Tulisan ini merupakan upaya saya untuk mengajak kita peduli terhadap lingkungan. Mungkin pesannya terlalu sederhana dan terlalu obvious. Semua orang juga sudah tahu. Pada kenyataannya tidak. tetapi sesungguhnya pesan-pesan seperti ini masih dibutuhkan.
Sering saya melihat orang berkendaraan – motor, mobil, bahkan mobil mewah sekalipun – yang melontarkan sampah ke jalan. Paham yang mereka anut adalah, mobil saya harus bersih dari sampah. Jalan? Ah terserah. Fenomena “not in my backyard“.
Bahwa membuang sampah pada tempatnya ternyata masih belum diresapi. Ini harus diajarkan sejak dini. Suatu ketika ada anak-anak, kecil-kecil, bermain di depan rumah kami. Mereka makan makanan kecil. Kami tanya, kalau buang sampah di mana? Dengan lugunya mereka menjawab: di selokan. Kami tersentak. Mereka nampaknya tidak diajari. Atau – lebih mengerikan lagi – mereka diajari untuk membuang sampah di selokan. Pantas saja kalau hujan selokan menjadi meluap karena aliran air tertutup oleh sampah-sampah yang susah hancur tersebut.
Pendidikan dapat terjadi di tiga tempat; (1) rumah, (2) sekolah, dan (3) masyarakat. Di luar negeri kita bisa lihat bahwa rumah mereka berantakan, sekolah pun tidak terlalu hebat, tetapi di masyarakat tetap ada “pelajaran-pelajaran”. Sebagai contoh, di kendaraan umum seperti bis ada petunjuk untuk memberikan tempat kepada orang tua atau yang membutuhkan. Ini merupakan pelajaran dari masyarakat. Untuk itu saya mengajak kita untuk membuat “pelajaran-pelajaran” di manapun kita bisa melakukannya. Termasuk di blog.
Untuk kali ini, pesan yang ingin saya sampaikan adalah
Buanglah sampah pada tempatnya
(Mungkin di lain kesempatan saya bisa menambahkan dengan ilistrasi grafis yang lebih menarik daripada sekedar teks saja.)

Januari 1st, 2013 at 9:27 pm
Iya SETUJU.. Buanglah sampah pada tempatnya, demi kita semua.. Berkah nya dari masyarakat untuk masyarakat sendiri..!!
Salam,
Hotelpadi (cek tarif hotel)
Januari 1st, 2013 at 9:37 pm
HARUS .. karena kebersihan itu sehat dan indah ,, jangn smbarang saja buang sampah ,, yang rugipun kita ,,
Januari 2nd, 2013 at 8:40 am
gak di kota, gak di desa. rupanya sama saja. mungkin memang perilakunya
Januari 2nd, 2013 at 2:46 pm
Tas saya sering jadi tempat sampah portabel >.<
Kalau mobil (terutama yang mewah) di depan membuang sampah sembarangan, minimal saya kasih "protes" lewat klakson.
Buanglah sampah pada tempatnya!
Januari 2nd, 2013 at 3:29 pm
pantesan jakarta banjir terus, jangan menyalahkan gubernurnya, tapi salahkan penduduknya
Januari 4th, 2013 at 2:03 pm
kebersihan sebagian dari iman
Februari 5th, 2013 at 11:03 am
banyak orang yang menganggap kata-kata itu sebagai pajangan tetapi sesungguhnya kata-kata itu sangatlah bermakna bagi kehidupan kita.
Februari 17th, 2013 at 10:06 am
Pada tahun 1967, nilai tukar Dollar Amerika mencapai 150 Rupiah. Di masa mendatang, ketika rupiah diredenominasi, mungkin 1 dolar akan senilai 10 rupiah.
Februari 28th, 2013 at 1:20 pm
Sangat bagus pesannya tetap beri pesan pesan yang menarik
April 2nd, 2013 at 2:08 am
bersihkan kutu kutu di sayapmu