Banyak orang yang mengira pekerjaan dosen itu gampang. Maka banyak orang yang bercita-cita menjadi dosen. Misalnya ada kawan yang bekerja di industri kemudian mengatakan bahwa dia ingin jadi dosen. Belum tahu bahwa jadi dosen atau guru itu tidak mudah.
Salah satu masalah yang dihadapi ketika menjadi dosen adalah konsistensi dalam mengajar. Untuk hadir satu atau dua kali di kelas itu mudah. Yang susah adalah datang 15 kali berturut-turut. Setiap minggu hadir di kelas! (Bahkan kalau jadi guru, setiap hari!) Ini tidak mudah. Banyak orang yang diundang untuk memberikan presentasi dalam seminar kemudian mengira dia akan berhasil untuk menjadi pengajar. he he he. Baru setelah mengajar sungguhan kerasa deh bahwa komitmen mengajar itu tidak mudah.
Mungkin karena itu atau alasan lain, ada dosen yang kemudian kehadiran mengajarnya belang bentong. Bukan itu saja, mengajarnya juga asal-asalan. Asal hadir. Asal memenuhi SAP. Dia tidak mengajar dengan passion. Tidak punya empati terhadap (maha)siswa. Jadi sang dosen menggerutu ketika hadir di kelas. Sementara itu pada saat yang sama, mahasiswa juga menggerutu hadir kuliah. Jadi kenapa keduanya tetap hadir di perkuliahan? Sama-sama menyiksa diri. he he he.
Jadi Anda masih ingin menjadi dosen / guru? Bagaimanakah dosen-dosen Anda sekarang? Apakah mereka memiliki jiwa mengajar?
Saya sih senang mengajar. Dalam hati saya berkata, “hari ini mahasiswa akan saya jerumuskan ke mana ya?” he he he.

September 5th, 2012 at 11:48 am
wah farah juga ya…
September 5th, 2012 at 11:59 am
super like
September 5th, 2012 at 12:08 pm
kalo saya sih memang ingin Pak. boleh bagi tips2 menjadi dosen yang baik Pak?
September 5th, 2012 at 12:38 pm
semua pekerjaan memang harus dikerjakan dari hati (Y)
September 5th, 2012 at 12:53 pm
mungkin kalau di kelas pemandangannya bening-bening gak bakal membosankan ya pak..
September 5th, 2012 at 2:20 pm
Saya pribadi tergantung dosennya, jika dosen rajin datang dan penuh passion ketika mengajar, mahasiswa akan semangat. Dulu saya sering ke kelas lain karena dosennya rajin mengajar. Sama halnya ketika bimbel jaman SMA, absensi saya di kelas sendiri malah kosong dan sering “menyelundupkan diri” ke kelas lain.
September 5th, 2012 at 3:26 pm
tanggung jawab besar dipikul seorang dosen,,,
sanggup mengarahkan/membelokan pemikiran mahasiswanya
September 5th, 2012 at 3:28 pm
Kalau mengajar tanpa passion, wah kasihan (maha)siswanya
September 5th, 2012 at 8:27 pm
Jerumusin suruh bikin blog aja pak …
September 5th, 2012 at 10:00 pm
Saya lebih suka mengajar daripada menganggur, karena cari pekerjaan itu sulit, jadi andai jadi dosen pasti sudah saya syukuri
September 6th, 2012 at 12:51 am
Saya juga adalah seseorang yg bercita2 jadi dosen, Pak Budi. Motivasi saya sederhana…karena saya merasa bahwa semua ilmu yg saya miliki ini adalah sebuah anugerah yg harus saya teruskan ke generasi yg akan datang sebagai bentuk appresiasi saya terhadap para pahlawan tanda jasa yg telah mendedikasikan hidupnya sehingga ada diri saya hari ini =)
September 6th, 2012 at 6:56 am
Kalau hanya ingin mengajar, tidak harus jadi dosen. Lebih mudah mengajar sekali dua kali dalam format seminar atau kursus. Kalau menjadi dosen harus memiliki komitmen yang lebih.
September 6th, 2012 at 7:57 am
saya pernah menjadi dosen ilkom di unika soegijapranata semarang, dan akhirnya saya menyadari bahwa saya tidak berbakat jadi dosen
September 6th, 2012 at 9:48 am
tidak hanya sebagai dosen/guru,Profesi apapun tanpa ada passion akan menjadi beban saja
September 6th, 2012 at 12:51 pm
wahahaha… “hari ini mahasiswa dijerumuskan kemana yah?”…
September 6th, 2012 at 4:24 pm
kalo gt tips untuk menjadi dosen yg baik apa yahh gan, thx infonya
September 7th, 2012 at 2:29 pm
Selama menjadi mahasiswa, aku merasa banyak dosen yg mengajar tidak dengan passion mas. Masuk lalu menyuruh mahasiswa untuk presentasi sesudah itu memberikan sedikit komentar dan tidak memberikan tambahan materi yg dirasa masih kurang.
Sempat mendengar kabar dari penuturan salah seorang dosen, kalau mau jadi dosen di kampusku cukup dengan membayar uang jutaan rupiah. Itu mungkin sebabnya mengapa dosen tidak punya citarasa dalam mengajar mahasiswanya.
Jerumuskan untuk menulis setiap hari saja pak
September 7th, 2012 at 2:49 pm
Wah, Keven ingin jadi dosen. Semoga tabah dalam perjuangan.
Dulu saya juga dosen Teknik Elektro di Unika Soegijapranata. Mengajar itu sebetulnya menyenangkan. Meneliti juga. Tapi ada hal2 lain di luar Tridharma Perguruan Tinggi yg bikin tidak betah.
Oh, ya, kalau jadi dosen muda, maksudnya bukan umur, melainkan baru mulai jadi dosen, harus tabah dengan gaji dan harus tegar diospek senior.
Hope survives.
Hari kemenangan akan segera tiba.
September 7th, 2012 at 3:41 pm
ijin share pak
September 8th, 2012 at 12:10 pm
saya juga mengalami hal yang sama, kepikiran untuk jadi dosen saja karena merasa idealisme saya terusik di dunia pekerjaan, tapi saya langsung sadar kalo orang-orang berpikiran sama seperti saya, kapan ilmu yang saya punya teraplikasikan demi kebaikan masyarakat luas?
September 10th, 2012 at 9:57 pm
Sepertinya untuk posting selanjtunya bisa dibuat tips mengajar atau tips menjadi dosen yang baik ala Bpk. Budi Rahardjo. Tksh
November 5th, 2012 at 5:00 pm
[...] kan? Daripada jadi dosen yang cuma formalitas dan membuat mahasiswa males datang kuliah. Kuliah Pak Budi selalu menarik dan mahasiswa merasa [...]
Februari 20th, 2013 at 2:05 pm
Pekerjaan apa pun kalau dijalani tanpa passion hasilnya sama saja Pak, membosankan
April 1st, 2013 at 7:42 am
Waah bahaya niih om, masak mahasiswanya mau di jerumusin “ngakaka
”
q pikir pendidikan skrg hanya sebgai formalitas sih, malahan ilmunya banyakan di dapet dr luar…
April 25th, 2013 at 1:12 pm
Kerjakan mengajar dengan sungguh sungguh untuk mencari pahala dari Allah dan berbagi ilmu untuk sesama, lakukan dengan senyum, insya allah akan berhasil dan dicintai anak didiknya. Salam pengajar. Dari Aipda sri hartati dosen bhs inggris sebasa polri th. 1994.
April 26th, 2013 at 8:02 am
Saat ini saya bekerja di perusahaan sekaligus jadi dosen MM kelas malam.
Wah Sulit sekali menjadi pengajar itu. Menurut saya lebih berat daripada di industri. Di Industri, pulang kantor ya sudah, istirahat dan bercengkrama dengan keluarga.
Jadi pengajar harus mengupdate ilmu dan membaca buku, paper, jurnal..;menyiapkan case, soal ujian, presentasi. Belum lagi kalau membimbing mahasiswa..
Jadi dosen itu 24/7 job. Setali 3 uang dengan PhD dan Postdoc. Sudah gitu remunerasinya……hanya cukup untuk beli pulsa doang….:)
Wah kapok pak…
Menurut saya yang di industri coba dulu deh jadi dosen paruh waktu sebelum mikir dunia akademia itu lebih enak…
Mei 24th, 2013 at 10:16 pm
[…] kan? Daripada jadi dosen yang cuma formalitas dan membuat mahasiswa males datang kuliah. Kuliah Pak Budi selalu menarik dan mahasiswa merasa […]