Perlukah Pelajaran XYZ?

Di sebuah milis saya mengikuti perdebatan tentang kurikulum. Berbagai masalah dilontarkan. Salah satunya adalah perlukah pelajaran tertentu, sebut saja XYZ, diajarkan? Perdebatan kemudian terjadi karena ada orang yang menginginkan mata pelajaran / kuliah tertentu hadir dengan jumlah SKS tertentu. Sementara itu ada batas SKS maksimum yang diambil oleh mahasiswa. Memilih mana yang perlu dan mana yang tidak ternyata sulit.

Saya melantur. Mencoba mengerti lebih jauh. Perlukah sebuah pengetahuan tertentu diajarkan? Kalau pertanyaannya perlu, mungkin jawabannya adalah memang perlu. Hanya masalahnya apakah dia perlu diajarkan secara formal dalam bentuk sebuah mata pelajaran atau tidak? Itu kan masalahnya.

Ini juga sebetulnya terkait dengan harapan keluaran yang diinginkan. Yang ini juga ternyata masih menjadi perdebatan.

Saya dapat membayangkan ada beberapa pengetahuan yang nampaknya akan terdesak, yaitu hal-hal yang sulit sekali secara teknis (sehingga tidak banyak peminatnya) dan hal-hal yang dianggap remeh. Kesusasteraan, misalnya, tidak mungkin akan muncul dalam bidang ilmu teknis. Padahal menurut banyak orang, hal ini sangat penting. Liberal arts mulai mendapat porsi yang besar di luar negeri.

Saya berpikir, apakah “English Literature” akan mendapat porsi di Indonesia? Demikian pula dengan “World History”? Dugaan saya jawabannya adalah TIDAK! (Dengan tanda seru.) Ini budaya Barat yang tidak penting amat untuk dipelajari. Apalagi dimengerti.

Padahal ada banyak hal di dunia teknis sekalipun yang terpengaruh oleh budaya Barat. Di dunia saya ada banyak pengaruh tulisan science fiction yang mempengarui teknologi. 1984? 2001 Space Oddysey? Bahkan skit Monty Python pun menyebabkan munculnya istilah spam di email. Beberapa pemikiran pengarang seperti Asimov juga mempengaruhi banyak hal. Belum lagi soal Star Trek :)

Saya beruntung karena pernah bersinggungan dengan budaya Barat untuk waktu yang cukup lama, lebih dari 10 tahun, ketika saya mengambil S2 dan S3 di Kanada. Ada banyak hal yang akhirnya saya ketahui dan itu memudahkan saya untuk memahami dan berdiskusi dengan kolega-kolega di luar negeri.

Pemahaman World Culture menurut saya semetinya penting untuk diajarkan. Nah, apakah kita perlu juga membaca Shakespeare? Hmm…

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

6 responses to “Perlukah Pelajaran XYZ?

  • suryasumpeno

    Mandatory = wajib, atau tidak? Menurut saya, “English Literature” tidak wajib.

  • Adhi Hargo

    Harapan saya sih, sains dasar didahulukan dari “kurikulum IT” tertentu yang kadang cuma mencetak tukang ketik abad 21. Saya pribadi akan kecewa jika mata pelajaran tertentu dihilangkan hanya karena tidak banyak peminat atau terlalu sulit secara teknis. “The dumbing down of formal education”, namanya.

    Yang tidak banyak peminat kadang justru penting bagi identitas sebuah bangsa atau keunggulan unik sebuah negara.

    Yang sulit secara teknis kadang justru penting dalam memajukan sebuah negara, minimal dari net-consumer menjadi net-producer produk2 teknologi, syukur-syukur bisa jadi salah satu yang terdepan di bidang industri / teknologi tertentu.

    Kita keburu minder, kadang dalam bungkus nasionalisme, jika dibandingkan dengan negara2 yang lebih maju (meski dulunya pernah lebih melarat dari Indonesia di waktu yang sama).

  • mari berkawand

    Salam Persahabatan kunjungan perdana..
    artikelny menarik2..kerend

  • adhi

    Saya sekolah di Eropa tapi sayangnya S2 dan S3 saya benar-benar murni technical.

    Saya menyadari pentingnya Liberal Arts setelah bertemu dengan figur-figur penting di dalam dan luar negeri mulai dari politician, businessman, journalist, lawyer, scientist etc.

    Saya jadi mengerti mengapa dalam satu negara ada ruling class, kenapa ada working class.

    Juga dalam satu dunia, kenapa ada bangsa ruling class ada bangsa serving class….

    How actually the systems works ??

    Pertanyaann ya tersebut hanya bisa dijawab kalau kita belajar Liberal Arts..

    Mempelajari technical subjects semata-mata membuat kita menjadi orang yang kering,rigid, fanatik dan kurang menarik.

    Mempelajari liberal arts membuat kita menjadi orang yang menarik, berwarna dan bisa melihat dunia ini dari berbagai sisi.

  • yuni maimunah

    artikel banyak menarik, rasanya waktu begitu terbatas untuk membaca semuanya, thanks -

  • filter air

    kalo menurut ku tergantung kebutuhan yang harus disesuaikan pada jurusan perkuliahannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.735 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: