Bukti Hadir Secara Digital

Salah satu syarat untuk mengikuti ujian di perkuliahan adalah hadir minimal 80%. Nah, kalau kita menggunakan sistem e-learning, apa bukti kehadiran mahasiswa?

  • Mendownload materi? Apakah setiap hadir harus download?;
  • Check-in dengan mengunakan sebuah program/aplikasi tertentu (setelah itu check-out)?;
  • Menuliskan sesuatu di forum, daftar hadir online?;
  • Hadir di forum chat? (Berarti instruktur harus online juga);
  • Apa lagi ya? Mohon usulannya.

Atau memang syarat kehadiran sudah tidak diperlukan lagi? Jika demikian maka harus ada peraturan dari institusi untuk menyatakan hal itu.

Dua minggu lagi saya akan meminta mahasiswa saya hadir secara online. Sementara ini saya masih mencari cara untuk menunjukkan bahwa mereka “hadir” sebagai pengganti tanda tangan di daftar hadir konvensional.

Update. Saya lupa memberitahukan bahwa kelas saya ini pesertanya > 120 orang. Jadi rasanya tidak mungkin (dengan teknologi sekarang dan kualitas jaringan yang tersedia) kalau semuanya harus login dengan menggunakan video :). Untuk sekedar chatting dengan 120 orang saja sudah merupakan tantangan berat.

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

12 responses to “Bukti Hadir Secara Digital

  • Putra Fajar Alam

    Bagaimana klo mengukur session nya pak, waktu session sign out dikurangi waktu session sign in,,tpi klo menjamin orang itu selalu di depan komputernya memang cukup susah pak,hehehe

  • rahmanrd (@rahman_rd)

    pake aplikasi camfrog aja pak (www.camfrog.com), semuanya harus aktifkan webcam :), buat group/room baru :), pak budi tinggal aktifkan microphone sebagai pengganti suara perkuliahan online

  • rahmanrd (@rahman_rd)

    kl pake camfrog, nanti saya ikutan jg deh perkuliahan online nya pak budi, sudah lama ga ikutan, hitung-hitung dapet ilmu baru hehehe..

  • erwin pratama

    Sepertinya lebih baik opsi forum chat, karena layaknya dalam suatu pertemuan mmg mesti ada pengajar dan yg diajar.

  • Angga Pramudita (@mrPramudita)

    Setiap mahasiswa harus berpartisipasi dalam chatting conference tersebut paling tidak sekali. Jadi di tiap akhir sesi online class, setiap mahasiswa ditanyakan mengenai konsep yang sudah diajarkan di online class. Bagaimanapun parameternya tetap tingkat pemahaman si mahasiswanya sendiri.
    Butuh ekstra perhatian dan komitmen memang untuk mengajar, apalagi secara online. :)

  • hertoto

    Saya sudah lama tidak menjadi mahasiswa. Dari dulu saya berusaha menemukan jawaban, kenapa ya kehadiran mengikuti perkuliahan itu diharuskan? Kalau mahasiswa selalu mengumpulkan tugas tepat waktu, dapat mengerjakan ujian dengan baik, bagi saya sudah cukup.

    Disini dosen harus kreatif dalam mengukur partisipasi bukan hanya kehadiran belaka:
    1. Buat kuis pra kuliah dan pasca kuliah. Untuk mengukur apakah mahasiswa sudah membaca materi sebelum dijelaskan dosen sekaligus mengukur bagaimana penyerapan materi. Kuis sederhana saja, bisa berupa soal ringan atau malah pilihan ganda.
    2. Berikan pekerjaan rumah setelah kuliah selesai, bisa berupa esai atau soal, atau apa saja. Kalau ada kuliah tatap muka 15 kali, tugas juga 15 kali.

    Kalau tatap muka 15 kali berarti ada 30 Kuis (pra dan pasca setiap kuliah), 15 pekerjaan rumah, ditambah 2 kali ujian (tengah dan akhir semester). Semua nilai digabung sangat cukup untuk menggambarkan partisipasi mahasiswa.

    Ibaratnya, kita memotret mahasiswa dengan 47 kali, bandingkan hanya 2 kali (ujian saja), satu satu kali dua kali tugas saja.

  • Budi Rahardjo

    Sekali lagi yang saya masalahkan adalah “legalitas” dari kehadiran digital ini karena pihak institusi menyaratkan mahasiswa hadir 80%. Nah gimana membuktikan ini. Kalau saya sih tidak mewajibkan hadir :) tapi kalau tidak bisa dibuktikan berarti mahasiswa saya tidak boleh ikut ujian.

  • inezrabz

    terakhir kali kuliah kemarin, sempat juga ada mata kuliah online. di situ dosen akan kasi materi kuliah dan setiap akhir kuliah akan ada kuis singkat, dan kalo diperlukan dosen juga upload video/audio dia ngajar. kalo sistemnya online rasanya agak sulit untuk menerapkan “kehadiran” itu sendiri, paling mahasiswa dianggap “hadir” kalo mengerjakan kuisnya (yang tentunya ditetapkan deadline submission-nya).

  • Farijs van Java

    Daftar hadir yang sah itu yang bagaimana, Pak? Apakah cukup nama-nama mahasiswa yang masuk dicontreng sama dosen atau mahasiswa tanda tangan di daftar hadir?

    Kalau yang pertama, berarti cukup si dosen yang memastikan bahwa mahasiswa hadir secara online pada saat perkuliahan online. Bisa saja misalnya dengan meminta mahasiswa untuk mengirim capture webcam-nya satu per satu, atau cukup dengan menyahut dengan teks “HADIR” ketika dosen mengabsen via chat.

    Kalau yang kedua, ya tanda tangannya berarti secara digital juga. Salah satu caranya ya sistem checkin atau login. Untuk jangka panjang mungkin bisa dikembangkan penggunaan sidik jari jarak jauh.

  • Dewi Anggraini

    Salam senyum dari saya
    terimakasih banyak atas tulisannya, semoga bermanfaat untuk kita smua yang membacanya, dan menambah pengetahuan kita semua, sekilahnya bisa saling silaturahmi, silahkan kunjung ke blog saya. terimakasih

  • mtamim

    di lembaga kami bbrp tahun ini sudah memulai utk menerapkan etraining utk guru2. sebagian besar tanpa tatap muka sama sekali. padahal kami harus memastikan keaktifan mereka. terakhir kami menggunakan log (page view) harian serta forum post (jumlah komentar di diskusi online) utk mengukur keaktifan dan kami memberi nilai paling besar bagi proses ini. (oya kami menggunakan moodle yg sdh ada fitur utk membuat activity report ). kendala nya adalah peserta online tidak dapat dipastikan bahwa org tsb yang melakukan proses pembelajaran (bisa saja orang lain alias ‘joki’ yg diberi password). tp sejauh ini rasanya keberadaan “joki” masih belum ada.

  • bayoewebid

    usul saja, gimana kl kehadirannya dinilai dengan captcha dan kode uniq yg dikirim ke email masing-masing mahasiswa.
    mereka harus masukkan kode tersebut pada web sebagai absensi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.697 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: