Perusahaan Besar Bukan Jaminan

Salah satu pembunuh utama dari startup atau perusahaan yang baru dibentuk adalah cash flow. Saya ambil contoh yang umum.

Sering terjadi sebuah startup mendapat pekerjaan dari perusahaan besar. Pekerjaan ini bayarannya cukup besar. Hanya saja ternyata pembayarannya dilakukan di belakang. Karena tergiur oleh uang yang besar – dan kemungkinan juga keuntungan yang besar – maka pekerjaan tersebut diambil. Mengenai term pembayaran yang dilakukan di belakang sebelumnya tidak dikehendaki oleh sang startup. Namun apa daya, perusahaan besarlah yang menentukan term ini. Terpaksa pekerjaan ini diterima. Lagi pula, mereka kan perusahaan besar. Apa yang perlu ditakutkan?

Dalam perjalanannya pekerjaan selesai dikerjakan dengan baik. Kemudian sang startup ini meminta pembayarannya. Nah, masalah mulai muncul. Perusahaan besar ini ternyata pembayarannya tidak lancar. (Saya perlu menuliskan hal ini dengan tulisan yang tebal.) Banyak yang tidak percaya pada awalnya. Bisa jadi hal ini terjadi karena birokrasi atau karena mereka juga punya masalah dengan cash flow mereka. Akibatnya pembayaran tadi tidak tepat waktu. Ini terjadi bukan sekali atau dua kali tetapi sering. Untuk itu, perlu perhatikan sejarah pembayaran mereka. Tanya kepada rekan-rekan lain yang sudah pernah berhubungan bisnis dengan mereka. Bagaimana pembayarannya? Lancar? Itu yang paling penting.

Bagi perusahaan yang cukup stabil, punya uang cadangan yang cukup besar, hal ini tidak terlalu masalah. Masih tetap masalah, tapi bukan masalah kritis. Bagi startup yang mengandalkan adanya uang ini untuk membayar gaji pegawai, sewa kantor, dan biaya operasional lainnya, hal ini merupakan masalah sangat besar. Bahkan bagi banyak startup, lambatnya pembayaran inilah yang membunuh startup itu.

Bayangkan, misalnya sebuah startup membutuhkan biaya operasional Rp. 25 jt/bulan dan dalam rekening hanya ada Rp. 100 juta. Kemudian klien dia – sang perusahaan besar – hutang Rp 300 jt, tapi dibayar tahun depan. Artinya sang startup ini harus berhutang dulu untuk operasional selama satu tahun itu. Mampuslah dia. Itupun kalau tahun depan tepat waktu pembayarannya. Kalau molor (lagi)???

Analoginya adalah cash flow ini seperti aliran darah atau oksigen. Darah harus mengalir terus. Normal. Teratur. Jangan mau ada aliran darah / oksigen yang besar, tapi tahun depan. he he he. Keburu mati kita. Lebih baik pembayaran kecil-kecil tapi reguler dan pasti daripada pembayaran besar tapi tidak terduga-duga. Bikin jantungan.

Itulah sebabnya sebagai startup, berhati-hatilah dalam menerima pekerjaan. Jangan tergiur oleh besarnya nilai proyek, tetapi kesanggupan kita. Bagi sebuah startup seperti contoh di atas, janganlah coba-coba ambil proyek yang bernilai Rp 10 milyar misalnya. Cash flow akan sangat berat sekali.

Hal lain yang sangat penting untuk dipegang, perusahaan besar bukan jaminan akan tepat waktu dalam membayar! Percayalah.

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

15 responses to “Perusahaan Besar Bukan Jaminan

  • dobelden

    wah thanks berat wejangan pagi ini pak..

  • CIO LTI 2012

    Terima kasih tulisannya Pak, selalu menginspirasi

  • Didi Setiadi

    saya setuju sekali dengan tulisan Bapak. Cash flow is the KING.
    Saya beberapa kali transaksi dagang dengan berbagai supplier dari Cina dan di Cina. Tak satupun dari mereka yang term of payment nya dibayar partial apalagi belakangan. Mereka minta dibayar 100% di depan, sungguhpun sudah langganan.

    Startup Indonesia mestinya kompak dan aware mengenai Cash Flow ini.

  • Jet

    Nice post :)

    Tambahan: TOP minta DP at least 30 %. Take it or leave it.

  • isal

    Pelajaran kasus pailit telkomsel?

  • Setyo Budianto

    Betul, kondisinya seperti tersebut. Di Perusahaan besar juga punya aturan atau prosedur, biasanya mereka akan bayar kalau pekerjaan sudah jadi dan ada BAST (Berita Acara Serah Terima). Setelah BAST, vendor mengeluarkan invoice. Setelah invoice masuk baru diproses oleh perusahaan besar tersebut. jadi memang perlu waktu lama untyk cair.

    Sehingga bagi Start up, biasanya tidak bisa ambil bagian untuk proyek skala menengah, startup biasanya sebagai sub contractor. Ada pemain utama di level 1.

    Namun apa memang harus seperti ini terus???

  • alamsyah

    Bener Pak, barusan pengalaman dengan salah satu raksasa retail. Dengan asumsi grupnya besar dan sudah hati-hati tanya sana sini tentang kelancaran pembayaran, masih juga harus nunggu 4 bulan. Alhasil profit juga kepotong lumayan banyak karena tambahan pinjaman bank yang diluar perkiraan.

  • hotelpadi.com

    Iya pak saya sangat setuju dgn opini bapak, org sekitar saya mengalaminya,

    Untuk ditambahkan, walaupun kita ada ttd kontrak dgn perusahaan besar ttg durasi pembyran, tp itu sia sia, kita sbg perusahaan kecil tidak akan mampu melakukan tindakan hukum ke perusahaan besar.. Alasannya simple: financial kita tdk cukup kuat dan perusahaan besar memiliki birokrasi yang sgt kuat di badan hukum, dan yg terakhir, sebagian dr mereka kekuatan underground..

    Salam,

    Hotelpadi.com (cek tarif hotel)

  • Emanuel Setio Dewo

    Paling asyik jika ada investor utk startup, jadi bisa konsentrasi di pekerjaan/proyek tanpa diganggu cash flow.

  • harjo

    Bukan saja perusahaan besar Pak, ada sebuah lembaga pemerintah pun sama.
    Gara-gara ini, karyawan saya sudah sebulan belum saya gaji nih … :-(

  • ded

    Terlepas dari hal di atas Pak, karena judulnya Perusahaan Besar Bukan Jaminan. Saya punya pengalaman dengan Telkom, tidak puas dengan layanannnya (terkesan tidak profesional) walaupun sudah berlangganan VPN selama hampir 10 tahun, menghabiskan biaya yang tidak sedikit…..!!!

  • Arya Bima

    Sangat menginspirasi, pak Budi.
    Saya juga sedang merintis usaha lembaga kursus bahasa Arab: http://elfusha.com.

    Tulisan bapak di atas memberi masukan yang begitu penting dan berarti bagi kami. Semoga usaha kami lancar dan sehat selalu. Trims.

  • Andik Taufiq

    mantab pak, saya setuju berat… (sudah sering mengalaminya soalnya, hehehe)

  • bleetzi

    di satu sisi, memang semakin besar perusahaan, birokrasi lebih rumit. untuk mengeluarkan duit yang sudah dalam orde milyaran, tanda tangan yang diperlukan semakin banyak, bahkan sampai level Dirut.

  • Fahmi Hudaya Jatnikarasa

    Telk*m nunggak pembayaran sudah 6 bulan dan masih berjalan, yang lebih amazing lagi adalah alasan dari pihak mereka.” uangnya kepake”….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.733 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: