Entrepreneurship (tidak mudah)

Baru saja saya selesai berdiskusi – via Skype – dengan seorang kawan di Amerika. Ini merupakan follow up dari diskusi-diskusi sebelumnya yang kami lakukan secara fisik di Bandung dan juga melalui media online. Kami sama-sama berniat mengembangkan startups di Indonesia.

Masalah yang sedang dia hadapi adalah legal structure di Amerika sana, yang mana saya tidak terlalu faham. Ada kesulitan-kesulitan yang menghalangi melakukan investasi secara institusi. Saya kurang familier saat ini dan kami akan terus mendiskusikannya. Sementara ini saya memang lebih tertarik kepada aspek teknis, engineering, dan pengembangan produk. Mungkin nantinya memang aspek legal ini harus dihadapi juga.

Menjadi entrepreneur memang tidak mudah. Hei, ini adalah pola hidup (lifestyle) yang kita pilih. Semua ada pro dan kontranya. I just love being an entrepreneur.

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

8 responses to “Entrepreneurship (tidak mudah)

  • hotelpadi

    ya Pak Budi,

    menjadi entrepreneur mmg tidak lah mudah, tapi jangan menyerah… ayo kami bisa..;-0

    salam,

    hotelpadi.com (100 visitors save money use our site)

  • estananto

    Reblogged this on Estananto's Blog and commented:
    Kalau ada yang beranggapan menjadi entrepreneur adalah alternatif lain jadi orang gajian, itu tidak sepenuhnya tepat. Menjadi entrepreneur adalah mengambil porsi risiko lebih besar seiring dengan kebebasan yang kita dapatkan.

  • Dhidhit

    ya memang tidak mudah jadi entrepreneur

  • roelspace

    Pak apakah di Indonesia selama ini tidak ada kendala dalam masalah legal ?

  • putrasemeru

    Tapi apakah lebih baik Action dulu… :-D

  • adhi

    Entrepreneurship memang tidak mudah. Yang bisa sukses jadi entrepreneur adalah mereka yang pantang menyerah, visioner dan cerdas.

    Fenomena yang saya amati adalah, ternyata kebanyakan entrepreneur sukses, itu asalnya dari universitas top dan Ber-IQ sangat tinggi, mau drop out atau graduate tidak masalah. Kenapa ? karena kebanyakan dari mereka memiliki ke 3 kualitas tersebut.

    Coba lihat baik di Indonesia maupun di luar negeri, kebanyakan job creator itu dari the best university dari negara masing-masing:

    Contoh di Indo, kebanyakan entrepreneur sukses asalnya dari ITB

    Di USA dari MIT, Stanford, UC Berkeley, Harvard,

    Di Eropa dari Ecole Polytechnique, ETH Zurich, TU Delft, TU Eindhoven, TU Munchen.

    Di UK dari Oxford, UCL, Cambridge, Imperial College

    Di India dari IIT.

    Universitas top melahirkan job creator. Universitas biasa melahirkan job seeker.

    So entrepreneurship is not just a lifestyle. Lifestyle adalah sesuatu yang bisa dipelajari dan dijalani oleh setiap orang.

    Entrepreneurship tidak bisa dipelajari dan dijalani setiap orang . It’s a trait of a superior individual.

  • Eko AW

    Saya sdang berusaha mencari teman2 yg passion/ niche nya sama tentang startup digital, terutama yg lebih bnyk memikirkan entreprenur. Dan ternyata tdk mudah, bahkan saat sy ingin mendirikn komunitas startuplokal. Untuk sekedar mendpatkan semngat, daripada berjlan sendiri.

    Bgaimana dgn kabar2 startup di kota lain?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.772 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: