Mengapa Menulis

Saya sering bertanya-tanya pada diri sendiri mengapa saya menulis. Apakah saya ingin menjadi penulis? Ingin juga sih. Ingin menjadi penulis novel yang keren. Tapi setelah membaca biografinya Emha Ainun Nadjib dalam bukunya “Tuhan Pun Berpuasa” saya mempunya jawaban yang lebih jelas.

“Dalam hal menulis, Cak Nun berpinsip menulis bukanlah untuk menempuh karir sebagai penulis, melainkan untuk keperluan-keperluan sosial.”

Ah. Jawaban itu cocok dengan yang saya lakukan saat ini.

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

11 responses to “Mengapa Menulis

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.932 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: