Menjual Mimpi

Salah satu masalah yang dihadapi start up adalah mendapatkan SDM yang bagus. Start up, sesuai namanya, adalah pemula dalam bisnis. Dia belum memiliki kemampuan finansial yang bagus untuk mendapatkan pekerja dan membayar mereka dengan cukup (mahal). Lantas bagaimana start up mendapatkan SDM?

Salah satu cara yang lazim dilakukan adalah menjual mimpi. We are selling dreams. (Sebetulnya yang lebih tepat adalah menjual visi. Hanya saja pada tahap ini visi sama seperti mimpi, yang masih belum jelas kapan terlaksananya.) Maka start up harus dapat mengartikulasikan, apa mimpi yang dijual. Jika mimpi ini biasa-biasa saja, maka orang tidak akan tertarik dan lebih memilih bekerja di perusahaan lain saja. Dream big!

Ketika start up terbentuk, maka dia berisi kumpulan orang-orang yang memiliki vision, values, dan passion yang sama. Ini juga harus didefinisikan (meskipun nanti dia akan dapat berubah dalam perjalanannya). Jika ini tidak terjadi, maka start up yang dibentuk akan sulit untuk sukses. Masing-masing punya agenda sendiri-sendiri dan begitu dipicu oleh satu masalah, langsung bubar.

Kembali kepada topik, Anda jualan mimpi apa?

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

10 responses to “Menjual Mimpi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.783 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: