Pidato Lalu Lintas

Setiap pagi kayaknya saya ingin pidato tentang lalu lintas. Kosa katanya hanya “ya”, “ampun”, “motor”, “ngaco”, “angkot”, “ngetem”. Silahkan disusun kombinasinya :) ¬†Contohnya:

Ya ampun! Motor ngaco!

Demikianlah…

About these ads

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua tulisan milik Budi Rahardjo

9 responses to “Pidato Lalu Lintas

  • whizisme

    yah…Motor ngetem ..ampun angkot… :)

  • Dhidhit

    Ya ampun, ngaco! Motor ngetem angkot!

  • Outbound

    Ya ampun! Motor ngaco.. angkot ngetem ngaco…
    Komentar ngaco..
    Pokoknye ngaco dehhh…

  • Zakky Yahya

    Alhamdulillah kemarin baru saja saya dari Bandung. Bandung tahun 1998 tidak jauh berbeda dengan 2012. Macet (hanya lebih parah), Gasibu tetap seperti dahulu (tambah parah bin gersang), Bandara Hussein yang biasa-biasa saja. Padahal bandung gudangnya orang pinter ya, kok kotanya ruwet begitu? Mungkin ini yang dimaksud dengan ilmu yang tidak bermanfaat :)

  • Razmal Djamal

    Yap saya tau rasa itu pak .. By the way singgah dan beri wejangan ke blog sy juga yah

  • ikhwanalim

    ampun ya! motor koq ngetem, angkot koq ngaco!

  • mathematicse

    Ya ampun, ngaco! Motor ngetem angkot

  • mathematicse

    Wah, ternyata sudah ada.. ha ha… *ga baca neh.. *

  • Miryam

    Justifikasi pembedaan kalau motor itu ngaco dan mobil itu tidak ngaco cara menyetirnya adalah sebuah diskriminasi yang tanpa dasar. Di Surabaya, sering melihat mobil plat daerah Jakarta melakukan pelanggaran dan kebut-kebutan. Saya tidak mengatakan pengendara mobil luar Jakarta lebih baik daripada pengemudi Jakarta, bisa jadi, karena di Jakarta terbiasa nyerobot, kebiasaan ini dibawa ke Surabaya.

    Saya kira hanya masalah peluang, karena badan mobil yang besar, menyebabkan mobil susah ngaco. Tapi kalau diberi kesempatan jalan yang relatif sama sepinya, maka sama ngaconya.

    Diskriminasi ini yang menjadikan permasalahan lalu lintas tidak pernah selesai, seolah-olah hanya pengendara motor yang salah. Padahal, umumnya orang Indonesia seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.592 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: