Siswa Tidak Siap

Salah satu prasyarat kesuksesan eLearning adalah kesiapan dari siswanya sendiri. Berbeda dengan jaman dahulu, di mana siswa “disuapi” oleh gurunya, sekarang siswa yang harus lebih pro-aktif. Sekarang pusatnya ada pada siswanya. “Student-centric” katanya. Kalau dahulu pada gurunya.

Saya lihat ini masalah terbesar di kita. Siswa cenderung untuk pasif dan mencari cara termudah untuk lulus ujian. Cara terbaiknya adalah dengan menghafal. Cara terburuk adalah curang. Itikad untuk belajar itu hilang. Bahkan untuk sekedar bertanyapun mereka tidak mau (atau tidak mampu?). Ini dapat kita lihat pada tingkatan dari SD sampai mahasiswa. Menyeramkan.

Mungkin ini juga bukan salah mereka karena lingkungan (sistem) yang mendorong ke arah itu. Sebagai contoh, kalau mereka gagal Ujian Nasional (atau ujian-ujian lain) maka mereka tersingkirkan. Akibatnya target mereka sebagai siswa adalah lulus ujian. Di luar itu? Tidak tertarik. Ataupun kalau tertarik, ya secukupnya saja.

Kembali kepada kesiapan siswa, bagaimana cara kita untuk mendorong mereka agar dapat lebih pro-aktif? Jika mereka tidak kita siapkan dari sejak dini, maka kemajuan dunia ini (termasuk keberadaan eLearning) justru akan membuat kita menjadi semakin terpuruk. Kita harus mulai dari sejak mereka kecil. Tapi bagaimana ya?

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

9 responses to “Siswa Tidak Siap

  • Gerahan Novianto

    Nah kalau anak SD yg saya “jomprongin” model kayak gini, bagaimana mas Budi ?

  • nabils29

    Padahal yang bagus itu itikad untuk belajar… saya saja sbg pelajar mencoba untuk memiliki semangat belajar tinggi, semoga….. belajar akan membuat kita lebih menghayati arti pelajaran itu ketimbang menghafal :)

  • Abigail G.A.

    siswa kurang proaktif mungkin karena nggak tau hubungan apa-apa yang mereka pelajari sama kehidupan mereka.. “need” nya belum dapet, lack of purpose..

  • Mangasi Napitupulu

    Salah satu hal yang kurang baik adalah kecenderungan orang tua untuk mengarahkan anak-anaknya pada jurusan yang mereka anggap “baik” dan dapat menjamin anak2 mereka “gampang cari kerja” nantinya. Mungkin ini juga yang membuat para siswa dan mahasiswa kurang tertarik “belajar” karena ini bukan hal yang dia ingin pelajari, jadinya lebih banyak yang mengerjakan segala sesuatu secukupnya, dan seperlunya.

    Mental ini mungkin timbul dari kondisi jaman dulu, dimana orang tua anak2 di angkatan saya (kelahiran 1980-an) berada di kondisi di mana belajar itu sulit, dan tidak banyak pilihan untuk menyambung hidup.

  • Mohammad Yusuf Syafroni Karim

    oalah, anak es de kok di suruh belajar arduino, mestinya itu belajar zilog80 saja
    btw ini tahun berapa seh?, presidennya masih Ronald Reagan kan?

  • Universitas Esa Unggul

    kunci dalam membina anak untuk mempunyai Masa depan yang baik terdapat 4 point yaitu :

    1. Dukungan Orang Tua : Seringkali orang tua yang tidak puas akan kemampuan anaknya , mereka akan menyebutkan “anak tidak berguna , bodoh sekali kamu , dll”. hal ini akan membuat mental anak semakin jatuh ke dasar dan tidak berani untuk menghadapi dunia luar yang nantinya akan diremehkan oleh banyak orang

    2. Dukungan Teman / Pacar : Hal ini juga sangat membantu dalam membangun tekad untuk mencari masa depan yang cerah. Teman / pacar yang baik akan mengatakan “saya yakin kamu bisa menghadapi hal ini , kamu merupakan orang yang sesuai untuk bidang ini , jangan menyerah dulu , tetapi coba dulu”. Kalimat ini mungkin akan mengingatkan kita bertapa bersyukurnya kita mempunyai teman / pacar yang pengertian terhadap kita sehingga kita pun bersemangat untuk menggapai masa depan kita.

    3 Lingkungan : Jauhilah lingkungan yang negatif , Jika kamu mempunyai teman yang suka pesimis , bantulah dia dan akhirnya dia juga akan membantu kita, selalu berkomunikasi atau jelajah ke lingkunga yang bermanfaat untuk kita seperti tempai ibadah , museum , dan jauhilah dunia malam karena itu akan membuat kita malas dalam melakukan hal apapun nantinya.

    4. Tekad dan Iman : Kita juga harus mempunyai tekad dan iman semental batu kristal (kristal tidak dapat retak). Berdoalah jika masalah yang dihadapi belum selesai dan niscaya solusi akan datang sendirinya.

    Artikel anda sangat bagus. ..tetapi bukan saja faktor dari mahasiswa, Universitas pun sangat berperan penting dalam membawa mental mahasiswa, banyak sekali dosen secara umum yang hanya menjelaskan teori secara sangat dasar , dosen memberikan tugas yang belum pernah dia ajarkan , dosen yang jarang masuk dan jarang memberikan tugas , serta dosen yang semena mena memberikan nilai bagus padalah mahasiswa tersebut tidak menguasai mata kuliah tersebut. Mahasiswa , dosen , Universitas diibaratkan sebagai putaran yang tidak bisa dipisahkan.

    Terima Kasih

  • Jefry

    Kalau menurut saya kita harus menumbuhkan semangat belajar dan antusiasme yang tinggi agar mereka mau untuk belajar dengan giat. mungkin pembelajaran yang dibantu dengan teknologi semacam komputer dan sejenisnya bisa membantu dalam proses pembelajaran anak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.764 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: