Category Archives: foto

Mau?

Sudah lama tidak pasang foto-foto makanan. Pasang lagi ah.

IMG_5963 ceplok 1000

telor ceplok

IMG_5957 ayam 1000

ayam padang

IMG_5949 sarapan 1000

sarapan di salah satu kopitiam di jakarta


Strategi Upload Foto

Sebetulnya mau disebut strategi tidak terlalu cocok. Mungkin lebih cocoknya adalah cara (dan kesulitan) saya dalam melakukan upload foto ke media sosial di internet.

Biasanya kumpulan potretan saya agak banyak dan tidak semua layak untuk dipasang di internet. Misalnya, kemarin waktu ke Australia ada banyak foto yang saya ambil. Mereka harus diedit dulu – dikecilkan ukurannya (saya menggunakan standar lebar 1000 pixel) dengan cara resize atau crop (jika ada bagian yang harus dibuang), dan ditambahkan efek (diterangkan atau digelapkan dan diberi vignetting) – baru kemudian di-upload. Ini semua membutuhkan waktu. Akibatnya foto yang datang lebih cepat daripada foto yang sudah terupload.

Repotnya kalau upload foto dengan urutan yang seadanya maka flow dan mood di social media jadi kacau. Upload foto makanan, perjalanan, terus tiba-tiba disela foto bunga, terus kembali lagi ke perjalanan, terus makanan. mBingungi. Jadinya saya terpaksa bertahan dengan upload foto sesuai dengan urutannya. Jadi saja terlambat update foto-fotonya.

DSC_4347 kembang api 1000

[kembang api di rock show God Bless semalam (30 Agustus 2013)]

IMG_5921 coffee 1000

[kopi pagi ini]

Mungkin ini karena strategi yang saya lakukan salah juga. Kebanyakan maunya kali ya? ha ha ha. Biar saja ah. Saya nyaman dengan cara seperti ini.


Dreams Do Come True

Pertama-tama, mohon maaf karena judulnya dalam bahasa Inggris. Ini bukan karena saya ingin sok bergaya, tetapi karena kata-kata itulah yang mengena di hati saya. Boleh ya? Kalau tidak bolehpun tetap tidak saya ganti juga. hi hi hi.

Tulisan ini terkait dengan perjalanan saya ke Australia kemarin, yaitu ke pusat desain dan pengujian mobil Ford. Pada awalnya saya tidak paham kenapa saya diundang. Ini rasanya yang ketiga kalinya mereka mengundang saya. Dua sebelumnya saya tolak. Kali ini saya rasa materinya agak cocok, yaitu ada pemanfaatan virtual reality dalam desain mobil. Nah, ini baru sesuai dengan bidang saya – teknologi informasi. Hal lain juga adalah karena saya belum pernah ke Australia. Menarik juga.

Setelah saya berada di sana, ternyata topik utamanya adalah desain dan pengujian mobil. Keren! Memang ada aspek teknologinya – yang akan saya tuliskan – tetapi yang menari justru dari aspek otomotifnya sendiri. Peserta dari konferensi ini sebagian besar (semuanya?) adalah media otomotif. Mungkin saya sendiri yang berbeda. hi hi hi.

Yang juga menarik bagi saya adalah pada hari kedua saya berkesempatan untuk ikut menguji (test drive) beberapa mobil Ford yang teknologinya sudah dijelaskan pada hari pertama. Pengujian dilakukan di sirkuit yang jauh dari mana-mana. Artinya, kita bisa memacu mobil sekencang-kencangnya. Wogh!

Dulu waktu kecil saya sempat punya cita-cita (dreams) untuk menjadi pembalap. Entah kenapa. Mungkin karena sempat tertonton film Heintje(?) yang dalam ceritanya bapaknya jadi pembalap? Atau mungkin karena saya sering nonton balap mobil (F1 utamanya). Pokoknya bercita-cita jadi pembalap saja. Meskipun demikian, dalam keseharian saya termasuk “defensif driver”, yaitu pengemudi yang sabar dan tidak grasa-grusu :)  Saya tahu perbedaan antara mengemudi di jalan umum (raya) dan di sirkuit meskipun saya sendiri belum pernah mengendarai mobil di sirkuit.

Akhirnya kemarin itu kesampaian cita-cita saya untuk mengemudikan kendaran di sirkuit. Tidak jadi pembalap sungguhan, tetapi cukup memenuhi dreams saya. Now, I know how it feels to drive in a real circuit. Alhamdulillah. Inilah yang saya sebut “dreams do come true“. Thank you, Ford.

20140820_SDP_9172 BR and cars

[berpose di depan mobil setelah test drive di You Yangs Proving Ground, Melbourne, Australia]

Yang menarik bagi saya adalah yang mengundang saya tidak tahu bahwa ini adalah bagian dari dreams saya. Bagi saya sendiri, saya tidak menyangka ini bakal terjadi. Masih ada dreams saya yang belum berhasil, yaitu manggung (ngeband) di Madison Square Garden. Siapa tahu kejadian juga. You’ll never know. hi hi hi.

Apa cita-cita atau dreams Anda?


Kopi

Ini jenis minuman yang sudah banyak dibahas di banyak tempat. Ada yang membahasnya secara serius, akademik, scientific. Ada juga yang menjadikannya sebagai subyek cerita fiksi. Potret tentang kopipun sangat banyak. Tulisan ini hanya menambahkan satu torehan saja. Tidak mengapa.

IMG_5478 tous les jours coffee 1000

Saya tidak ingat sejak kapan saya mulai menyukai kopi, dalam artian mengonsumi dengan jumlah yang banyak. Mungkin ketika saya sedang menyelesaikan S2 atau S3. Tidak ingat tepatnya, tetapi mungkin sekitar itu.

Apa yang menyebabkan saya memulai minum kopi juga tidak ingat. Rasanya awalnya adalah agar saya bisa tetap terjaga di pagi hari dan di (tengah) malam hari, mencoba menyelesaikan penelitian. Saya masih ingat pagi-pagi sekali harus mengambil kuliah matematika sehingga saya dan dua kawan bergantian membeli kopi (dan donat) untuk menghidupkan kita di kelas. Di tempat penelitian disediakan kopi gratis – bahkan gourmet coffee – meski harus menyeduh sendiri. Ya, masa-masa itulah saya mula merasa membutuhkan kopi.

Saya bukan maniak kopi, tetapi penikmat kopi biasa saja. Tidak hebat-hebat amat. Namun, alhamdulillah, saya mendapat banyak teman yang penggila kopi. Jadinya saya sering mendapat kopi yang enak-enak (meski enak menurut mereka kadang terlalu pahit bagi saya).

Sayangnya katanya saya tidak boleh banyak-banyak minum kopi. Asam urat. Waaah. Sedikit sih tidak apa-apa ya? Selain itu perut saya sering bermasalah dengan kopi. Jadi kopi yang saya minum tidak bisa sembarangan. Ada beberapa jenis kopi instan yang terlalu tajam untuk lambung saya. Kopi yang mahalpun belum tentu cocok. Nah lho. Ya cocok-cocokan sajalah.

Mari … sruuupuuuttt …


10000 foto

Baru saja saya memasang foto saya di beberapa media sosial. Ada beberapa sistem yang memberikan informasi mengenai jumlah foto yang sudah saya pasang. Di salah satu media, saya baru memasang sekitar 700-an foto. Sementara di tempat lain dugaan saya mungkin sudah ada lebih sedikit dari 1000 foto.

Salah satu pakem yang saya anut adalah untuk menjadi seorang pakar (expert) di sebuah bidang, maka dia harus berlatih selama setidaknya 10 tahun. Atau kalau coba cocok-cocokkan, ini setara dengan 10000 kali berlatih. Jadi, untuk menjadi jagoan memotret setidaknya saya harus pernah memotret 10 ribu kali. Nah lho.

Sebetulnya jika saya lihat counter (penomoran) nama berkas di kamera saya, sekarang dia sudah menunjukkan lebih dari 5000. Artinya, saya sudah menjepret lebih dari 5000 kali. Namun dari 5000 jepretan itu (atau malah lebih), hanya 1000 yang saya pasang. Artinya foto yang bagus itu hanya kurang dari 1/5-nya. Untuk satu foto yang bagus dibutuhkan setidaknya 5 jepretan. Wah, nampaknya saya masih perlu belajar lagi sehingga semua jepretan menghasilkan foto yang bagus.

Untungnya dengan teknologi yang ada saat ini, satu jepretan hanya satu berkas di memori. Tidak suka? Tinggal hapus. Tidak ada biaya. Kalau dulu, sekali jepret hasil direkam dalam film dan tidak dapat dihapuskan demikian saja. Setiap jepretan ada biayanya. Maka dari itu fotografer-fotografer jaman dahulu tidak sembarang jepret. Semuanya harus dipikir masak-masak. Maka dari itu hasilnya lebih bagus-bagus. Mungkin :)

Nah, sekarang saya akan lebih banyak memotret dan lebih hati-hati dalam memotret. Target: 10000 foto bagus!

IMG_5475 tous les jours 1000


Foto-foto

Baru sadar sudah lama tidak upload foto-foto ke blog. Bentar. Mau cari foto-foto yang bisa diupload. Ini dulu ah.

DSC_4041 bunga 1000

Foto bunga yang dipotret beberapa menit yang lalu.

DSC_4033 panopolis 1000

Itu tempat makan di airport Changi, Singapura. Dipotret sambil jalan menuju pintu masuk. Menariknya, tempat ini HALAL! Waaa. Kebetulan sedang puasa sehingga tidak bisa mampir. Ihik. Lain kali ah.


Mau?

IMG_5214 kerang 1000

IMG_5209 MG coffee 1000


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.765 pengikut lainnya.