Sebetulnya saya tidak berniat makan di kafe Dacosta sore kemarin. Saya ke sana hanya untuk membeli kopi, coffee latte tepatnya. Saya akan latihan bersama BanDos setelah maghrib, tetapi saya merasa agak ngantuk. Nampaknya perlu kopi.
Saya suka ke kafe Dacosta karena pertama dia milik ITB (terletak di jalan Sawunggaling yang dekat dengan ITB) dan kedua memang saya cocok dengan menu dan situasinya. Entah kenapa kafe ini sering tidak banyak pengunjung. Padahal makanannya oke menurut saya.
Sesampainya di sana saya langsung pesan coffee lattee untuk dibawa. Sambil menunggu, saya melihat ada menu baru; pancake, sosis, dan orange juice. Hmm… menarik juga. Sekalian untuk makan malam saja ya? Akhirnya saya pesan juga.

Ternyata ini adalah menu baru. Mereka baru mengeluarkan menu itu hari itu. Managernya, pak Yudi(?), datang mengantarkan sendiri menu baru itu sambil meminta saya untuk mengomentari makanannya.

Setelah selesai, saya komentari bahwa makanannya enak. Saya suka rasa pancakenya. Hanya saja saya tidak terlalu suka cokelat (sepertinya ini susu cokelat?) yang terlalu manis. Jadi saya lebih suka pancakenya yang plain saja. Mungkin ada orang lain juga yang seperti saya. Jadi saya usulkan agar ditawarkan apakah mau diberi cokelat, atau mungkin selai strawberry?
Sosisnya juga enak tetapi waktu saya coba kurang panas. Enaknya kalau sosisnya panas
he he he. Secara keseluruhan menunya oke. Layak untuk dibeli lagi kalau saya lapar. Dan tentu saja, saya suka dan cocok dengan coffee latteenya (that’s why I went thereĀ in the first place).
Setelah kenyang … menuju tempat latihan BanDos. Siap latihan sampai malam …