Tanpa Uang Kertas

Jaman sekarang adalah jaman serba digital elektronik. Demikian pula uang katanya akan menuju ke uang elektronik (e-money). Namun karena kita sudah terlanjur banyak menggunakan uang kertas, maka perubahan kebiasaan ternyata tidak mudah.

Salah satu masalah yang dihadapi oleh uang digital adalah aspek anonim. Uang kertas memungkinkan transaksi anonim. Kita memberikan uang jajan kepada anak-anak, cucu, dan keponakan masih menggunakan uang kertas. Kalau di luar negeri, tips di restoran juga masih menggunakan uang kertas (atau logam). Di Indonesia, memberi uang untuk pengemis juga masih menggunakan uang kertas (logam). Belum lagi untuk transaksi di bawah tangan. Padahal katanya jumlah transaksi seperti ini masih cukup besar. Artinya, perubahan ke uang digital masih membutuhkan waktu yang cukup lama.

Di majalah IEEE diceritakan tentang pengalaman seseorang (di Amerika) yang mencoba hidup satu tahun tanpa menggunakan uang kertas. Nah, ada yang berani mencoba ini di Indonesia? Naik angkutan umum bisa gak ya pakai kartu? he he he

Uang kertas (logam) sebetulnya sangat bermasalah. Untuk membuat dan mendistribusikan uang kertas itu sangat mahal. Mungkin uang 2000-an kita itu biaya pembuatannya lebih dari itu. Belum lagi ada masalah dengan uang palsu. Jadi uang digital sebetulnya sangat dinantikan baik oleh regulator ataupun kita sebagai pengguna. Masanya akan datang. Tinggal, kapannya?

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

15 responses to “Tanpa Uang Kertas

  • hotelpadi.com

    Hi Pak Budi,

    Implementasi uang digital tidak akan sesulit pada saat bangsa kita ini sosialisasikan penggunaan gas menjadi minyak tanah,

    Hanya saja, regulator kita yang 1/2 hati menjalankannya.

    Penggunaan uang digital bs menghemat kas negara. Namun di pihak lain, jg akan menyulitkan para koruptor transaksi di bawah meja.

    Salam,

    Hotelpadi.com (save up your accomodation cost)

  • mathematicse

    Mungkin 100 tahun lagi… :-)

  • madjongke

    Sepertinya sangat lama untuk mewujudkan hal itu

  • Alisyah

    Mungkin tantangan paling nyatanya adalah di pasar tradisional. Tapi bisalah 20 tahun-an, dihitung dari inisialisasi oleh pemerintah

  • droiden garuda

    Gambaran masa depan,
    bermanfaat juga mengurangi masalah global warming

  • milo

    uang digital? mekanismenya gimana?
    saat ini, biarpun bisa transaksi menggunakan kartu (ATM, credit card, dsb), tetap saja kita ‘memiliki’ uang kertas yang ‘dititipkan’ di bank dan suatu saat bisa diambil.

  • Dhidhit

    Kalau mau bayar tambal ban pakai kartu, kira kira ada yang bisa ga ya..

  • roelspace

    sealalu ada dua sisi berlawanan, di sisi lain ada penggiat Dinar Dirham yang memperjuangkan penggunaan uang logam emas dan perak dan pengikutnya lumayan banyak. namun ada juga yang di tengah-tengah dengan membuat uang dinar digital dengan nama e-dinar.

  • ryan_oke

    Kalau sehari saja, pasti bisa. Angkutan umum juga sudah ada yang pakai uang elektronik. Beli sesuatu ke toko/pasar yang pakai uang elektronik juga ada.

  • adnan basalamah

    gini aja pak. lgsg dibuat aja sistem nya dan komunitas nya. jadi kita tidak membicarakan benda yg di awang2. bikin begini kan mudah saja

  • Dhea Megan

    Sejujurnya uang kertas terasa lebih nyaman dari pada e-money. Ada nilai sugesti menurut saya. Dengan uang di dompet lebih banyak terasa lebih klop dari pada satu kartu dengan nool yang banyak… walaupun mengundang lirikan mata-mata yang berniat jahat… hehehe…

  • yuti

    yang jelas uang kertas gampang untuk turis. uang digital gampang untuk orang lokal, transport, belanja, dll. tapi untuk turis masih sulit, meski kadang penggunaan uangnya dilokalisasi di loket, jadi ngga ribet bayar di moda transportasi umum dan bikin macet

  • Arfan

    Yang jelas, akan ada turunan semua jenis-jenis ‘nilai’ yang berkaitan dengan uang. Termasuk ‘cara baru’ korupsi, mencopet, penggelapan, dan pencucian uang. Persiapkan langkah pencegahannya juga.

  • Dedi Sutisna

    penggunaan e-money dan m-money (manual – money); kertas dan logam, saat ini setidaknya keduanya sama-sama penting dan memberikan efek yang berbeda sesuai dengan kondisi dan penggunaannya, hanya saja m-money terasa lebih menimbulkan interaksi sosial yang kuat setiap kali penggunaannya…..

  • Sewa Mobil Jakarta Selatan

    asal memadai untuk transaksi tanpa uang kertas mah aku berani-berani aja. hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.732 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: