Terpicu oleh sebuah diskusi di milis tentang musik, saya mencoba mengingat-ingat apa saja yang telah saya lakukan terkait dengan musik. Latar belakang akademik saya terkait dengan elektronika dan komputer. Musik bagi saya adalah hobby tetapi juga passion. Saya belum berani melakukan hal-hal yang terkait dengan musik secara akademik. Namun itu bukan berarti saya tidak peduli lho.
Ketika bersekolah di Kanada dahulu saya sempat mengambil kuliah Computer Music, yang diselenggarakan di departemen musik. Saya ingin mengetahui banyak hal yang terkait dengan hal itu. Memang kuliahnya menarik. Kami diajari tentang sound. Ada tugas untuk mendengarkan karya John Cage, “musik” eksperimental itu. Avant-garde. Seru juga. Ini sangat jauh dari musik pop. Kemudian kami juga diajarkan tentang bagaimana menghasilkan suara instrumen secara elektronik, seperti yang digunakan pada synthesizers dan keyboard.
Saya juga sempat berkolaborasi dengan seorang musisi (gitaris) yang berencana untuk membuat software musik. Waktu itu kami sama-sama tertarik tentang bagaimana mendeteksi pitch secara real-time. Idenya adalah seorang penyanyi dapat mengendalikan keyboard (via MIDI) dengan cara bernyanyi. Harus ada sebuah alat yang melakukan pitch tracking.
Saya akhirnya harus membuat soundcard sendiri dengan menggunakan komponen elektronika yang tersedia dan melakukan wirewrap di PCB sendiri. Ini waktu jaman sebelum ada Soundblaster dari Creative Labs itu. Saya juga harus membuat driver softwarenya sendiri yang berjalan di atas MS-DOS. Akhirnya saya juga membuat chip untuk pitch tracking tetapi saya gunakan untuk aplikasi biomedik, yang ini kemudian menjadi basis penelitian S2 saya waktu itu. Dari musik dipelesetkan ke medis. hi hi hi.
Secara keilmuan nampaknya harus ada kolaborasi dari orang teknis – dengan latar belakang elektronika, pemrograman – dan orang musik ya. Sebetulnya ini bukan hal yang baru. Lihat saja Dr. Moog, yang terkenal dengan Moog synthesizersnya. Atau lihat juga Ray Kurzweil dengan keyboard Kurzweil yang memiliki sound luar biasa.
Sayangnya kolaborasi seperti ini belum terjadi di Indonesia. Suatu saat?

Oktober 28th, 2012 at 12:10 am
Musik bagi saya adalah hiburan
Oktober 28th, 2012 at 1:58 am
Saya suka musik dan elektro, makanya saya suka Carpark North, electro punk band dari Denmark
silahkan klik play icon untuk overview nya:
Song: Spain
https://path.com/p/26HAhe
Song: Just Human
https://path.com/p/3Am3ro
Oktober 28th, 2012 at 9:07 am
makanya cari mahasiswa master dan doktor yg mau mengerjakan musik dan elektronik, mas. jadi kum dosen dapat, hobi tersalurkan hehehe
Oktober 29th, 2012 at 12:01 am
Wah, ide penelitian bisa muncul dari hobi juga, yah?
Keren!
Berarti memang harus mendalami makna “passion” dalam diri sendiri untuk mencapai kesuksesan, sebagai peneliti.
Oktober 29th, 2012 at 2:29 pm
nice share gan,,,,
November 1st, 2012 at 10:07 am
Saya punya teman yg bikin boutiqe pedal efek utk gitar yang punya karakteristik khusus. Dia sudah export produksinya ke manca negara. Nama & produknya: KS. Aji. Mungkin belum terlalu inovatif dan belum ada temuan baru. Tapi sudah lumayanlah kiprahnya di bidang musik & teknik.
Salam
November 27th, 2012 at 2:43 pm
kuassa bikinin indonesia pak.. dan banyak yang pakai di luar sana.. hehe
http://www.kuassa.com/