi adalah (1) tidak tahu bagaimana mengutip, (2) tidak tahu cara menuliskan referensi, (3) tidak menyebutkan sumber gambar. Mari kita lihat satu persatu.

Tidak tahu cara mengutip. Sebagian besar makalah yang saya periksa memiliki daftar pustaka, tetapi tidak jelas kapan daftar pustaka itu dikutip (refer) di dalam tulisannya. Tidak ada kutipan satupun dalam tulisannya. Hebat sekali. Apakah semua ide yang ada pada tulisan itu semuanya ide sang penulis? Masalahnya, kalau sang penulis menuliskan sesuatu dan tidak menyebutkan sumbernya maka seolah-olah dialah yang memikirkannya. Klaim seperti ini berbahaya karena dapat dianggap sebagai penipuan atau plagiat.

Hal kedua adalah soal menuliskan daftar pustaka. Daftar pustaka ada di sana agar pembaca lain dapat menelusuri sumbernya. Kalau hanya saya tulis “Budi Rahardjo, Firewall”, maka Anda akan bingung. Ini apa buku? Makalah? Tesis? Artikel? Atau apa? Kemudian, bagaimana memperoleh referensi itu? Apakah ada di perpustakaan? Di internet? Atau dimana? Ada tata cara penulisan yang membuat pembaca mudah mengidentifikasi sumber referensi dan bagaimana mendapatkannya.

Hal yang terkait dengan kesalahan penulisan referensi adalah penggunaan referensi online. Meskipun referensi itu online, tetap kaidah yang baku harus digunakan. Ada PENULIS dan JUDUL dari tulisannya. Tidak boleh hanya sekedar URL saja.

Yang terakhir, soal menuliskan sumber gambar. Adanya internet dan search engine memudahkan kita untuk mencari gambar. Misalnya saya ingin memasukkan gambar “smartcard”, maka saya tinggal menggunakan internet dan memasang gambar tersebut di makalah saya. Ini merupakan pelanggaran. Yang bagus adalah kita minta ijin dulu kepada pemilik gambar tersebut dan kemudian menuliskan sumbernya dalam makalah kita. Sumber gambar juga harus lengkap, tidak bisa sekedar URL awal (base URL) saja.

Semoga tulisan kecil ini dapat membantu Anda dalam memperbaiki makalah Anda.

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

14 responses to “(masih) Salah Menulis

  • Wirasto Karim

    Bagaimana kalau di kopi-paste dari wikipedia pak? Apa semua paragraf kudu dikutip? :-)

  • muhyasir

    mungkin karena malas tulis referensi pak, ribet.. Kbanyakan penulis juga mikir ”yg penting isinya”, padahal tak cantumkan sumber bisa dikatakan plagiat.. Termasuk blog, penghargaan terhadap karya orang lain msh sgt kurang pak…

  • ikhwanalim

    hehehe…betul pak. saya baru mendapat teguran (lagi) tadi pagi tentang penulisan kutipan. yang berada di halaman utama, minimal ditulis nama dan tahunnya. sedangkan di halaman referensi nama, tahun, judul, penerbit dan kota harus ada :)

  • indofreeads.us

    He he he itulah Mahasiswa Pak..Tapi bagus juga masukannya…

  • Jendrix

    Artikel anda sangat bermanfaat, menambah wawasan terutama bagi saya untuk belajar menulis makalah dengan baik dan benar.

  • Nuno

    Saya komentar di blog ini dengan judul MASIH SALAH MENULIS tapi komentar tidak muncul, kemungkinan terjaring akismet, tolong komentar saya yang salah masuk ke spam dimunculkan, terimakasih

  • ded

    Informasi ini sangat berguna buat para blogger :-)

  • rudy17

    Bener pak, kebanyakan mahasiswa memang seperti itu. mungkin perlu ada tambahan matakuliah khusus untuk kepenulisan. Saya juga salah satu diantara mahasiswa yg plagiat bin jahat. heheh. makasih infonya gan.

  • syafruddinmoha

    Banyak belajar lagi kayaknya ini…

  • Dedhi

    Saya dulu tidak tahu cara membuat referensi, belum jaman ada Google dan material electronic yg membahas itu, jadinya cuman cloning dari cara buku buku textbook menyediakan referensi. Mungkin ada baiknya rangkuman informasi di atas diberikan di awal, sebelum ada penugasan, sehingga tidak terjadi lagi kesalahan yang sama. Potensi kesalahan pasti berulang setiap tahun karena mahasiswanya kan ganti :)

  • Panji

    Barangkali karena memang tidak pernah diajarkan, Pak.

  • Udin Widarso

    Terkadang mahasiswa itu kurang memperhatikan kaidah penulisan karya ilmiah. Terkadang ada pula dosen yang kurang begitu memperhatikan karya dari mahasiswanya. Maksudnya dari sumber yang didapat mahasiswa. Kalau dosen jarang meneliti tulisan mahasiswanya, tulisan mahasiswa ya seperti itu lagi.
    Salut untuk pak Budi, yang meneliti karya mahasiswanya. Saya selaku mahasiswa perlu dibimbing bagaimana untuk menulis yang baik dan benar.
    Terima kasih, Pak.

  • The Love Health Care Blog

    Terima kasih sharingnya mas, kebetulan saya lagi nyusun skripsi dan tadi pagi baru ditegur dosen kalau gambar ternyata hrs dicantumkan jg sumbernya..

  • The Love Health Care Blog

    Terima kasih sharingnya mas, kebetulan saya lagi nyusun skripsi dan tadi pagi baru ditegur dosen kalau gambar ternyata hrs dicantumkan jg sumbernya.. The Love Health Care Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.698 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: