Tadi pagi, akhirnya jadi juga kelas saya kumpul online. Sebelumnya saya sudah memberitahu mahasiswa untuk kumpul di channel IRC tertentu. Pagi tadi banyak yang hadir.
(Mengapa kami memutuskan menggunakan IRC telah dibahas di tempat lain. Singkatnya, IRC dipilih karena ini merupakan platform yang paling stabil untuk diskusi dengan jumlah orang yang banyak dan dengan kebutuhan sumber daya yang tidak begitu besar. Mahasiswa kelas saya ini jumlahnya sekitar 170 orang.)
Masalah pertama yang kami hadapi adalah identitas di IRC. Repot untuk mengasosiasikan identitas di IRC, dalam hal ini adalah nick name, dengan identitas mahasiswa sesungguhnya di kampus. Untuk itu disepakati untuk menggunakan id “NAMA-NIM”. Adanya NIM sangat membantu untuk menghubungkan kedua identitas tersebut.
Sebetulnya bisa juga digunakan “NIM-NAMA” (NIM duluan), tetapi nampaknya kurang elegan. NIM di belakang juga tidak apa-apa. Yang penting nanti dapat digunakan regular expression untuk memisahkan NIM dari identitas tersebut. Tinggal buat sebuah program untuk membuat konversi ke spreadsheet.
Masalah kedua adalah cara untuk menggantikan “mengangkat tangan” (polling) dalam bentuk digital. Misalnya, saya ingin bertanya seberapa banyak mahasiswa yang menggunakan WEB sebagai cara untuk mengakses IRC. Kalau ada mekanisme “angkat tangan digital” tentunya sangat memudahkan. Tinggal dihitung saja. Sekarang ini tidak ada. Mungkin harus membuat sebuah bot untuk melakukan hal tersebut. Jika mekanisme voting ini dilakukan di luar platform IRC maka akan repot bagi yang mengakses IRC dengan menggunakan handphone misalnya. Dia harus menjalankan aplikasi lain lagi hanya untuk voting dan kemudian kembali lagi ke IRC. Tidak natural.
Hal ketiga … IRC itu sangat “cerewet” (verbose). Mahasiswa ingin menyimak (membaca) tulisan saya saja. Mereka tidak ingin melihat ada tulisan yang mengatakan si-abc login / logout. Nah. Mungkin harus dibuatkan FAQ (frequently asked questions) terkait dengan penggunaan IRC sebagai mekanisme kumpul kelas. Hmmm…
[10:27] * FT__ (caf9191a@gateway/web/freenode/ip.202.249.25.26) has joined #kuliah-br
[10:28] * evecrest (~androirc@120.168.1.10) has joined #kuliah-br
[10:28] * pltobing (~patricklt@202.152.202.103) has joined #kuliah-br
[10:28] * stephanie182 (b6092e79@gateway/web/freenode/ip.182.9.46.121) has joined #kuliah-br
[10:28] * stephanie182 (b6092e79@gateway/web/freenode/ip.182.9.46.121) Quit (Client Quit)
[10:29] * evecrest (~androirc@120.168.1.10) Quit (Client Quit)
[10:29] * mgemaakbar (~mgemaakba@202.152.202.103) has joined #kuliah-br
[10:29] * mario_135 (c0ace279@gateway/web/freenode/ip.192.172.226.121) Quit (Ping timeout: 245 seconds)
[10:29] * damiannmm_135 (27d59e76@gateway/web/freenode/ip.39.213.158.118) has joined #kuliah-br
Demikian cerita pengalaman singkat kumpul kelas online.

Februari 15th, 2013 at 8:50 am
Jadi ingat jaman IRC an dulu, Tapi apakah efektif untuk kuliah ya? tapi bisa juga penyampaian dan jawaban ada di room channel, sedangkan pertanyaan lewat private message
Februari 15th, 2013 at 12:15 pm
kumpul kuliah online.. kreatif..
Februari 15th, 2013 at 2:17 pm
nah,kalau ada kuis online gimana? kan bisa jadi mencontek via IRC, mungkin kalau kuis harus di kelas ya, biar ada yg ngawasi?
Februari 16th, 2013 at 4:20 pm
ini baru teknologi mindend.. top sekali.. semoga makin maju terus sampai dapat sponsor untuk membuat sistem sendiri
Februari 16th, 2013 at 4:23 pm
semoga lekas bisa dapat infrastruktur yang lebih baik supaya next time dapat menggunakan video conference, supaya angkat tangan pun bisa dilihat… maju terus Indonesiaku.,
Februari 18th, 2013 at 10:00 am
metode “mengangkat tangan” digantikan dengan meng”kick” dosen aja pak budi. yang mengklik duluan, berhak untuk bertanya
)
Februari 18th, 2013 at 4:14 pm
waktu kemarin banyak yang tidak bisa masuk ke channel pak (yang mengakses dari dalam ITB).
Saran saya: bikin server sendiri + client sendiri buat memisakna antara message dan notifikasi hehehe
Februari 18th, 2013 at 8:45 pm
Mungkin perlu bikin penelitian interactive e-learning yang free-open-source.