Akhir-akhir ini saya jadi lebih memperhatikan orang-orang yang membeli bensin di SPBU. Ternyata lebih banyak orang yang membeli bensin premium ketimbang pertamax. Yang membeli bensin premium termasuk mobil-mobil mewah lho. Lantas saya jadi berpikir-pikir. Apakah saya yang bodoh karena tetap membeli pertamax? Apakah sebaiknya saya pindah ke premium saja?
Alasan orang tentang penggunaan timbal dan sejenisnya sebetulnya bagus, tetapi bukankah kita bertahun-tahun telah menggunakan bensin premium dan tidak apa-apa? Bahkan dahulu pun kualitas bensin mungkin tidak sebagus sekarang dan kendaraan oke-oke saja. Apakah sekarang memang desain mesin kendaraan lebih sensitif? Ini bukannya memburuk? Semestinya kan mesin harus didesain lebih tahan bantingan.
Oktan yang tinggi. Untuk apa oktan yang lebih tinggi? Mesin yang lebih bersih katanya. Seberapa bersih sih perbedaannya? (Asumsinya dibelinya dari SPBU yang bagus bukan yang nakal.) Kalau premium diberitakan menyebabkan kerusakan fuel pump, dan seterusnya, mengapa premium masih boleh dijual secara resmi?
Perlu diingat bahwa saya – dan sebagian besar orang – menggunakan mobil untuk keperluan dalam kota. Ataupun kalau ke luar kota tidak untuk balapan (ngebut). Rasanya premium oke-oke saja tuh.
Permasalahan yang dihadapi adalah harga pertamax itu DUA KALI LEBIH MAHAL (atau bahkan lebih lagi) daripada harga premium. Perbedaan harga ini cukup lumayan kalau dihitung sebulan.
Jadi? Kembali ke premium kita?

November 18th, 2012 at 4:14 pm
waah kalau saya untuk sekarang kayaknya premium aja dulu mas
he
November 18th, 2012 at 6:05 pm
wah.. tulisan Bapak bisa dijadiin pembenaran bagi saya nih *siap-siap pake premium*
November 18th, 2012 at 7:00 pm
Hahaha,
November 18th, 2012 at 7:11 pm
Nggak usah ragu pakai Premium.
Cara perawatan dan berkendaraanlah yg lebih besar mempengaruhi kondisi mesin.
Kenapa juga Pemerintah kita tidak saja meningkatkan kualitas Premium?
Rakyat perlu segala sesuatu yg lebih ekonomis, bukan yg serba MAHAL.
Istilah “BBM Bersubsidi” di SPBU harusnya tidak ada lagi.
Karena memang sudah seharusnyalah pemerintah memperhatikan kesejahteraan rakyat.
Pertanyaan, “wah nanti keenakkan dong.. mobil2 mewah?”
Nggak Papa!
Prinsipnya kan 1. Pemerintah Harus Sejahterain Rakyat!
Artinya apa, biar nggak terlalu membebankan rakyat miskin, ya rakyat miskin tsb ditingkatin lagi penghasilannya.
Balance kan!
November 18th, 2012 at 9:13 pm
Supaya harga Pertamax tidak lebih mahal, hingga dua kali lipat Premium, sebaiknya harga Premium dinaikkan saja.
November 18th, 2012 at 9:54 pm
Dulu saya rajin pakai pertamax, tetapi sekarang sudah cocok pakai premium.
November 19th, 2012 at 6:25 am
kalau mobilnya rusak kan bisa beli lagi dengan sistem kredit, bayarnya bisa nyicil pak..
kalau beli pertamax bisa nyicil dan beli mobil tidak bisa diecer, mungkin saja orang lebih memilih beli pertamax agar mobil awet
November 19th, 2012 at 7:12 am
mu-lai ter-go-da ea ea
November 19th, 2012 at 9:02 am
Sebaiknya kalau mampu tetap pakai pertamax, Pak. Saya pernah jadi korban buruknya premium.
Beberapa teman & beberapa orang pernah mengalami masalah karena premium. Mulai dari rusaknya pompa bensin, rusak busi sampai kerak di piston. Padahal mobil keluaran baru dan perawatan rutin.
Belum lama ada berita beberapa mobil yg bengkok stang pistonnya (dalam waktu berdekatan di Makassar). Banyak yg menduga karena bensin juga, walau pun di tabloid otomotif disebutkan bukan karena premium.
Mobil saya harus ganti busi karena mesin ndut-ndutan. Padahal awal bulan baru servis besar dan ganti busi. Kata kepala bengkel karena bensinnya jelek. Kepala bengkel menyarankan menggunakan pertamax untuk menguras bensin di tangki.
November 19th, 2012 at 9:30 am
secara fundamental pertanyaanya bisa mengarah pada “minyak buni itu milik negara atau milik rakyat?”
November 19th, 2012 at 10:49 am
mungkin subsidi premiumnya dihilangkan saja ya pak biar orang2 pindah ke pertamax
November 19th, 2012 at 7:39 pm
saya alumni jurusan kimia. bahkan di kimia SMA pernah dijelaskan kegunaan pertamax ini. tapi saya lupa. *malu
November 19th, 2012 at 11:47 pm
sekali kali wajib lah beli pertamax buat membersihkan kotoran di tangki.
November 20th, 2012 at 1:58 am
Usul ke pemerintah saja: barang siapa yang rajin pakai pertamax, agar dapat keduax [bantuan langsung tunai dari pemerintah]. *Komen ngaco..
*
November 20th, 2012 at 5:23 pm
Bukannya mau provokasi ya pak… Cuma mau sharing juga…
Waktu kendaraan saya masih baru, saya pake pertamax (4 tahun lalu). Cuma bertahan 4-5 bulan, saya down-grade ke premium.
Malah pernah juga pake “obat kuat”, yang menurut penjualnya bisa mengirit pemakaian BBM (dengan satu syarat: sesekali naik angkot).
Alhamdulillah, menjelang tahun kelima, kendaraan masih sehat wal’afiat, dan masih dalam lindungan Yang Maha Kuasa.
Pesan sponsor: Apapun BBM-nya, yang penting uang yang dipake harus HALAL.
November 21st, 2012 at 9:06 am
bukankah pembelian premium atau pertamax dilihat dari kompresi mesin mobil yg dipakai, karena kedua jenis bahan bakar ini berbeda nilai oktan, dan berbeda titik bakarnya. Bukan dilihat dari CC mobil apalagi harga mobil. Motor matik yg kompresinya tinggi (spt Honda Vario) dianjurkan diisi dengan pertamax. Kalau dipaksakan isi premium pembakaran tidak sempurna, sehingga akan timbuk kerak (akibat sisa pembakaran yg tidak sempurna), ngelitik, dsb.
November 29th, 2012 at 12:15 pm
premium pertamax…
sementara itu gue pernah ngeliat ada mobil suzuki carry berplat nomer berwarna merah yang ditolak mengisi bensin premium oleh petugas spbu nya. sampai ngotot-ngototan si pengemudi carry itu bilang “kalau gue bawa mobil bagus, atau gue menteri ya boleh…
November 29th, 2012 at 12:18 pm
dan kegalauan masih terus berlangsung …