Dosen Tanpa Jiwa Mengajar

Banyak orang yang mengira pekerjaan dosen itu gampang. Maka banyak orang yang bercita-cita menjadi dosen. Misalnya ada kawan yang bekerja di industri kemudian mengatakan bahwa dia ingin jadi dosen. Belum tahu bahwa jadi dosen atau guru itu tidak mudah.

Salah satu masalah yang dihadapi ketika menjadi dosen adalah konsistensi dalam mengajar. Untuk hadir satu atau dua kali di kelas itu mudah. Yang susah adalah datang 15 kali berturut-turut. Setiap minggu hadir di kelas! (Bahkan kalau jadi guru, setiap hari!) Ini tidak mudah. Banyak orang yang diundang untuk memberikan presentasi dalam seminar kemudian mengira dia akan berhasil untuk menjadi pengajar. he he he. Baru setelah mengajar sungguhan kerasa deh bahwa komitmen mengajar itu tidak mudah.

Mungkin karena itu atau alasan lain, ada dosen yang kemudian kehadiran mengajarnya belang bentong. Bukan itu saja, mengajarnya juga asal-asalan. Asal hadir. Asal memenuhi SAP. Dia tidak mengajar dengan passion. Tidak punya empati terhadap (maha)siswa. Jadi sang dosen menggerutu ketika hadir di kelas. Sementara itu pada saat yang sama, mahasiswa juga menggerutu hadir kuliah. Jadi kenapa keduanya tetap hadir di perkuliahan? Sama-sama menyiksa diri. he he he.

Jadi Anda masih ingin menjadi dosen / guru? Bagaimanakah dosen-dosen Anda sekarang? Apakah mereka memiliki jiwa mengajar?

Saya sih senang mengajar. Dalam hati saya berkata, “hari ini mahasiswa akan saya jerumuskan ke mana ya?” he he he.

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

27 responses to “Dosen Tanpa Jiwa Mengajar

  • Wartono

    wah farah juga ya…

  • Alam

    kalo saya sih memang ingin Pak. boleh bagi tips2 menjadi dosen yang baik Pak?

  • Hafiz Khusyairi

    semua pekerjaan memang harus dikerjakan dari hati (Y)

  • Putu Wiramaswara Widya

    mungkin kalau di kelas pemandangannya bening-bening gak bakal membosankan ya pak..

  • ina

    Saya pribadi tergantung dosennya, jika dosen rajin datang dan penuh passion ketika mengajar, mahasiswa akan semangat. Dulu saya sering ke kelas lain karena dosennya rajin mengajar. Sama halnya ketika bimbel jaman SMA, absensi saya di kelas sendiri malah kosong dan sering “menyelundupkan diri” ke kelas lain.

  • widodo08

    tanggung jawab besar dipikul seorang dosen,,,
    sanggup mengarahkan/membelokan pemikiran mahasiswanya

  • umarfaisol

    Kalau mengajar tanpa passion, wah kasihan (maha)siswanya

  • harjo

    Jerumusin suruh bikin blog aja pak … :D

  • Dhidhit

    Saya lebih suka mengajar daripada menganggur, karena cari pekerjaan itu sulit, jadi andai jadi dosen pasti sudah saya syukuri

  • Keven

    Saya juga adalah seseorang yg bercita2 jadi dosen, Pak Budi. Motivasi saya sederhana…karena saya merasa bahwa semua ilmu yg saya miliki ini adalah sebuah anugerah yg harus saya teruskan ke generasi yg akan datang sebagai bentuk appresiasi saya terhadap para pahlawan tanda jasa yg telah mendedikasikan hidupnya sehingga ada diri saya hari ini =)

  • Budi Rahardjo

    Kalau hanya ingin mengajar, tidak harus jadi dosen. Lebih mudah mengajar sekali dua kali dalam format seminar atau kursus. Kalau menjadi dosen harus memiliki komitmen yang lebih.

  • Toekang Potret Keliling

    saya pernah menjadi dosen ilkom di unika soegijapranata semarang, dan akhirnya saya menyadari bahwa saya tidak berbakat jadi dosen :mrgreen:

  • Aan

    tidak hanya sebagai dosen/guru,Profesi apapun tanpa ada passion akan menjadi beban saja :)

  • muhyasir

    wahahaha… “hari ini mahasiswa dijerumuskan kemana yah?”…

  • motivator indonesia

    kalo gt tips untuk menjadi dosen yg baik apa yahh gan, thx infonya :)

  • The CHAKIMAN

    Selama menjadi mahasiswa, aku merasa banyak dosen yg mengajar tidak dengan passion mas. Masuk lalu menyuruh mahasiswa untuk presentasi sesudah itu memberikan sedikit komentar dan tidak memberikan tambahan materi yg dirasa masih kurang.
    Sempat mendengar kabar dari penuturan salah seorang dosen, kalau mau jadi dosen di kampusku cukup dengan membayar uang jutaan rupiah. Itu mungkin sebabnya mengapa dosen tidak punya citarasa dalam mengajar mahasiswanya.
    Jerumuskan untuk menulis setiap hari saja pak :D

  • iscab.saptocondro

    Wah, Keven ingin jadi dosen. Semoga tabah dalam perjuangan.

    Dulu saya juga dosen Teknik Elektro di Unika Soegijapranata. Mengajar itu sebetulnya menyenangkan. Meneliti juga. Tapi ada hal2 lain di luar Tridharma Perguruan Tinggi yg bikin tidak betah.

    Oh, ya, kalau jadi dosen muda, maksudnya bukan umur, melainkan baru mulai jadi dosen, harus tabah dengan gaji dan harus tegar diospek senior.

    Hope survives.
    Hari kemenangan akan segera tiba.

  • noeyork

    ijin share pak

  • salomomarbun

    saya juga mengalami hal yang sama, kepikiran untuk jadi dosen saja karena merasa idealisme saya terusik di dunia pekerjaan, tapi saya langsung sadar kalo orang-orang berpikiran sama seperti saya, kapan ilmu yang saya punya teraplikasikan demi kebaikan masyarakat luas?

  • Sekolah Kampus

    Sepertinya untuk posting selanjtunya bisa dibuat tips mengajar atau tips menjadi dosen yang baik ala Bpk. Budi Rahardjo. Tksh

  • Renjana Menjadi Dosen | Blog Kemaren Siang

    [...] kan? Daripada jadi dosen yang cuma formalitas dan membuat mahasiswa males datang kuliah. Kuliah Pak Budi selalu menarik dan mahasiswa merasa [...]

  • bocah petualang

    Pekerjaan apa pun kalau dijalani tanpa passion hasilnya sama saja Pak, membosankan

  • Ilmuonline.net

    Waah bahaya niih om, masak mahasiswanya mau di jerumusin “ngakaka :D”
    q pikir pendidikan skrg hanya sebgai formalitas sih, malahan ilmunya banyakan di dapet dr luar…

  • suvi

    Kerjakan mengajar dengan sungguh sungguh untuk mencari pahala dari Allah dan berbagi ilmu untuk sesama, lakukan dengan senyum, insya allah akan berhasil dan dicintai anak didiknya. Salam pengajar. Dari Aipda sri hartati dosen bhs inggris sebasa polri th. 1994.

  • mr.plc

    Saat ini saya bekerja di perusahaan sekaligus jadi dosen MM kelas malam.

    Wah Sulit sekali menjadi pengajar itu. Menurut saya lebih berat daripada di industri. Di Industri, pulang kantor ya sudah, istirahat dan bercengkrama dengan keluarga.

    Jadi pengajar harus mengupdate ilmu dan membaca buku, paper, jurnal..;menyiapkan case, soal ujian, presentasi. Belum lagi kalau membimbing mahasiswa..

    Jadi dosen itu 24/7 job. Setali 3 uang dengan PhD dan Postdoc. Sudah gitu remunerasinya……hanya cukup untuk beli pulsa doang….:)

    Wah kapok pak…

    Menurut saya yang di industri coba dulu deh jadi dosen paruh waktu sebelum mikir dunia akademia itu lebih enak…

  • Renjana Menjadi Dosen | Blog Kemaren Siang

    […] kan? Daripada jadi dosen yang cuma formalitas dan membuat mahasiswa males datang kuliah. Kuliah Pak Budi selalu menarik dan mahasiswa merasa […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.778 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: