Salah satu hal yang paling sulit dilakukan ternyata adalah mengatakan tidak. Saying NO. Poin in saya sampaikan di depan para calon technopreneur. Mengapa hal ini perlu saya angkat? Karena dalam perjalanan untuk menjadi entrepreneur selalu ada “gangguan”.
Sebagai contoh, Anda sudah memutuskan untuk membuat sebuah perusahaan startup setelah lulus S1. Niat sudah bulat. Eh, tiba-tiba ada tawaran beasiswa untuk S2. Nah lho. Bagaimana? Untuk membuat situasi lebih sulit lagi, S2-nya di luar negeri di universitas yang bagus (terkenal). Mampus deh! Langsung gamang. Apakah jadi menjalankan usaha? Atau tunda dulu?
Kebanyakan orang ketika dihadapkan kepada situasi ini akhirnya memilih menunda dulu. Tentu saja ini pilihan yang sah. Tidak salah. Ini adalah pilihan hidup. It’s a choice.
Hanya saja kalau Anda beranggapan bahwa setelah itu tidak ada “gangguan” lagi, Anda salah. Misalnya Anda menyelesaikan S2 dan kemudian teringat kembali untuk menjadi wiraswasta. Sekarang ada beban tambahan. Orang-orang akan lebih menyudutkan Anda dengan mengatakan “lulusan S2 kok hanya buat usaha seperti itu”. Nah lho.
Tambahan lagi. Tiba-tiba ada tawaran dari kawan Anda yang membuka sekolah tinggi. Bagaimana kalau Anda mengajar saja di sana? Gaji tetap lho. Maka Anda goyah lah. Yang lebih sakit adalah kalau tiba-tiba ada tawaran yang lebih “hebat”, seperti menjadi pejabat (Dirjen, Menteri, Walikota, Bupati, dan seterusnya). Maka, sanggupkah Anda mengatakan TIDAK???
Ada banyak “gangguan” dalam perjalanan hidup kita. Jika kita tidak tahu apa yang kita inginkan, tidak tahu cita-cita kita, dan tidak teguh dalam memegang cita-cita itu maka gangguan ini akan selalu menang. Dan Anda akan selalu mengorbankan cita-cita dengan kepragmatisan kini.
Suatu ketika, ketika Anda sudah tua, teringatlah Anda akan cita-cita Anda. Rasa sesal mulai muncul.
Kemampuan untuk mengatakan TIDAK harus dimulai dari dini. Harus belajar. Katakan … TIDAK untuk “gangguan” yang tidak sesuai dengan cita-cita Anda. Semoga kita dapat melakukan hal ini.

Desember 12th, 2012 at 9:12 pm
bener juga sih… walau berkata tidak itu tak mudah juga ya..hehehe
Desember 12th, 2012 at 9:42 pm
Yup tp ingat Pak, mengatakan TIDAK juga pilihan lho hahaha. ‘Gangguan’ dalam hidup siapa tahu malah membuat kesempatan dan peluang baru, so jangan takut juga mengatakan IYA. Gitu pak.
Desember 12th, 2012 at 10:05 pm
Ternyata pengertian nya berbeda dengan yang pernah saya pikirkan. Dulu saya berpikir kalau berkata tidak berarti jahat, tidak mau membantu dll.
Menarik.. Jadi semakin mantap melanjutkan http://www.limitedlink.com yang sedang saya kembangkan
Terima kasih
Desember 12th, 2012 at 10:51 pm
Iya pak Budi, setuju.. Harus berani mengatakn TIDAK.. Tp mesti analisa kesempatan yg dtg jg.. Sapa tau penawarannya sangat tidak mungkin ditolak.. Karena kesempatan datang 1x saja..
Dan kita pasti memiliki kelebihan atau keistimewaan.. Kesempatan tdk dtg ke org sembarangan
Salam,
Hotelpadi.com
Desember 12th, 2012 at 11:36 pm
bagaimana kalau cita-cita turut berubah seirama dengan kesempatan? seperti ketika bekeluarga dan punya anak, cita-cita mungkin akan melambat dan mungkin juga berevolusi menjadi sesuatu yang benar-benar baru. cita-cita baru bertentangan dengan yang lama, tapi membuat bahagia
Desember 13th, 2012 at 9:59 am
Setuju gan, kita harus bisa mengatakan “Tidak” mulai sekarang.
Desember 13th, 2012 at 10:49 pm
Cita-cita boleh berubah, tapi tetap punya cita-cita. Ada yang hidupnya tidak punya cita-cita. Mengalir saja. Mengikuti apa saja yang terjadi.
Desember 14th, 2012 at 11:46 am
saya yg tipe mengalir saja pak
April 2nd, 2013 at 10:57 am
wah, kaya selogannya salah satu partai yang berwarna biru nih. hehee
April 17th, 2013 at 1:18 pm
harus ada ketegasan dalam diri untuk bisa bilang katat ini
Jasa SEO