Arsip Kategori: kuliah

Kelas Saya Hari Ini

Berikut ini adalah suasana di kelas saya pagi ini. Ini adalah kelas II3062 – Keamanan Informasi. Jumlah mahasiswa waktu sebelum PRS adalah 100-an orang. Tadi saya lihat di daftar hadir sudah ada lebih dari 120 orang yang terdaftar. Yang hadir tadi pagi ada sekitar 110 orang. Wuih. Kelas padat :) Kursi … habis. Kalau semua hadir nampaknya ada yang harus berdiri atau duduk di lantai :)

[Tampak Kanan dari arah depan kelas. Agak kabur karena tangan bergerak.]

[Tampak Kiri] Mahasiswa memilih untuk menunjukkan “V” for “victory” :)


Makalah di Jurnal Syarat Kelulusan S1?

Baru saja saya mendengar berita (via email) bahwa katanya makalah di jurnal merupakan syarat kelulusan S1. Wah. (Link terkait ada di sini.) Bagaimana menurut Anda?

Menurut saya sih ini terlalu berat. Bagi S2 dan S3, ini tidak terlalu masalah. Bagi S1, hal ini terlalu memberatkan karena untuk terpublikasi di jurnal, kadang harus melalui proses review yang cukup lama. Kalau mau beneran terbitnya di jurnal, bisa-bisa S1 tidak lulus tepat waktu.

Atau maksudnya boleh terbit di jurnal-jurnalan? Begitu?


Selamat Ujian

Di kampus kami (ITB), ujian akhir semester (UAS) sedang berlangsung dan untuk kelas saya sudah berlangsung minggu kemarin. Selamat ujian kepada para mahasiswa. Jangan pernah mencontek. Di sekolah, salah itu boleh. Yang tidak boleh adalah curang (termasuk mencontek). Sukses!

Sementara itu para dosen harus bekerja keras untuk memeriksa dan memberi penilaian. Selamat bekerja untuk para dosen.


Kuliah Hari Ini

Kuliah secara resmi sudah selesai, tetapi hari ini saya memberikan kuliah tambahan. Yang mengajar hari ini bukan saya tetapi Zaki Akhmad. Topiknya adalah application security dan OWASP.


Ujian Sebagai Shock Therapy

Kemarin saya memberikan ujian, tepatnya ujian tengah semester, ketika mahasiswa sedang tidak siap. Bagi saya ini merupakan sebuah shock therapy bagi mereka. Supaya selalu siap diuji kapan saja.

Membuat soalnya tidak terlalu mudah karena saya harus memikirkan makna dari soal itu. Misalnya, satu soal membahas pemahaman mereka tentang sebuah konsep. Jadi soalnya sangat mudah bagi yang mengerti (malah mungkin menakutkan bagi mahasiswa kok terlalu mudah ya?) tetapi akan susah bagi yang tidak mengerti. Soal-soal seperti ini tidak bisa dipecahkan dengan hanya menghafal saja. Ini soal pemahaman.

Ada hal lain yang juga saya ujikan, yaitu hal-hal yang saya jelaskan di kelas. Jika mereka memperhatikan dan memahami apa yang dijelaskan maka sebetulnya mereka tidak perlu belajar lagi. Ya itu tadi, karena soalnya menjadi sangat mudah. Tetapi kalau mereka tidak mengerti, ya biarpun ujian dilakukan lain kesempatan tetap saja hasilnya akan buruk. Jadi selalu perhatian di kelas. Kalau tidak mengerti, tanya!


Foto-foto Untuk Bahan Kuliah

Semester ini saya kembali mengajar kuliah Pengantar Teknologi Informasi. Salah satu materi kuliahnya berbicara tentang sejarah dari komponen elektronika. Saya pikir ada baiknya jika mahasiswa melihat bendanya. Maka saya bawa komponen-komponen – mulai dari vacuum tube sampai ke transistor – ke kelas. Show and tell.

Setelah itu saya pikir ada baiknya juga kalau komponen ini saya foto. Dia bisa dijadikan bagian dari slide presentasi. Kalau mau pakai materi (foto) yang nemu di Internet saya tidak tahu sifat hak ciptanya. Maka saya foto komponen-komponen tersebut.

Untuk foto-foto di bawah ini saya deklarasikan Creative Commons. Silahkan digunakan di slide-slide Anda bagi yang membutuhkannya. (Foto aslinya – dalam ukuran yang lebih besar, 4 MB – belum sempat saya upload.)


Cara Menggunakan Referensi di Tulisan Ilmiah

Mungkin sudah 30 email saya layangkan kepada mahasiswa tentang cara menggunakan dan menuliskan referensi di makalah mereka. Nampaknya mereka masih tidak mengerti juga caranya. Padahal hal ini juga sudah saya jelaskan di depan kelas. Masalahnya, salah (tidak) mengutip bisa dianggap plagiat. Kalau sudah begitu kan repot.

Berikut ini salah satu cara yang salah. Referensi (dalam hal ini mahasiswa menggunakan footnote – yang tidak lazim di dunia saya) diletakkan di depan! Padahal seharusnya di belakang.

Jadi seharusnya:

Enkripsi pada … [11].

atau

Enkripsi pada … (Shepperd, 2010).

Mengenai penggunaan [1] atau (Shepperd, 2010) itu bergantung kepada style yang digunakan. Perhatikan urutan penulisan referensi ini pada daftar pustaka. Jika Anda menggunakan style [1] biasanya pengurutan adalah berdasarkan kemunculan. Sementara itu bila Anda menggunakan (Shepperd, 2010) maka urutan penulisan daftar pustaka adalah berdasarkan nama pengarangnya.

Hal kedua yang penting juga diperhatikan adalah referensi itu harus jelas bentuknya. Apaka referensi tersebut berbentuk buku? artikel di journal? thesis? dan seterusnya. Untuk referensi yang berbentuk buku harus ada penerbitnya, misalnya. Untuk referensi yang berbentuk artikel di jurnal harus ada nama journalnya. Untuk referensi yang berbentuk thesis harus ada nama perguruan tingginya.

Perhatikan mana yang perlu dicetak miring dalam penulisannya. Untuk buku, judul buku yang dicetak miring. Untuk artikel, journalnya yang dicetak miring.

Hal ketiga adalah referensi yang bersumber dari dokumen online (URL). Referensi yang seperti ini harus juga memiliki nama pengarang dan judul (nama) dokumen online tersebut. Bentuknya kira-kira seperti ini:

Nama pengarang, judul, URL. Diakses tanggal 22 Juni 2011.

Saya pribadi tidak terlalu keberatan dengan penggunakan sumber referensi online. Ada berbagai journal yang menolak penggunaan dokumen online yang tidak pernah diterbitkan dalam bentuk cetakan. Hal ini menunjukkan bahwa dokumen online, meskipun diperkenankan, memiliki nilai kredibilitas yang lebih rendah. Mungkin suatu saat kondisi ini akan berubah, tetapi untuk saat ini status itulah yang umum diterima. (Memang akan terkesan aneh kalau semua referensi merujik kepada URL.)

Hal keempat adalah penggunaan gambar dari sumber (milik) orang lain. Perhatikan bahwa kalau kita menggunakan gambar yang bukan dari karya kita sendiri, kita harus menyebutkan sumbernya. Sumber tersebut harus jelas. Tidak bisa sumbernya adalah http://images.google.com.

Bagaimana mengajarinya ya? Cape juga nih. Mosok harus menyuapi mahasiswa satu persatu?

Link terkait:

  • IEEE style, atau the Chicago manual of style
  • ACM reference style
  • APA style

Terkait Nilai T

Bagi mahasiswa saya yang mendapat nilai T, ada beberapa kemungkinan:

  1. Makalah baru Anda serahkan dalam 1 minggu terakhir. Belum sempat dinilai. Akan masuk ke dalam batch berikutnya. (Minggu depan?)
  2. Ada kesalahan  yang cukup mengganggu. Nilai bisa saja A, tetapi kesalahan ini yang harus diperbaiki. Kebanyakan kesalahan adalah pada penulisan dan penggunaan Daftar Pustaka. (Lihat tulisan saya tentang hal ini dan juga ingat pesan saya di kelas!) Kebanyakan masuk kategori ini.
  3. Kesalahan fatal. (Yang ini nampaknya hanya 1 orang)
  4. Anda mengirimkan tugas via softcopy yang belum sempat saya periksa.

Saya sedang mendata (membuat kompilasi / merekap) masalah masing-masing. Ini membutuhkan waktu dua hari. Maklum, ada 150 makalah! Akan saya umumkan hari Jum’at. Perbaikan bisa melalui email (softcopy saja).

Untuk sementara, silahkan Anda lihat makalah Anda kembali dan lakukan perbaikan.


(tidak bisa) Mengutip dan Menuliskan Referensi

Melanjutkan cerita tentang evaluasi makalah mahasiswa saya semester kemarin, hal yang paling sering salah adalah … mengutip dan menuliskan daftar pustaka (referensi). Ada beberapa kasus, antara lain:

  1. daftar pustaka berisi daftar referensi yang tidak pernah disinggung atau dikutip di tulisan;
  2. kutipan di tulisan tidak disebutkan sumbernya (berpotensi plagiat);
  3. kutipan di tulisan disebutkan sumbernya tetapi sumber ini tidak didaftarkan di bagian daftar pustaka.

Hadoh …


Yang Menarik Dari Makalah Mahasiswa

Saya sedang memeriksa tugas mahasiswa dalam bentuk makalah. Break sebentar untuk menulis blog ini.

Ada banyak hal yang menarik dari tugas mahasiswa. Salah satunya adalah mahasiswa yang menulis filler, yaitu yang mencoba membuat tulisannya panjang tetapi tidak ada isinya. hi hi hi. Atau ada juga mahasiswa yang ngawur tulisannya. Mungkin mereka bisa mengecoh dosen lain, tapi kali ini saya baca (setidaknya, skim) makalah mereka. Kalau makalahnya ngaco, ya ketahuan :) … dan memang saya menemukan banyak “kelucuan” seperti ini.

Back to marking …


Pemilihan Warna Untuk Grafik

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan dalam menulis sebuah laporan (karya ilmiah, tugas, thesis, dan disertasi) adalah pemilihan warna untuk grafik. Lihat contoh berikut ini.

Banyak penulis yang mengandalkan kepada warna untuk membisahkan grafik. Warna ini tidak nampak jika dokumen tersebut dicetak hitam putih atau di-fotocopy. Hasilnya seperti contoh gambar di atas.

Pada contoh gambar di atas kita masih beruntung karena hanya ada tiga (3) jenis warna kelabu. Masih bisa dibedakan meskipun harus dengan menebak. Semakin banyak jenis data yang harus dipisahkan, maka penggunaan warna menjadi kurang pas.

Salah satu solusinya adalah menggunakan arsiran sebagai ganti dari warna. Misalnya ada bagian yang diarsir dengan garis horizontal ke kanan, ada yang garis tegak ke atas, ada yang kotak-kotak, dan seterusnya. Apakah tools yang Anda gunakan bisa melakukan hal tersebut (menggunakan arsiran)?


Ujian Online

Saat ini (ketika tulisan ini saya ketikkan), sedang berlangsung ujian online untuk kelas security saya. Ujian – sebetulnya quiz – dilakukan dengan menggunakan Learning Management System (di ITB saya megngunakan layanan blendedlearning) berbasis moodle.

Kelas saya bagi dua karena jumlah mahasiswa (149) melebihi jumlah komputer yang tersedia (100). Di kemudian hari saya ingin mencoba memberikan ujiannya melalui handphone, dan sebetulnya sistem sudah bisa diakses melalui handphone. Waktu untuk mengerjakan kuis adalah 30 menit. Soal terdiri dari multiple choice dan mengisi sederhana.

Hanya ada satu glitch saja, yaitu ada soal yang ada jawabannya tapi tidak ada pertanyaannya :)   Selain itu semuanya berjalan dengan smooth. Tahun lalu kami punya masalah dengan kinerja server yang ngehang waktu banyak mahasiswa menggunakan layanan ini. Sekarang sudah tidak lagi. Hore…

Masalah yang mungkin perlu saya perhatikan adalah dalam hal membuat soal. Akan susah membatasi akses ke internet dan tentunya search engine. Jadi soalnya yang harus bisa open book :)


Memberikan Kuliah Audit IT di IT Telkom

Minggu lalu saya diminta untuk memberikan sedikit kuliah tentang Audit IT di IT Telkom. Meski badan sedang tidak begitu fit, saya sempatkan juga ke sana. Kelas berjalan ok, meskipun jarang yang bertanya. Malah sekarang saya terima email pertanyaan dari mereka :) hi hi hi

Nah, ini dia materi presentasinya (di scribd dan di slideshare). Sementara foto kelasnya ini …


Materi Kesalahan Dalam Menulis Karya Ilmiah – uploaded

Materi presentasi “(kesalahan dalam)” Menulis Karya Ilmiah sudah saya upload. Silahkan lihat di:

Materi ini saya presentasikan kemarin di Politeknik Telkom, Bandung.


Kehadiran Mahasiswa

Datang awal sebelum kelas dimulai. Sebelum jam 7. Hanya ada satu mahasiswa yang sudah hadir.

Jam 7-an pagi. Kelas dimulai …

Setelah pukul 8:15 pagi …

Oh ya … mahasiswa di kelas saya ini ada 150 orang yang terdaftar.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.084 pengikut lainnya.