Hari ini Saya berpartisipasi pada acara seminar Cloud Computing yang diselenggarakan oleh Inixindo di Surabaya. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah “(aplikasi) apa dari cloud computing yang cocok untuk dunia pendidikan”? Kemudian ada pertanyaan lagi yang nampaknya terkait, “apakah cloud computing dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi seperti Matlab”?
Saya pikir ini pertanyaan yang baik. Memang dunia pendidikan (dan penelitian) membutuhkan fasilitas komputasi yang kadang sulit untuk dimiliki sendiri. Sebagai contoh, dosen atau peneliti di bidang rekayasa membutuhkan fasilitas komputasi untuk aplikasi yang terkait dengan finite elemen. Bidang Biologi membutuhkan fasilitas komputasi untuk DNA sequencing. Bidang kriptografi membutuhkan komputasi yang besar untuk melakukan penyerangan (attack) terhadap algoritma tertentu. Peneliti jejaring sosial membutuhkan storage dan komputasi untuk melakukan analisis dengan jumlah data yang sangat besar. Intinya ada kebutuhan komputasi yang mungkin dapat diberikan oleh cloud computing.
Mengapa ini belum terjadi juga? Mungkin ini karena penyedia jasa cloud computing lebih membidik pelaku bisnis yang mampu membayar layanan mereka. Sementara itu dunia akademik tidak memiliki dana yang besar untuk membeli layanan itu. Jadi?


September 26th, 2012 at 11:37 pm
Penyedia jasa cloud computing akan lbh memilih dunia bisnis yang mampu memberikan dana yg besar utk kelangsungan hidup perusahaan mereka, ibarat mereka jg memerlukan oxigen utk kelangsungan hidup..
Salam,
Hotelpadi.com (hotel search engine)
September 27th, 2012 at 8:55 am
Untuk PAUD aplikasi yang cocok dari Cloud Computing ada nggak ya ?
September 27th, 2012 at 9:23 am
Tinggal para pengembang atau para guru yang membuat aplikasinya di teknologi cloud
September 27th, 2012 at 10:05 am
Apa itu Cloud Computing
September 27th, 2012 at 11:41 am
Biasanya solusi malah datang dari kampus-kampus. Mungkin ITB mau bikin layanan cloud terjangkau khusus utk pendidikan?
September 27th, 2012 at 12:58 pm
harusnya segera di bangun di Indonesia
jangan ketinggalan lagi dengan negara tetangga
September 27th, 2012 at 8:19 pm
Salah satu ide cloud computing adalah membayar sejumlah berapa yang dipakai, kalau pemakaian kecil bayarnya kecil, kalau pemakaian besar, bayarnya besar. Jelas dari sisi bisnis.
Nah, untuk pendidikan agak sulit karena pendidikan (baca: penelitian) bukan bisnis yang sanggup membayar mahal, tapi butuh kapasitas yang besar
Soal aplikasi, seperti matlab dsb, yang berbasis web, kesulitan ada di pengembang aplikasi agar bisa berbasis web, dan itu tidak mudah, tapi pelan-pelan sudah mulai ada.
September 28th, 2012 at 8:27 pm
saya setudju dengan om budi, memang kadang beberapa perusahaan sering menganak tirikan dunia pendidikan. Padahal maju atau mundurnya suatu negara, tergantung dengan pendidikan yang diterapkan pada masyarakatnya. Perusahaan cloud mungkin masih, memikirkan untung dan rugi nya..
September 28th, 2012 at 11:52 pm
ya jgn pakai Cloud Computing dulu kalo gitu
hehe,
September 29th, 2012 at 6:21 am
Sebetulnya sudah banyak IaaS dan PaaS cloud yang dipakai di dunia pendidikan di US dan Europe, tapi tidak di Indonesia. Kebetulan company saya jualan IaaS dan PaaS globally dan co-partner untuk beberapa SaaS. Cocok kok Pak, karena pemakaian bisa based on usage dan self provisioned. Begitu project selesai, sewa pun dihentikan. Masalahnya adalah cara pembayaran di akademisi Indonesia dan pembagian waktu. Akademisi di Indonesia tidak bisa melakukan reimbursement atas pembayaran yang dilakukan oleh si akademisi menggunakan credit card pribadinya. Pusing bukan? Saya sendir sering kok dititipin buku buku kalau balik ke Indonesia oleh temen temen dosen di Indo, tapi biasanya baru dibayar paling cepet satu semester ke belakang, karena permohonan beli buku atau bahan riset lain di kampus Indonesia itu ribet, kecuali sii dosen mau beli sendiri. Masalah lain adalah pembagian waktu si dosen antara mengajar, riset dan jujur saja, ngobyek, karena remunerasi yang masih kurang. Kalau 3 hal ini sudah berselisih, biasanya mengajar dan ngobyek jadi korban. Akibatnya IaaS dan PaaS yang disewa jadi idle. Kalo SaaS sih bisa idle dengan bayar kecil sekali.
Mungkin hal ini bisa ditanggulangi dengan pembuatan Private Cloud di dalam kampus sendiri, yang bisa digunakan oleh akademisi di dalam lingkungannya, paid using internal credit transfer. Setahu saya Universitas Jember sudah (berencana) mewujudkannya, entah vendor mana yang dipakai.
September 29th, 2012 at 6:27 am
Wah ada kekeliruan, kudunya “Kalau 3 hal ini sudah berselisih, biasanya mengajar dan ngobyek jadi korban”, mestinya “Kalau 3 hal ini sudah berselisih, biasanya mengajar dan ngobyek diutamakan, riset jadi korban”
September 30th, 2012 at 12:03 pm
bagus nih untuk masa depan. Belajar tidak perlu ke kampus/sekolah. Tinggal pantengin saja internet dan komputer. Sekalian pesbukan ama gpleusan….
September 30th, 2012 at 11:29 pm
Benar juga, nampaknya masalah dana.
Oktober 5th, 2012 at 1:47 pm
ane sendiri masih rada bingung apa itu cloud computing
November 23rd, 2012 at 1:20 pm
bisa share dngn saya tnang cloud computing?..