Perang Siber: Cyberwar

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, apakah benar ada acaman dalam bentuk perang di dunia siber (cyberwar)? Apakah isu ini dibesar-besarkan ataukah memang nyata?

Pertanyaan ini muncul karena baru-baru ini ditemukan malware, yaitu program yang memiliki itikad jahat (malicious software), yang menargetkan negara-negara tertentu. Atau, lebih tepatnya malware tersebut menargetkan infrastruktur yang banyak digunakan di negara tersebut. Sebagai contoh ada dugaan bahwa worm stuxnet dikembangkan untuk menyerang negara Iran dengan cara menyerang aplikasi yang menggunakan software untuk industri buatan Siemens.

Kalau kita mundur sedikit. Kita hidup di dunia nyata dan dunia maya (dunia siber). Jika kedua dunia ini terpisah, maka kekacauan – dalam bentuk perang sekalipun – di dunia siber tidak mengganggu dunia nyata kita. Mungkin kita tidak perlu terlalu khawatir. Kita perlu waspada jika ternyata kedua dunia ini sudah beririsan dan saling terkait. Nah, apakah dunia nyata dan siber ini terkait?

Dahulu saya berpendapat bahwa dunia nyata dan siber dapat dipisahkan. Namun sekarang tidak lagi. Banyak aspek kehidupan nyata kita yang terkait dengan dunia siber. Sebagai contoh, aktivitas eknomi bergantung kepada penggunaan ATM dan transaksi uang secara elektronik. Macetnya atau matinya sistem keuangan elektronik tersebut dapat berdampak kepada kehidupan kita sehari-hari. Memang masih perlu diteliti dahulu apakah dampaknya hanya sebatas ketidaknyamanan (inconvenience) atau sampai fatal. Untuk itu perlu dilakukan kajian terhadap infrastruktur dari sebuah negara. Hasilnya adalah sebuah kegiatan untuk memproteksi infrastruktur yang sangat penting (critical) bagi berlangsungnya sebuah negara, ini dikenal dengan istilah national critical infrastructure protection. Sayangnya saya belum mengetahui apakah hal ini sudah dilakukan di Indonesia.

Jika kita berkesimpulan bahwa dunia nyata dan dunia siber tidak dapat dipisahkan, maka masalah keamanan di kedua dunia itu harus diseriusi. Perang antar negara dapat terjadi di kedua dunia tersebut. Bahkan beberapa negara sudah memutuskan bahwa dunia siber merupakan arena perang (battle field) yang sah.

Sampai sekarang kita belum tahu apakah ada negara lain yang menargetkan kita dalam perang sibernya. Apakah kita siap jika terjadi perang di dunia siber? Apa yang harus kita persiapkan? SDM? Penguasaan teknologi? Apa lagi?

Bahan bacaan

  1. Stuxnet (dari Wikipedia)
  2. Dept. Homeland Security – Capabilities for Cybersecurity Resilience
  3. Flame virus
  4. ‘Flame’ cyberespionage worm discovered on thousands of machines across Middle East
  5. News: Iran Detects Massive Cyber Attack
  6. IEEE Spectrum: Declaration of Cyberwar
About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

11 responses to “Perang Siber: Cyberwar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.774 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: