Sudah beberapa hari ini saya mencoba ngoprek Linux lagi. Alasannya adalah saya baru pasang Linux Mint di komputer saya dan ethernet Atheros bawaan motherboardnya tidak terdeteksi. Penasaran saya. Saya ambil jalan akan rakti (compile) kernelnya dulu.
Sudah lama saya tidak merakit kernel Linux. Gelagapan juga. Pertama, ukuran kernelnya sudah sangat besar sekali. “Masalahnya” adalah banyak driver yang dia sediakan. Tentunya semuanya tidak perlu diaktifkan, tetapi apa dan yang mananya itu yang bikin pusing. Saya coba melakukan konfigurasi (dengan “make menuconfig”). Rakit kernelnya.
Compile kernel ini ternyata lamaaa sekali. Maklum, meskipun saya sudah berusaha meng-non-aktifkan (disable) beberapa bagian yang saya tahu pasti tidak didukung di komputer saya, tetap saja masih banyak driver yang harus di-compile. Hadoh.
Saya jadi teringat ketika pertama kali main-main Linux, komputer saya hanyalah sebuah komputer dari Gateway dengan spesifikasi 386/SX 16 MHz. Memory hanya 4 MB. Harddisk hanya beberapa MB dan masih menggunakan floppy disk untuk boot. Bayangkan saya harus compile kernel Linux di mesin seperti itu! Handphone saya saja spesifikasinya sudah jauh di atas itu. Demikian cepatnya kemajuan teknologi.
Merakit kernel kala itu membutuhkan waktu dalam orde jam. Sekarang? Ternyata sama saja. Ya ampun! Mengapa teknologi sudah maju, tetapi tetap saja kita harus menunggu.
Setelah selesai kernel dirakit (dan tentu saja tidak lupa merakit modules-nya) komputer saya reboot. Eh, gagal. Ternyata proses boot gagal menemukan harddisk dengan menggunakan UUID. Apa pula ini? Wah harus baca-baca lagi. Sudah ketinggalan jaman rupanya saya. Salahnya di mana ya? Apa ada bagian yang saya komentari sehingga tidak dirakit. Mencarinya akan lebih susah.
Oke saya mulai dari awal lagi saja. Install kernel source. Fresh. Kali ini tidak saya fine tuning dulu. Semua dirakit saja. Proses compile pasti lama dan bahkan saya tinggal futsal dulu. hi hi hi. Setelah selesai proses merakit, reboot. Jalan! Horeee.
Nah, sekarang saya lagi mikir mau fine tuning (and wasting more time) atau biarkan saja ya? Nampaknya mau saya biarkan dulu saja. Nanti kalau ada kesempatan, saya oprek lagi. Oh ya, tujuan awal saya, yaitu menambahkan driver Atheros ke dalam kernel belum tercapai. Yaelah. Leha-leha dulu ah.

Februari 3rd, 2013 at 12:42 pm
Saya kadang2 suka bingung dengan logika pengguna Linux. Sepertinya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengkutak-katik sistem daripada kerja yang sesungguhnya. Kenapa gak pasang Windows saja, install OS, install driver, terus bisa langsung dipakai kerja saja? kasihan waktunya dihabisin bukan untuk memanfaatkan perangkat, tapi justeru untuk ngoprek perangkatnya.
Februari 3rd, 2013 at 12:53 pm
Lah memangnya kerjanya apa? Justru memang ngoprek itu bagian dari kerjanya
Kalau kerjanya hanya pake MS Word / PowerPoint ya mendingan pakai Mac saja. He3.
Bagi orang teknis, ngoprek itu ya kerja. Kalau buat doc/ppt itu malah dianggap bukan kerja. he he he
Februari 3rd, 2013 at 1:05 pm
kalo atheros di ubuntu 11.04 dah bisa terdeteksi otomatis. modul kernel bukanya sudah ada ya?, di ubuntu 8.04 saya pakai modul kernel saja gak perlu sampai buka kernel
Februari 3rd, 2013 at 2:33 pm
Artikelnya sangat baik dan bermanfaat bagi kami. Makasih. Salam kenal.
Februari 3rd, 2013 at 3:22 pm
Padahal tinggal berkunjung ke sini aja, download sourcenya, lalu compile sebagai modul, ga perlu compile keseluruhan kernel.
http://wireless.kernel.org/en/users/Drivers/Atheros
Februari 3rd, 2013 at 3:25 pm
@graifhan silahkan aja pakai Windows, itu pilihan pribadi. Sesuaikan dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Ingat untuk mematuhi perjanjian (EULA) yang disyaratkan oleh pembuatnya sebelum menginstall ya
Februari 18th, 2013 at 4:17 pm
Masih lebih bandel sih Broadcom Pak hahaha
Pengalaman saya: compile kernel paling baru, si driver NVIDIA gak mau diinstall :v
Mei 11th, 2013 at 12:34 am
wah, kebetulan lagi compile jg nih Pak
btw, cuma masi ragu utk .config file nya, kalo kita mau nambahkan variabel lewat mana ya? (saya edit manual .config nya, tambahin variabel, trus saya run “make oldconfig”) krn variabel yg disyaratkan di INSTALL.txt dan README.txt ga tercantum di .config file saya…trimakasih Pak Budi..
Mei 11th, 2013 at 12:38 am
Saya biasanya menggunakan perintah “make menuconfig”
Mei 11th, 2013 at 1:11 am
nah disini saya mulai bingung Pak…waktu sudah masuk ke layar “menu config”, darimana saya harus nambahkan variabel (seperti pada kasus saya option: “CONFIG_DRM_INTEL_CDV=y” tidak ada di .config krena memang mau install driver baru utk VGA) nya. saya berusaha menambah option secara manual pada file .config via gedit, lalu save dan run “make oldconfig” apa dengan begitu option saya (CONFIG_DRM_INTEL_CDV=y) tadi sudah masuk dan tersimpan ya? saya agak ragu dgn hasil compile yg saya jalankan ini nanti..