Pengantar Tulisan Yang Berlebihan

Saya paling tidak sabar untuk membaca tulisan yang terlalu bertele-tele. Demikian pula saya tidak terlalu baik dalam menilai tulisan (makalah) yang terlalu panjang bagian pengantarnya. Ada banyak tulisan yang tidak perlu ditampilkan dalam bagian itu. Kriterianya kira-kira begini. Jika bagian tersebut ditiadakan, pemahaman pembaca tidak terganggu.

Ada kecenderungan dari penulis untuk menuliskan semuanya. Padahal semuanya tidak penting. Misalnya Anda diminta untuk membuat tulisan tentang Indonesia, maka mungkin Anda tidak perlu menceritakan tentang sejarah dunia. Ada banyak hal yang kita anggap pembaca sudah mengetahui, atau jika belum maka mereka diminta untuk membaca di referensi lain saja. Bukan pada tulisan ini.

Pada penulisan makalah, biasanya pengantar dapat dituliskan secara bertele-tele. Ini menghabiskan banyak halaman dan justru topik utamanya kehilangan tempat. Sebagai contoh, saya sedang memeriksa makalah mahasiswa. Topik sesunggunya baru muncul di halaman 21. Bayangkan. Halaman-halaman sebelumnya isinya apa? Saya sudah tidak sabar untuk membaca inti (point) yang ingin disampaikan oleh mahasiswa. Keburu cape dan males. Nilai akhirnya menjadi buruk.

Bertele-tele ini juga dapat dilihat ketika orang mengajukan pertanyaan. Lihat saja di acara-acara. Kalau penanya berkata:

Sebagaimana kita ketahui, … [dan seterusnya, dan seterusnya] …

maka dapat kita pastikan bahwa yang bersangkutan akan bertele-tele dalam bertanya. Kemungkinan juga jika dia diminta untuk menulis, tulisannya juga bertele-tele. Atau mungkin kalau diajak berdiskusi, kemungkinan bertele-tele juga. Ini mungkin terkait dengan pola pikir? Entahlah.

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

6 responses to “Pengantar Tulisan Yang Berlebihan

  • FARID We

    sabar ya pak budi, mesti sering2 kali seminar2 tentang penulisan utk mahasiswa :D

  • juragan.sipil

    Wah.. saya mau deh, jadi mahasiswanya Pak Budi.
    Saya paling nggak bisa yang namanya bikin kalimat pembuka basa-basi… Menyusun satu paragraf kalimat pembuka jauh lebih susah daripada menyusun satu bab isi/pokok masalah. :D :D

  • masigit

    sama mahasiswa harus banyak sabar Pak :-)

  • selfbeside

    itu sengaja pak, supaya dapet halamannya banyak gitu

  • Yus Uf

    Kayaknya perlu ditunjukkan kepada mahasiswa bahwa tulisan yang lebih sedikit jumlah halamannya bisa dapet nilai yang lebih baik dari tulisan dengan jumlah halaman yang lebih banyak. Dari situ mudah-mudahan mahasiswa mikir, buat apa habis tenaga banyak untuk menambah jumlah halaman kalau tidak menjamin nilai yang lebih baik.

  • sigit

    mungkin perlu diberi batasan yang lebih jelas Pak

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.904 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: