Arsip Kategori: food

Telur …

Telur atau telor. Ini lauk yang paling banyak digemari. Enak dan mudah masaknya. Mau digoreng atau direbus, tidak bakalan salah. Kecuali telurnya sudah busuk tentunya.

Telur bisa digoreng ceplok. Ini pun masih bisa bervariasi, mau matang atau setengah matang. Kalau kata orang Barat, “sunny side up”. Mungkin karena bentuknya seperti matahari di pagi hari. hi hi hi. Itu baru yang ceplok. Selain itu bisa juga didadar, scrambled, dan masih banyak lagi variasinya. Masing-masing itu juga ada variasinya lagi.

Telur juga sangat cocok untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Hayah … Ini mah namanya sepanjang waktu.

Hidup telur!


Mau?

Nasi goreng kampung. Kalau yang kota memangnya seperti apa ya?


Kuliner Hari Ini

Ketika ke Trans Studio Mall (TSM – dahulu namanya BSM), saya lihat ada restoran JUN NJAN yang menyediakan dim sum. Waktu itu saya lihat ada menu Xiao Long Bao. Wah sudah lama saya mencari menu ini di Bandung. Sebetulnya bukan hanya di Bandung, di tempat lain juga susah nyarinya. Sebetulnya ada di banyak tempat (misal di Singapura ada di banyak restoran), hanya saja restorannya tidak halal.

Nah, tadi ada kesempatan ke sana, langsung mampir. Eh, kebetulan pula sedang ada promosi dim sumnya. Satu porsi yang biasanya harganya Rp. 15.000,- menjadi Rp. 9.500,-. Langsung pesan dong. Ini dia tampilannya.

Rasanya asyik. Otentik, meskipun saya lebih suka rasa yang di restoran Imperial treasure (di Plaza Indonesia, Jakarta). Yang ini asyiknya tidak pecah ketika dimasukkan ke mulut. Maklum, di dalamnya ada airnya. Jadi airnya tidak kemana-mana. Sedap.

Kesimpulan: direkomendasikan!


Mau?

Menurut Anda, mie baso / yamien yang paling enak di mana ya?

 


Memotret Makanan

Salah satu hobby saya – dan jutaan orang lain yang memiliki handphone berkamera – adalah memotret makanan. Lawakan yang sering kita dengar adalah kalau orang lain berdoa sebelum makan, kita memotret makanan dulu. hi hi hi.

Alasan saya suka memotret makanan adalah karena mereka paling mudah dipotret dan paling sering saya temui. he he he. Makanan ada di mana-mana. Maka jadilah potret memotret makanan sebagai hobby. Sudah lebih dari 500 potret yang saya upload ke berbagai situs. Untuk satu potret yang diupload, mungkin ada dua atau lima potret lain yang tidak diupload. Jadi sudah ribuan foto makanan yang saya ambil.

Saya sendiri bukan fotografer profesional, bahkan cenderung masuk kategori amatir. Jadi sudah amatir, masih belajar lagi. he he he. Makanan adalah obyek yang tidak bergerak sehingga memudahkan untuk memotret. Hanya saja kenyataannya ternyata banyak foto makanan yang tidak menarik. Entah kenapa. Mungkin karena yang memotretnya juga asal jepret? Kalau panduan saya dalam memotret makanan adalah … hasilnya harus enak dipandang sehingga membuat kita pengen!


Restoran Enak Tapi Sepi

Ada beberapa restoran / kafe / tempat makan yang menurut saya makanannya enak, tetapi tak lama kemudian mereka tutup. Memang ketika saya makan di sana tidak banyak pengunjungnya. Kemudian yang saya sebut “enak” itu mungkin beda seleranya dengan kebanyakan orang di sini, sehingga bisa jadi menurut orang lain rasanya sih biasa-biasa saja. Sebagai contoh, waktu itu ada kafe La Cucina yang menurut saya makanannya enak. Tutup. Ada juga airplane system, juga tutup. Dan seterusnya.

Kali ini kami “menemukan” restoran masakan Timur Tengah yang enak juga. Gaza namanya. Letaknya di jalan Pahlawan, sebelah BITA Engineering. Masakannya enak, tetapi lagi-lagi sepi sekali. Ketika ke sana, kami satu-satunya pengunjung. Wah. Akan kuat berapa lama mereka bertahan sebelum tutup ya? Mudah-mudahan tidak tutup ah.

Berikut ini adalah foto makanannya, sish kudzu (kebab kambing). Ngiler kan?


Selera Makanan

Selera makanan itu ternyata memang personal. Kebetulan orang-orang di seputar saya suka makan-makan. (Siapa yang tidak?) Kami senang mencoba makanan ini dan itu, tetapi ternyata tidak semua orang cocok dengan menu yang ada. Beberapa minggu yang lalu saya ketemu dengan saudara dan setelah bertukar cerita jenis masakan, satu selera. Lantas janjian untuk makan sama.

Sebagai contoh, ada yang suka masakan Timur Tengah (kebuli dan kawan-kawan) tetapi ada yang tidak suka dengan rasa dan baunya. Demikian juga ada yang kurang suka dengan kambing yang sering menjadi bahan utama daging dalam masakan ini. Itulah sebabnya ada banyak orang Indonesia yang kesulitan ketika pergi haji / umroh. Saya sendiri secara umum suka dengan masakan Timur Tengah ini. Ada beberapa tempat yang favorit kami kunjungi, seperti misalnya Sinbad (di Jakarta) atau Gaza (di Bandung). Tentu saja ada banyak tempat lainnya. Nama masakannya juga lucu, “mandi”.

Masakan India. Yang ini banyak yang tidak suka karena baunya. Ada yang bilang seperti bau ketek. he he he.  Maklum kari memang aromanya keras. Bukan hanya aromanya saja tetapi kalau yang tidak kuat, perut bisa berontak. Saya suka juga masakan India ini. Kalau di Singapura, sarapan yang murah adalah prata. Sedap. Di Bandung, makanan India yang enak katanya di Pasar Baru (lupa namanya). Masih mencoba tempat-tempat lain.

Masakan Cina (Chineese Food). Secara umum orang Indonesia tidak mengalami kesulitan dengan masakan chineese food, tetapi tetap saja ada yang tidak suka. Sebagai contoh, saya suka Xiao Long Bao, tetapi ada yang muntah kalau makan ini. he he he. Namanya juga selera ya?

Nampaknya secara umum orang terganggu dengan bau dari masakan sehingga tidak selera. Sebagai contoh, durian! Banyak orang yang tidak tahan dengan baunya. Sementara itu bagi banyak orang, durian ini makanan yang perlu diburu tetapi agak mewah (masalah dengan dompet – he he he).


Foto Hari Ini

(sebetulnya ini foto kemarin :) )


Trend Kuliner Bandung

[posting makanan di bulan Ramadhan tidak apa-apa ya? dipostingkan menjelang buka puasa. hi hi hi.]

Bandung memang tempatnya kuliner. Trend kuliner juga ternyata diset di Bandung. Ini salah satu contohnya.

Beberapa waktu yang lalu ada keponakan yang menunjukkan keberadaan rainbow cake. Ini cake yang memiliki lapisan dengan beberapa warna. Langsung waktu itu kami mencoba (dibeli dari Sugarrush, jalan Braga) dan memang rasanya enak. Katanya sebelum rainbow cake, red velvet cake yang menarik.

Nah sekarang sih hampir semua tempat bakery menyediakan rainbow cake. Tinggal pilih yang paling cocok rasanya. Foto di bawah ini adalah rainbow cake yang kami beli di Vita Rasa, Sukaluyu. Oke juga.

[dipotret dengan menggunakan Casio Exilim ZR20]

Setelah ini trend kuliner Bandung apa lagi ya?


Berhenti Memotret Makanan?

Selama bulan Ramadhan ini kayaknya harus berhenti memotret makanan ya? Eh, sebetulnya memotretnya bisa jalan terus. Yang berhenti mungkin adalah menampilkannya di blog / facebook / twitter.

Kalau habis buka foto baru ditayangkan bagaimana? Tapi kalau orang-orang lihatnya besok paginya terus ngiler bagaimana? hi hi hi. Bingung.


Mau?

soft crab sushi rolls …


Mau?

Xiao Long Bao

Lamian


Ekstrim Memotret Makanan

Saya suka memotret makanan. Nampaknya bukan saya saja ya? Melihat foto-foto di facebook, nampaknya jutaan orang menjadi suka memotret makanan. hi hi hi. Tapi saya memang suka memotret makanan. Di facebook saja saya sudah meng-upload lebih dari 400 potret. Padahal itu hanya sebagian kecil. Untuk satu foto, mungkin ada 10 foto yang tidak saya upload. Jadi, setidaknya saya punya 4000-an foto tentang makanan.

Sebetulnya memotret makanan itu tidak sekedar memotret. Hasilnya harus terlihat enak. Nah lho. Padahal banyak makanan yang secara visual terlihat tidak enak tetapi rasanya luar biasa. Atau sebaliknya, ada makanan yang terlihat enak padahal rasanya hambar. (Masih mending kalau hambar. Kalau tidak enak?) Itulah tantangan memotret makanan.

Kemarin pergi ke kondangan. Lagi mikir, kalau di kondangan kita memotret-motret makanannya boleh tidak ya? Aneh sih pasti aneh, tapi apa bakalan dikira orang gila atau tidak dihiraukan saja? Kemarin saya belum nekad untuk melakukannya. Kalau ada, mestinya sudah masuk ke blog ini. Padahal kemarin ada makanan yang warna warni, yang nampaknya bakalan bagus kalau dipotret. he he he. Ekstrim memotret itu namanya.


Mau?

Ini foto nasi goreng, tapi nasinya tidak terlalu terlihat. Yang terlihat malah acar dan sambelnya. he he he.

Dipotret dengan menggunakan Nokia N8.


Nguliner

Hari ini rencananya mau nguliner saja ah. Harusnya sih futsal, tapi karena sedang tidak di Bandung maka mode oleh raga diganti menjadi mode makan-makan. he he he. Mudah-mudahan tidak lupa difoto makanannya. (Dan mudah-mudahan juga tidak lupa berdoa. he3x)

breakfast at burger king


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.084 pengikut lainnya.