Category Archives: makan makan

Telur …

Telur atau telor. Ini lauk yang paling banyak digemari. Enak dan mudah masaknya. Mau digoreng atau direbus, tidak bakalan salah. Kecuali telurnya sudah busuk tentunya.

Telur bisa digoreng ceplok. Ini pun masih bisa bervariasi, mau matang atau setengah matang. Kalau kata orang Barat, “sunny side up”. Mungkin karena bentuknya seperti matahari di pagi hari. hi hi hi. Itu baru yang ceplok. Selain itu bisa juga didadar, scrambled, dan masih banyak lagi variasinya. Masing-masing itu juga ada variasinya lagi.

Telur juga sangat cocok untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Hayah … Ini mah namanya sepanjang waktu.

Hidup telur!


Mau? Aneka bubur



lalu dicampur … (seperti mencampur cat?) jadinya seperti ini …


Mau?


[nasi tim ayam]


Sarapan di Lembang

Pagi ini kami putuskan untuk ke Lembang mencari tahu Lembang. Mau dibilang sarapan sebetulnya kurang pas karena sampai di sana sudah pukul 9:30. Untung tempatnya, Tahu Tauhid 2(?), sudah buka dan ada makanannya. Langsung kami pesan tahu dan berbagai makananan lainnya.

Ini waktu dimasaknya …

Makanan di sana ada macam-macam. Yang kami pesan antara lain, mie kocok, lontong kare, sate ayam (ada sate kelinci tapi tidak kami pesan – hi hi hi), zuppa soup, bandrek, dan capucino. Selain itu masih banyak jenis masakan lainnya, tapi yang itu sudah cukup untuk membuat kami kenyang.


[foto mie kocok]

Begitu kami mau pulang, baru berdatangan tamu-tamu yang lain. Wuih. Untung kami datangnya pagi. Oh ya, biasanya waktu liburan akan lebih ramai lagi yang datang.

[Semua foto diambil dengan menggunakan Nokia N8]


Mana tehnya?

Semalam ada acara makan-makan di acara SUK ITB di sebuah hotel. Makanannya prasmanan. Lumayan enak lah. (Sayang saya tidak sempat potret memotret.) Satu hal yang aneh adalah … minuman yang menemani makan malam ini adalah air putih dingin. Tidak ada teh panas atau kopi. Aneh juga. Mana tehnya?

Apa susahnya menyediakan teh tawar panas ya?

Dahulu di setiap rumah makan di Bandung (atau di tempat lain juga?), begitu kita duduk langsung disodori teh tawar panas. Tidak usah di rumah makan, di warung pinggir jalanpin demikian. Bahkan, air putih harus meminta sementara teh tawar panas selalu otomatis ada. Eh, kalau yang ini kata seorang kawan terjadi karena air jaman dahulu harus dimasak sendiri. Kalau airnya keruh, ketahuan. Kalau pakai teh kan tidak ketahuan kalau air asalnya keruh. hi hi hi.

Sekarang, mana tehnya?


Mau?


[bubur ayam]


[jagung kelapa, jajanan pasar]


Blogging makanan

Baru saja saya lihat ada kumpulan tulisan tentang makanan di foodpress.com. Ini adalah koleksi posting tentang makanan yang ada di wordpress.com. Sebetulnya menarik juga kalau postingan saya yang tentang makanan bisa masuk ke sana, tetapi kayaknya yang masuk ke sana hanya yang pakai bahasa Inggris ya? hi hi hi. Padahal saya kan sering juga posting makanan seperti ini …

nyam nyam …


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.768 pengikut lainnya.