Pemutar MP3 Portable Yang Mana?

Situasinya begini. Koleksi lagu-lagu saya sudah pindah dari bentuk fisik kaset+CD ke bentuk digital (MP3 dan sebagian ada yang FLAC). Berkas-berkas MP3 ini ada banyak – sekitar 180 GB – sekali sehingga saya simpan di dalam satu komputer, yang sekarang adalah komputer desktop berbasis Ubuntu. Kalau saya ingin mendengarkan lagu, terpaksa saya nyalakan komputer tersebut.

Problemnya adalah menyalakan komputer itu butuh waktu, tidak bisa dalam 2 detik bisa langsung memutar lagu. Jadi kalau mau mendengarkan sebuah lagu harus sabar dulu sampai semuanya nyala. Masalah kedua adalah saya harus duduk di depan komputer untuk mendengarkan lagu. Saya tidak dapat mendengarkan lagu di mobil misalnya. Tidak portable. Masalah ketiga, yang ini sangat tergabung kepada setup saya, adalah kebetulan disk dari komputer desktop saya ini saya pasang secara eksternal. Kotak dari disk ini membutuhkan power supply dan kipas, yang sayangnya bising sekali bunyinya. Alih-alih mau mendengarkan lagu, malah mendengarkan suara kipas seperti kapal terbang!

Saya sekarang ingin mencari pemutar MP3 yang agak portable. Syarat yang utamanya adalah:

  • kualitas suaranya bagus;
  • dapat memputar MP3 (dan kalau bisa juga FLAC);
  • memiliki storage yang cukup besar (di atas 180 GB) – yang ini kalau tidak bisa sebesar itu ya tidak apa-apa tetapi saya harus repot memindah-mindahkan lagu yang diinginkan, setidaknya di atas 32 GB lah.

Sementara ini yang terbayang oleh saya adalah Apple iPod versi yang pertama dulu, yang disknya besar itu. Tapi itu kan dulu. Mungkin sekarang sudah ada yang lebih bagus lagi. Kalau handphone dan sejenisnya, storagenya sangat kecil (mungkin hanya 8 GB). Ini terlalu kecil.

Ada saran?

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

15 responses to “Pemutar MP3 Portable Yang Mana?

  • ryosaeba

    iPod gak ada yang muat pak. iPod Classic terbaru sekarang cuma 160 GB.
    sekarang jamannya cloud, gak tertarik untuk pakai Google Music atau iTunes Match? Google Music bisa pakai gratis, saya tidak tahu apakah ada limit atau tidak, tapi sejak saya pakai sudah ribuan koleksi mp3 yang ditaruh di dalam cloud.
    iTunes Match itu langganan $30 per tahun, dia akan scan koleksi lagu, yang sudah ada di iTunes Music Store akan dia simpan dengan kualitas 256 Kbps AAC, ini menguntungkan kalau kualitas yang di hdd lokal < 256 Kbps.
    untuk setel lagu, bisa dengan streaming, mau itu Android (Google Music) atau iPhone/iPod/iPad (iTunes). bisa juga pakai protokol DLNA untuk yang di rumah, tapi pengalaman saya untuk ribuan koleksi video, klien DLNA di samsung galaxy note 2 saya malah crash.
    yang jadi problem mungkin koleksi FLAC. saya belum pernah coba setel FLAC di Android, tapi saya punya koleksi ALAC (Apple Lossless Audio Codec) yang bisa disetel di iPhone. konversi bolak-balik FLAC-ALAC bisa dilakukan dengan ffmpeg tanpa kehilangan kualitas sama sekali (ya namanya juga lossless).
    saya sendiri konfigurasi khusus audio di rumah adalah:
    - ubuntu fileserver 31 TB
    - koleksi audio di-stream agar bisa disetel iTunes/iPhone dengan mt-daapd/firefly dan minidlna
    - koleksi ini juga ditaruh di cloud Google Music, jadi bisa stream kapanpun melalui Android
    - koleksi lagu yang dibeli dari iTunes otomatis akan disimpan juga di cloud-nya Apple (bukan yang iCloud ya, tapi cloud-nya iTunes Music Store), jadi bisa stream juga ke seluruh device iOS

    untuk kondisi anda, mungkin lebih baik beli hdd USB3 2.5" 1 TB lalu transfer koleksinya ke sana, sehingga tidak bising lagi dan hdd eksternal ini tidak perlu colokan power AC tambahan, cukup lewat USB.

  • Budi Rahardjo

    Menggunakan internet tidak bisa karena internet di rumah tidak cukup kecepatannya.

    Yang sedang saya lakukan (dan ini sedang dikerjakan saat ini ditulis) adalah memindahkan lagu2 ke HDD USB 1 TB yang portable. Ini sedang menunggu copy-nya. Masih 90 menit lagi.

    Yang sedang mikir adalah player di mobilnya :)

  • ryosaeba

    saya di mobil itu pakai headunit yang bisa bluetooth, jadi setel dari iphone/android dan denger di sound system mobil.

    headunit yang sama juga bisa baca dari flashdisk/hdd, tapi karena saya beli yang murahan, UI-nya tidak nyaman dipakai kalau lagunya sudah ribuan.

  • Mohammad Yusuf Syafroni Karim

    lha?,
    saya punya solusi, gimana lagunya kalo diapalkan?, kalo sudah apal kan tinggal dinyanyikan, portable kan?

  • Muhammad Albar Ali

    lha?
    yang itu tu, solusi kang Mohammad Yusuf tuh sangat masuk akal…..istilah permaportable kayaknya cocok itu…..hahahah

  • anto

    ada yang sampe 50 giga untuk simpan file cound kok, lumayan untuk presentasi bisnis coaching

  • rama

    32gb untuk saat ini cukup rasanya…

    Lagi pula kalau pakai permutasi, ga mungkin si mas dengerin lagu 180 gb dalam tiga hari??

    Nah, seminggu sekali gantik filenya dengan 32 gb yang baru :)…

    Nrimo :)

  • afan

    Didalam mobil atau di tempat umum. saya kira 3 jam itu cukup, dan hanya butuh sekitar setengah giga. Kalo masalah handphone coba cari nokia N8 (kalo g salah) yg bisa mbaca flashdisk. sekalian di test kalo di colokin yg 1 Tb gimana reakis Hp nya :)

    Nb: kalo mp3 nya bajakan mending yg dibawa sedikit aja, masak dosa kok dibawa kemana2.. :)

  • mpig

    Udah coba googling. Keliatannya pilihan bapak sudah tepat.

  • tototnet

    Sebaiknya tempat penyimpanan tetap dijadikan gudang saja, sementara pemutar portable cukup berisi playlist yang bisa ditambahi, dikurangi, atau diganti setiap saat. Jadi tidak perlu pemutar portable berukuran terlalu besar. Hemat ruang, sekaligus uang. :)

    Mestinya di Ubuntu juga ada aplikasi semacam iTunes yang memudahkan sinkronisasi playlist.

  • gotaufik

    berat ini… MP3 player atau sejenisnya yang mampu nampung 180GB kayaknya belum ada. gimana kalau buat MP3 player sendiri, jadi pionir gitu :)

  • anta40

    Mungkin mau nyoba Hifiman pak?

    http://news.cnet.com/8301-13645_3-20021179-47.html

    Memang agak mahal, tapi setau saya Hifiman reputasinya bagus di kalangan audiophile. Bisa pasang SD card, dan support FLAC. Kalau saya gak mementingkan FLAC mungkin pilih iPod Classic.
    :mrgreen:

  • Emanuel Setio Dewo

    Pakai harddisk external yg 2.5″ (tidak perlu power supply). Menyalakannya di mobil tergantung tape mobilnya. Sekarang kan banyak tape mobil yg bisa membaca storage USB. Jadi HD external bisa dibaca.

    Paling asyik sih pakai iPod atau Samsung S (media player). Bisa juga pakai smartphone. Lebih asyik karena portabel, bisa dipakai saat jogging. Sudah gitu biasanya ada fitur radio FM. Jadi kalau bosen musik bisa dengering radio.

    Salam

  • yan

    Ipod touch aja yg 64gb, mantabs :)

  • Syafrudin

    Kalau pilihan saya pakai tablet Android 7″ yang ada USB OTG-nya dan install SongBird. Koleksi di external HDD tinggal disambung lewat USB ke tablet. Setahu saya SongBird mendukung FLAC.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.893 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: